SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Kecewa Pasar Puluhan Tahun Berdiri Ditutup Paksa dan Sepihak, APPSE Datangi Kantor Bupati Asahan

BAGIKAN :
Anggiat Siregar
Ketua APPSE
(Asosiasi Pedagang Pasar Simpang Empat) Asahan.

ASAHAN, SUMUT – Kekecewaan masyarakat Simpang Empat tentang penutupan sepihak pasar tradisional tempat masyarakat berdagang yang sudah berjalan kurang lebih 20 tahun berbuntut panjang.

Pasalnya akibat kekecewaan tersebut, masyarakat Simpang Empat mandatangi Kantor Bupati Asahan untuk berunjuk rasa mempertanyakan perihal tentang dapurnya yang sekarang tidak mengepul bisa dibilang pencarian hidup yang selama ini hampir dekatin 20 tahun pasar tradisional Simpang Empat ditutup dan penutupan ini dianggap keputusan sepihak dan ditutup tanpa memberikan solusi bagi masyarakat agar bisa terus berdagang. Selasa 17 Desember 2019.

Anggiat Siregar, Ketua APPSE (Asosiasi Pedagang Pasar Simpang Empat) mengungakapkan bahwa Dalam aksi unjuk rasa tersebut masyarakat ingin menayakan dan menyampaikan aspirasinya langsung kepada Kepala daerah Kabupaten Asahan, Bupati H. Surya Bsc akan tetap sangat di sayangkan pada unjuk rasa tersebut Bupati Asahan H.Surya Bsc. tidak menemui masa aksi.

“Pada Aksi ini kami ingin bertemu dengan Bupati, agar secara langsung dapat kami sampaikan aspirasi kami dan dapat kami dengarkan jawaban Pak Bupati atas pertanyaan kami nanti.”Ujar Anggiat Siregar Ketua APPSE

Anggiat juga mengungkapkan kekecewaannya karena Bupati tidak menemui warga peserta aksi dan informasi yang beredar, saat aksi Bupati sedang tidak berada di tempat.

“Saat ini informasinya Bupati tidak ada ditempat, sedang ke luar kota atau mungkin ke Jakarta.”Tambah Anggiat

Loading...

Aksi unjuk rasa di depan kantor bupati Asahan tersebut berjalan lancar dengan mendapat pengawalan pihak dari keamanan supaya tertib dan unjuk rasa berjalan dengan damai dijaga oleh pihak Kepolisian dari Kapolres Asahan, pihak Satpol PP, instansi-instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Asahan dan karena Bupati Asahan sedang tidak berada di tempat sehingga para masyarakat peserta unjuk rasa dengan tertib membubarkan diri sekitar jam 12.10.wib.

Sebelum membubarkan diri, masa aksi mengancam akan kembali melakukan unjuk rasa yang lebih besar lagi apabila tuntutan mereka tidak di penuhi.

Aksi Unjuk Rasa APPSE (Asosiasi Pedagang Pasar Simpang Empat) LITPK.AN.RI./. Lembaga investigasi tindak pidana korupsi Aparatur Negara Republik Indonesia di Asahan.

Berikut kutipan lengkap Rilis tuntutan pedagang pasar Simpang Empat Kabupaten Asahan:

Pasar Pagi Tradisional Simpang Empat merupakan Pasar Tradisional tertua di Simpang Empat yang telah beroperasi selama + 20 tahun lamanya.

Pasar tersebut didirikan pada Tahun 1999 atas kesepakatan bersama antara pemilik lahan dengan Camat Simpang Empat pada waktu itu yang dikenal dengan panggilan Bapak Sitompul, dan masih berdiri sampai dengan saat ini.

Pasar Pagi Tradisional ini didirikan bertujuan untuk memberikan peluang kepada rakyat kecil untuk mencari nafkah yang halal dengan berdagang.

Namun sangat disayangkan pada saat ini pemerintah melakukan penutupan secara paksa pasar tersebut, yang mengakibatkan para pedagang tidak dapat mencari rezeki untuk menghidupi keluarganya.

Sementara kami meniai penutupan sepihak yang dilakukan pemerintah tidak memiliki payung hukum yang jelas.

Kami menduga ada Konspirasi Terselubung antara pemerintah Kecamatan Simpang Empat dengan Pihak Ketiga demi meraup keuntungan pribadi tanpa memikirkan nasib para pedagang yang menjadi korban.

Dengan ini kami atas nama ASOSIASI PEDAGANG PASAR SIMPANG EMPAT dan seluruh pedagang pasar Simpang Empat menyatakan sikap:

  1. Mendesak dan meminta kepada Bupati Asahan dan DPRD Asahan segera untuk memanggil pihak-pihak terkait dalam hal dampak yang timbul akibat penutupan Pasar Pagi Tradisional Simpang Empat;
  2. Mendesak dan meminta kepada Bupati Asahan dan DPRD Asahan segera menyediakan Pasar Pemerintah dikecamatan Simpang Empat untuk para pedagang;
  3. Mendesak dan meminta kepada Bupati Asahan dan DPRD Asahan segera membuka pagar penutup yang dipasang pemerintah di Pasar Pagi Tradisional Simpang Empat dan memperbolehkan pedagang untuk berjualan sebelum tersedianya Pasar Pemerintah untuk kami tempati;
  4. Mengecam dugaan Konspirasi yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Simpang Empat (Camat, Kepala Desa, dan Kepala Dusun 19) yang telah merugikan pedagang, dan dengan Tegas kami meminta Bupati Asahan Segera Mencopot Jabatan Camat Simpang Empat.
  5. Jika tuntutan kami tidak dipenuhi sehingga kami tidak dipenuhi, maka kami akan menginap di Pasar Tradisional Simpang Empat sampai Tuntutan Kami Dipenuhi.

NKRIPOST ASAHAN – NURLAILI

Terbitkan Pada: 17 Desember 2019 by NKRI POST

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami