Keluarga Almarhum Ludovikus Taolin Melakukan Ritual “Kaus Ma’feanta”

BAGIKAN :
Keluarga Almarhum Ludovikus Taolin, melakukan ritual ” Kaus Ma’feanta ” di kali Talimetan, Desa Kusa, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka, NTT.
(08/04/2020)
Foto : Killer Manek

MALAKA, NKRIPOST – Tiga hari setelah dikebumikannya Pah Bouk Amanas Tuan  (Ludovikus Taolin) keluarga besar yang selama hampir sepekan berkabung, akhirnya melakukan ritual adat yang dikenal dengan istilah ” Kaus Ma’feanta“. Hal ini dilakukan dengan mandi bersama di kali Talimetan. Istilah ” Kaus Ma’feanta”  ini dikenal sebagian besar masyarakat adat yang berbahasa dawan di Malaka adalah untuk melepaskan segala duka lara yang selama berkabung itu.

Informasi yang diperoleh dari tokoh adat Io Kufeu, bahwa selama berkabung biasanya keluarga duka tidak boleh mandi, sebelum ritual “Kaus Ma’feanta” dilakukan. Hal ini menurut tokoh adat sangat dikeramatkan dan tidak boleh dilanggar.

” Ritual ini wajib dilaksanakan untuk melepaskan almarhum ke alam lain dan keluarga yang berkabung agar segera membersihkan diri dengan dimandikan oleh tua adat. Maksudnya agar segala perkabungan selama ini berakhir di tempat ini. Karena selama almarhum bersama kita beberapa hari ini, keluarga tidak boleh mandi,sebagai simbol duka atas kepergian almarhum,” kata Nabas Bau menjelaskan maksud dan tujuan ritual itu dilaksanakan. Nabas Bau sendiri adalah perwakilan dari Kato Unsain, Io Kufeu.

Ritual ” Kaus Ma’feanta ” oleh masyarakat adat Io Kufeu.

Di tempat yang sama Kwintinus Taolin mewakili keluarga besar kepada wartawan menyampaikan hal lain terkait ritual tersebut. Dia mengatakan bahwa ritual itu untuk mengantarkan arwah Almarhum Ludovikus Taolin bersama leluhur ke alam lain.

” Ini juga untuk menghantarkan arwah Pah Bouk ke alam lain bersama leluhur. Kita percaya bahwa arwah beliau sudah kita antar ke alam leluhur dan kali ini sebagai batas antara alam nyata dan alam leluhur. Jadi setelah itu, kita mandi atau membasuh badan semua untuk membersihkan segala duka lara yang selama ini kita rasakan. Kita percaya, arwah beliau sudah bahagia bersama leluhur dan kita sudah iklhas,” tuturnya kepada wartawan NKRIPOST.COM, Rabu ( 08/04/2020).

Pantauan NKRIPOST.COM, seusai melakukan ritual itu, semua keluarga bersama tetua adat pulang dan semuanya dilarang menoleh ke belakang. Ini dipercaya sejak dahulu kala, bahwa jika menoleh ke belakang maka jiwanya akan ikut bergabung bersama jiwa para leluhur disebrang kali. Hal ini bisa berujung kematian. Tradisi leluhur sejak dahulu kala ini masih sangat dipercaya dan tetap dilaksanakan untuk mempertahan budaya khas leluhur masyarakat adat Io Kufeu, khusus Sonaf Amanas.


Sekedar untuk diketahui, almarhum Ludovikus Taolin adalah Pah Amanas Tuan. Istilah Amanas Tuan ini kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia mempunyai arti yang empunya suku Amanas, yang berkuasa di Amanas atau lebih lumrahnya adalah Raja Amanas yang kekuasaannya meliputi seluruh masyarakat adat kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka.

Penulis / Editor : Killer Manek / Morgan





Publikasi : 9 April 2020 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami