Kasus Surat Gubernur Sumbar, SBY Lapor Polisi, Kapitra Minta Bukti

Kasus Surat Gubernur Sumbar, SBY Lapor Polisi, Kapitra Minta Bukti

6 September 2021 0 By Tim Redaksi

Empat berita yang sedang trending pagi ini.

1. Kapitra Ampera: Buktikan kalau Habib Rizieq Itu Tokoh dan Laku

Politikus PDIP Kapitra Ampera menyarankan Habib Rizieq Shihab (HRS) mendirikan partai politik agar bisa menyalurkan kekuatan yang dimiliki secara konstitusional untuk membangun bangsa dan negara.

Hal itu disampaikan Kapitra Ampera pernyataan Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin yang menuding putusan banding Habib Rizieq di Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta sarat kepentingan politik penguasa di Pemilu 2024.

Loading...

Novel juga menilai Imam Besar Habib Rizieq Shihab merupakan tokoh berpengaruh dan bahkan balih-balihonya saja ditakuti penguasa

2. Kapitra Ampera: SBY Dicaci Maki Langsung Lapor Polisi, Jokowi Enggak tu

Politikus PDI Perjuangan Kapitra Ampera menanggapi Wakil Sekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin yang meminta dirinya mengingatkan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin segera menghentikan kriminalisasi terhadap ulama.

Kapitra mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mendengar satu kata pun terucap dari mulut kedua pimpinan negara itu memerintah jajarannya untuk mengkriminalisasi ulama.

“Itu, kan, cuman tudingan yang sulit dibuktikan karena dibangun berdasarkan prasangka-prasangka. Sementara agama mengatakan jangan dong berprasangka. Apalagi berprasangka buruk itu dosa,” kata Kapitra Ampera, Sabtu (4/9/2021).

3. Bambang Widjojanto Mengulas Kasus Surat Gubernur Sumbar,

Polresta Padang masih menyelidiki kasus surat permohonan sponsorship penerbitan buku profil dan potensi Sumatera Barat yang ditandatangani Gubernur Sumbar Mahyeldi.

Menanggapi kasus itu, praktisi hukum Bambang Widjojanto mengemukakan, unsur korupsi dalam surat permintaan sponsor penerbitan buku profil Sumbar yang menggunakan kop dan ditandatangani oleh Gubernur Mahyeldi masih perlu kajian.

“Ada pertanyaan yang muncul apakah surat tersebut terdapat unsur korupsi mengacu kepada pasal 12 huruf e UU Tipikor.

Untuk menjawabnya perlu diajukan beberapa pertanyaan yang harus didiskusikan,” kata Bambang saat dihubungi dari Padang, Sabtu (4/9/2021)

4. Kapitra Ampera Merespons

Omongan Novel Bamukmin, Lumayan Tajam Politikus PDIP Kapitra Ampera menyindir tajam Wakil Sekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menyusul permintaan eks jubir FPI itu yang meminta Presiden Jokowi membebaskan Habib Rizieq Shihab (HRS) tanpa syarat.

Kapitra menyebut Novel Bamukmin tidak paham hukum tata negara.

“Ini orang tidak mengerti tata negara,” kata Kapitra Ampera, Minggu (5/9/2021).

(NKRIPOST/JPNN)