Kendari Rayah Bikers Memperkenalkan Al-Liwa dan Ar-Roya Kepada Pengguna Jalan

BAGIKAN :

SULAWESI TENGGARA, NKRIPOST.COM – Warga masyarakat Kota Kendari yang tergabung dalam Kendari Rayah Bikers, beramai-ramai mengibarkan panji Rasulullah yang dikenal dengan Ar-Rayah dan Al-Liwa dengan bersepeda pada hari ahad kemarin (1/9/2019).

Salah satu partisipan Kendari Rayah Bikers, Abu Khalid, mengatakan, :pengibaran panji Rasulullah tersebut dilakukan dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1441 H, dengan mengambil rute dari Masjid Terapung Al-Alam menuju Kendari Beach”

Kegiatan yang diikuti lebih 50 orang ini diikuti berbagai kalangan, mulai dari dosen, pengusaha, karyawan hingga mahasiswa dari berbagai kampus di sekitar Kota Kendari.

Di sepanjang perjalanan, setiap anggota Kendari Rayah Bikers memperkenalkan Al-Liwa dan Ar-Roya kepada pengguna jalan. Tidak sedikit dari warga yang berolahraga dan pengguna kendaaraan roda dua maupun empat menyambut para bikers dengan pekikan takbir.

“kemudian Kegiatan hal seperti ini sangat positif sekali, bahkan setiap pengguna jalan lainnya baik yang sedang jogging maupun pengendara motor dan mobil yang lewat saja tidak permasalahkan, bahkan di antara mereka sambut kami dengan teriakan Allahu Akbar,” tambah Abu Khalid kepada nkripost.com.

Oleh kerena itu, sangat aneh apabila
ada orang apalagi kalau ia beragama Islam pobia atau takut terhadap bendera Al-Liwa dan Ar-Roya. Pasalnya, bendera atau panji tersebut merupukan panji Rasulullah yang di dalamnya tertuliskan kalimat tauhid, sehingga itu sama saja merupakan milik seluruh kaum muslimin.

Perlu diketahui, liwa dan rayah mempunyai ciri yang berbeda. Dalam beberapa hadist yang diriwayatkan oleh Thabrani, Hakim, dan Ibnu Majah disebutkan, Rayah yang dipakai Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam berwarna hitam, sedangkan liwa’ (benderanya) berwarna putih.

Ar Rayah merupakan panji perang Rasulullah berwarna hitam bertuliskan lafaz Tauhid ‘Laa ILaaha Illaallah Muhammadar Rosulullah’ berwarna putih. Sedangkan Liwa merupakan bendera Rasulullah berwarna putih juga bertuliskan lafaz Tauhid tapi berwarna hitam.

Penegasan soal kalimat tauhid dalam Ar Roya disampaikan Al Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolani dalam kitabnya yang merujuk Hadist Nabi dari Ibnu Abbas RA, bahwa Rayah Rasulullah berwarna hitam dan Liwa berwarna putih tertulis di situ ‘Laa ILaaha Illaallah Muhammadar Rasulullah’.

Editor: Zulkarnain
Copyrigth@2019| NKRIPOST – INDONESIA
Faktual &》 Terpercaya
Jakarta – Sultra

Publikasi : 2 September 2019 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami