Kasus Pajak, Mantan Bendahara Sekwan, BW Terjerat Di Kejari Pangkalpinang Ke 2 Kali

BAGIKAN :

NKRIPOST, Pangkal Pinang – Setelah pernah mendekam di Lapas Tua Tunu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya selama 1 tahun 6 Bulan serta denda 50 juta dikarenakan perihal kasus SPPD fiktif belasan Anggota DPRD Kota Pangkalpinang tahun 2017 silam. Kini kembali berurusan dengan pihak penegak hukum,  Rabu (18/03/2020) Mantan Bendahara Sekwan Kota Pangkalpinang, Budik Wahyudi kembali ditahan Tim Penyidik Pidsus Kejari Pangkalpinang atas keterkaitan dugaan  perpajakan.

Dari hasil temuan PPNS Kanwil DJP Sumsel Babel tersebut yang mana dilanjutkan serta dilimpahkan melalui Kejati Babel yang mana setelah memasuki tahap dua kemudian diserahkan kepihak Kejari Pangkalpinang. Sebelumnya, Dari hasil pemeriksaan tersangka diduga tidak menyetorkan hasil pajak PPh pasal 21 selama periode Januari – Agustus 2017 yang sebelumnya telah dipotong mengakibatkan kerugian negara dengan nominal Rp.355.946.640.

Dalam kesempatan ini, Kajari Pangkalpinang, RM Ari Prio Agung melalui Kasi Intel Ryan Sumarta didampingi Kasi Pidsus Eddowan menuturkan bahwa tersangka tersebut dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik Dirjen Pajak, dijerat dalam Pasal 39 ayat (1) huruf i UU KUP Tindak Pidana Perpajakan yang dilakukan BW yaitu Tidak Menyetorkan ke Kas Negara Pajak PPH 21 yang telah dipotong, akibat  perbuatan tersangka negara mengalami kerugian senilai Rp. 355.496.640.

”Dalam perkara ini, Awal penyidiknya dari PPNS dari Kanwil DJP Sumsel masuk tahap 2, diserahkan ke Kejari Pangkalpinang. Dalam waktu dekat berkas perkara BW akan dilimpahkan ke PN Pangkalpinang,

untuk saat ini dilakukan penahanan di lapas Tuatunu Pangkalpinang”,terangnya.

Diwaktu yang bersamaan, Kasi Pidsus Kejari Pangkalpiang, Edoowan menambahkan bahwa tersangka diduga dengan sengaja tidak melaksanakan menyetorkan uang pajak tersebut.

“Jadi BW ini telah sengaja melakukan Tindak pidana perpajakan yaitu dengan sengaja tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut dari kurun Januari 2017 – Desember 2017 dengan nilainya 355.496.640 tidak disetorkan ke kas Negara”, sindirnya. (SUMARWAN)

Publikasi : 18 Maret 2020 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami