Kasus yang Dialami Muhammad Anwar Ini Jadi Pelajaran Berharga untuk Seluruh Masyarakat Indonesia, Jangan Coba-coba!

Kasus yang Dialami Muhammad Anwar Ini Jadi Pelajaran Berharga untuk Seluruh Masyarakat Indonesia, Jangan Coba-coba!

11 April 2023 0 By Tim Redaksi

NKRIPOST.COM – Polda Metro Jaya mengusut kasus video hoax yang menyebutkan soal ‘harta Mahfud Md disita KPK’.

Polisi saat ini sudah mengetahui identitas penyebar video tersebut.

“Polda Metro Jaya dalam hal ini Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mendapatkan informasi terkait adanya berita yang tidak benar yang kemudian juga membentuk suatu opini,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (10/4/2023).

Trunoyudo menyampaikan video hoax tersebut diposting pada laman Facebook.

Video memuat informasi hoax yang menyebutkan ‘harta Mahfud Md disita KPK’.

“Ketidakbenarannya ini adalah bagaimana diberitakan tentang adanya ketidakbenaran suatu pejabat negara dengan kalimat kata-kata yang diunggah pada akun YouTube Agenda Politik pada halaman profil akun Facebook tersebut,” imbuhnya.

Polda Metro Jaya telah menyelidiki akun Facebook tersebut.

Pemilik akun diketahui bernama Muhammad Anwar yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Mendasari dari informasi tersebut, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya melakukan penelusuran dan melakukan penyelidikan. Dalam proses ini, didapatlah seorang identitas M Anwar, beliau berdomisili di daerah Kota Makassar,” katanya.

Terkait hal ini, Polda Metro Jaya mengimbau kepada masyarakat untuk menyaring informasi di media sosial.

Masyarakat diimbau agar tidak menyebarkan sesuatu informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Segala sesuatu info cek betul, apakah sumbernya benar, akunnya betul-betul, kalau akun itu fake, akun itu sesuatu yang mencurigakan tentu kita bisa menganalisa dan menilai. Rekan-rekan dan masyarakat seluruhnya paham betul terkait perkembangan informasi yang sekarang sudah di eranya sudah kami sampaikan ada era post-truth, dan semua lebih dinamis, jadi kita harus betul-betul cerdas dalam bermedia sosial,” papar Trunoyudo.

Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Anwar menyampaikan permintaan maaf.

Ia mengaku telah menyebarkan video hoax tersebut.

“Assalamualaikum, saya Muhammad Anwar, ada satu video yang saya upload ke Facebook saya, saya tidak tahu bahwa video tersebut itu video tidak benar atau hoax. Video dari Bapak Mahfud Md,” kata Muhammad Anwar.

Kasus ini menjadi pembelajaran bagi Muhammad Anwar.

Ia juga berpesan kepada masyarakat lain agar tidak sembarangan menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya.

“Untuk itu kami mohon maaf kepada Bapak Mahfud Md atas kelalaian saya, dan kami juga meminta maaf kepada masyarakat luas yang merasa dirugikan. Pesan saya mari kita berhati-hati dalam bermedsos jangan sampai seperti ini. Kita harus pertimbangkan betul, tahu betul berita itu benar atau tidak. Jadi sekali lagi kami mohon maaf kepada Bapak Mahfud Md,” kata Muhammad Anwar.

(Yar/Sis)