Kasus Pembocoran Data Nasabah, Pengacara Serahkan Bukti Tambahan Dugaan Keterlibatan Karyawan Bank BRI dan BNI Atambua

Steven Alves Tes Mau,SH, Kuasa hukum Ibu Coni Amalia Tesalonika dan Suaminya I Comang Agus Aria Sucipta

NKRIPOST, ATAMBUA – Steven Alves Tes Mau,SH, Kuasa hukum Ibu Coni Amalia Tesalonika dan Suaminya I Comang Agus Aria Sucipta,menyerahkan bukti tambahan dugaan pembocoran data nasabah dan jumlah  nominal saldo kliennya ke penyidik Polres Belu Rabu  tanggal 27 mei 2020.

“27 mei kemarin kita sudah serahkan bukti tambahan ke penyidik Polres Belu”kata Steven di Atambua Jumat (29/05/2020).

Loading...

Bukti tambahan yang diserahkan tersebut jelas kuasa hukum,merupakan bukti  adanya dugaan keterlibatan 2 orang oknum karyawan Bank yang masing- masing bekerja pada Bank BRI dan BNI di Kota Atambua.

“Ada 2 orang Karyawan yang diduga sudah bocorkan data klien kami.Yang sudah kami serahkan ke penyidik Polres, satu bekerja sebagai karyawan BRI yang satulagi bekerja pada Bank BNI di Kota Atambua yang dilakukan keduanya di bulan Februari 2020″Jelasnya

Lebih Lanjut Sebagai Kuasa Hukum,Steven berharap agar proses penyelidikan kasus kliennya dilakukan secara  transparan dan akuntabel,sehingga kasus kliennya bisa tuntas terselesaikan serta dapat memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi kliennya tersebut.

Untuk diketahui,sebelumnya diberitakan,Coni Amelia Tesalonika telah membuat laporan Tindak Pidana UU Perbankan yang terjadi pada hari Kamis tanggal 13 Februari bertempat di Bank BRI sesuai dengan Nomor, LP/81/V/2020/Res Belu tanggal 8 Mei 2020.

Suaminya, I Comang Agus Aria Sucipta melaporkan Tindak Pidana UU Perbankan dengan Laporan Polisi Nomor LP/79/V/Res.7.4./2020 yang terjadi di Bank BNI.

Dan atas Laporan Polisi tersebut Steven Alves Tes Mau,SH selaku kuasa Hukum Conni Amelia Tesalonika dan I Comang Agus Aria melaporkan dugaan pembobolan data nasabah di BRI dan BNI Cabang Atambua ke Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, Jumat (15/5/2020).

Loading...

Kepada NKRIPOST.ATAMBUA, Steven Alves Tes Mau,SH membenarkan bahwa pihaknya telah melayangkan laporan ke OJK dan Bank Indonesia terkait kasus pembobolan data dan jumlah uang di Bank BRI dan BNI Cabang Atambua.

“Iya hari ini kita laporkan Bank BRI dan BNI Cabang Atambua ke OJK dan Bank Indonesia (BI) melalui salah satu Tim Kuasa Hukum kita di Jakarta, Gabriela Marsela SH, MH,” kata Steven saat dihubungi media ini via telefon, Jumat (15/05/2020).

Menurutnya, laporan ke OJK dan BI diharapkan dapat ditindaklanjut agar kejadian tersebut tidak terulang kepada nasabah lain, seperti yang dialami kliennya.

Steven menandaskan, tindak pembobolan data dan simpanan ini, apabila dilakukan karyawan Bank maka oknum tersebut agar  ditindak secara tegas karena telah melanggar UU Perbankan Nomor 10 tahun 1998, Pasal 40 Ayat 1, POJK No 1/2013 dan melanggar peraturan BI nomor 2/19/PBI/ 2000 pasal 2 (1).

“Dengan bocorkan data nasabah mereka jelas-jelas telah melanggar Undang-Undang Perbankan. Jadi kita minta agar dari OJK dan Bank Indonesia secara administrasi tindak tegas oknum-oknum yang diduga telah bocorkan data dan simpanan nasabah kita,” pungkas Steven.

Selain ditindak secara administrasi Ia menjelaskan, oknum yang membocorkan data nasabah akan dikenai sanksi secara pidana.

“Pelaku yang bocorkan data nasabah bisa kena juga hukum pidananya,” tegas Steven.

Untuk  diketahui sebelumnya, Coni Amelia Tesalonika telah membuat laporan Tindak Pidana UU Perbankan yang terjadi pada hari Kamis tanggal 13 Februari bertempat di Bank BRI sesuai dengan Nomor, LP/81/V/2020/Res Belu tanggal 8 Mei 2020.

Suaminya, I Comang Agus Aria Sucipta melaporkan Tindak Pidana UU Perbankan dengan Laporan Polisi Nomor LP/79/V/Res.7.4./2020 yang terjadi di Bank BNI Atambua.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *