Kegiatan Proyek Normalisasi Sungai Jernih, Kecamatan Gunung Tujuh Kayu Aro, Terkesan Akal-akalan

BAGIKAN :

NKRI POST. | Jambi – Kegiatan  normalisasi sungai, di Desa Sungai Jernih, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi, dengan pagu dana Rp . 125. 000. 000,00 juta, nilai kontrak  Rp . 124. 999. 972,28, juta,  yang dikerjakan CV. Budi Utama, anggaran tahun 2020, diduga dikerjakan asal – asalan, tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Hal itu terlihat saat pantauan media ini langsung ke lokasi pekerjaan normalisasi tersebut. Ditemukan beberapa kejanggalan yang terjadi seperti pengerjaan nya hanya mengikis dinding sungai dari atas tebing menggunakan ekcavator.

Sementara jadi pertanyaan,  bukankah normalisasi,  seharusnya mengutamakan pengerukan material (pasir/tanah) yang sudah mendangkal sehingga membuat aliran air kurang lancar.

Benar halnya yang dikatakan warga setempat, sebut saja inisial (SR),  ia mengatakan, “bukankah dilakukan normalisasi sungai untuk mengatasi terjadinya luapan air karena kondisi aliran sungai yang dangkal, kalau begini hanya membersihkan dinding sungai dan mengeruk pinggiran sungai saja tidak terlalu mempengaruhi kondisi banjir, apalagi pekerjaan yang dilakukan dibawah bendungan, disini ada pintu air yang bisa disetel buka tutup, kalau untuk pengairan sawah,  sebenarnya tidak  ada pengaruh dilakukan normalisasi atau tidak,  di lokasi ini,  karena masih banyak lokasi lain yang semestinya harus dilakukan normalisasi.

Ironisnya kontraktor pelaksana,  saat memasukan ekcavator ke lokasi tanpa memperdulikan infrastruktur yang ada, saluran irigasi yang ada dilindas saja oleh eksavator, sehingga bangunan tersebut hancur dan rusak” ungkap SR, saat di konfirmasI,Kamis (26/11/2020).

Di lain tempat, salah satu tokoh Masyarakat Kecamatan Gunung Tujuh, inisial (S), menerangkan, “lebih mengherankan lagi,  pekerjaan normalisasi sungai di  Desa Sungai Jernih tahun 2020 ini, dikerjakan pada titik yang sudah dilakukan normalisasi nya, pada tahun 2019 yang lalu. Kenapa pada saat ini pengerjaannya masih pada titik yang sama. Bukankah seharusnya pekerjaan lanjutan normalisasi pada titik yang berbeda, seharusnya pihak dinas PUPR Kabupaten Kerinci, saat melakukan pematokan,  penentuan lokasi, harus jeli. Apakah kegiatan ini hanya menghambur-hamburkan uang negara saja,” ujar S.

Warga setempat juga mengatakan, “kami tidak mengetahui persis tentang pengerjaan proyek itu, karena kontraktor pelaksana, tidak memasang plang proyeknya. Sehingga tidak diketahui anggaran dan volume pekerjaan tersebut. Seharusnya PPK dan PPTK mengingatkan para Rekanan agar mengikuti juknis / RAB yang sudah ditentukan, agar proyek ini tidak terkesan siluman serta peran masyarakat ikut serta membantu dalam pengawasan agar bisa terlaksana sebaik mungkin,” tambah warga.

Kami juga berharap kepada anggota DPRD Kabupaten Kerinci, yang sudah kami pilih sebagai wakil kami, jangan hanya duduk di kursi empuk saja, sekali – sekali turun langsung ke lokasi proyek, kami siap mendampingi dan juga kami ingin tau benar atau tidak nya pekerjaan proyek tersebut”, tegas warga. **(Harman)

Publikasi : 27 November 2020 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami