Kegiatan Ret – Ret Organisasi Beladiri Pencak Silat THS – THM Wilayah Malaka Keuskupan Atambua

BAGIKAN :
Kegiatan Ret – Ret Organisasi Bela diri Pencak Silat THS – THM Wilayah Malaka Keuskupan Atambua

GLORIA – Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria (THS-THM) adalah sebuah Organisasi dari bela-diri, pencak silat Indonesia, yang bernafaskan agama Katolik.

Berdirinya Organisasi Beladiri Pencak Silat Katolik Tunggal Hati Seminar tanggal 10 November 1985 tepat peringatan Hari Pahlawan dan tahun 1985 sebagai Tahun Pemuda Internasional – diresmikanlah di Gelanggang Remaja Jakarta Utara.

Satu tahun kemudian, 10 November 1986, diresmikan Tunggal Hati Maria (THM) untuk perempuan.

Awalnya, Organisasi Beladiri Pencak Silat THS – THM menjadi salah satu sarana aksi panggilan, namun akhirnya berkembang menjadi alat kerasulan khas dari bumi Indonesia.

Menjadi anggota Organisasi Beladiri Pencak Silat THS – THS akan melalui beberapa tahap kegiatan sebelum resmi masuk menjadi anggota THS THM.

Salah satu kegiatan yang harus di lalui adalah kegiatan Retret bagi calon anggota baru.

Seperti halnya Retret yang di laksanakan Organisasi Beladiri Pencak Silat THS – THM Wilayah Malaka Keuskupan Atambua Pada tanggal 8 – 10 November 2019 di paroki Rafau

Kegiatan Retret Organisasi Beladiri Pencak Silat THS – THM Wilayah Malaka Keuskupan Atambua tersebut mengangkat Tema: MENJADI MURID KRISTUS DALAM DUNIA ZAMAN SEKARANG.

Bagaimana kita dapat menjadi murid Kristus?

Matius 16:24 berbunyi “Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya  dan mengikut Aku”

Dijelaskan 3 langkah kepada kita, yaitu: “menyangkal diri”, “memikul salib” dan “mengikut Kristus.

Dilansir dari Wikipedia Retret adalah suatu kesempatan untuk sementara waktu menjauhkan diri sendiri dari lingkungan biasanya dan belajar mengolah hidup rohani.

Tujuan dari retret itu sendiri adalah menyadari diri, menemukan jati diri dan yang paling penting adalah mengenal Tuhan dan sesama

Retret juga memberikan kesempatan untuk beristirahat secara fisik dan psikis dan menyegarkan kembali akibat kesibukan, supaya tidak terjebak dalam rutinitas tanpa makna tujuan hidup, menyadari keberadaan Tuhan dan berkesempatan mendengar suara Tuhan.

Menjadi murid Kristus adalah agar kita dapat menjadi serupa dengan Kristus. Menjadi serupa dengan Kristus merupakan kehendak Allah atas orang-orang yang menjadi murid Kristus.

Pernyataan ini sesuai dengan Roma 8:29: “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”

Menjadi serupa dengan Kristus bukan artinya kita memiliki keilahian Kristus, tapi kita mengikuti jejak kemanusiaan-Nya.

Dalam kemanusiaan-Nya, Kristus telah merendahkan diri, taat dan setia kepada Allah Bapa dalam menunaikan misi penyelamatan bagi umat manusia.

Demikian juga kita perlu rendah hati, taat dan setia pada Kristus Yesus dalam mempertanggung jawabkan hidup ini sesuai kehendak-Nya — DEO GRATIA.(**)

Publikasi : 13 November 2019 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami