Kasat Pol PP Provinsi NTT: Operasi Masker Di Jalan Mampu Menekan Angka Covid-19

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi NTT Ir. Cornelis Wadu, M.Si

NKRIPOST, Kupang – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi NTT Ir. Cornelis Wadu, M.Si kepada media ini bahwa, Operasi Masker di jalan, mampu menurunkan angka covid-19 di Kota Kupang dari angka 600 menjadi 500 pasien. Ini adalah penerapan Peraturan Gubernur NTT nomor 49 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019 di NTT.

Pergub nomor 49 itu keluar berdasarkan instruksi Presiden dan peraturan ini sudah disosialisasikan melalui media cetak, media online dan media elektronik. Bahkan kita sudah bersurat kepada tokoh agama, tokoh masyarakat tokoh pemuda tokoh adat. Hal ini disampaikan di ruang kerjanya pada hari Senin, 28/12/2020.

Lanjut Wadu, kami sudah lakukan namun belum membantu kita, karena dibuktikan dengan meningkat cukup tajam penyebaran covid-19 di Kota Kupang. Operasi di lapangan selalu ditemukan masyarakat yang protes karena mereka mengatakan bahwa berada dalam Mobil dan sendirian ” jadi saya sesuka hati jadi mau pakai masker atau tidak karena saya sendirian, tetapi mobil anda bergerak atau tidak, kalau bergerak berarti mobil anda berada di lingkungan sosial”. Jadi harus memakai masker. tegasnya.

Jika masyarakat tidak mengindahkan, menaati, dan menerapkan protokol kesehatan itu maka akan dikenakan sanksi berupa teguran lisan, teguran tertulis, hukuman langsung berupa kerja sosial/push up, hingga denda administrasi paling sedikit Rp. 50.000 hingga Rp. 250.000. Ungkapnya.

Lebih lanjut dalam surat imbauan nomor : Pol PP 449/165.5/IX/2020 tertanggal 29 September 2020 menegaskan, bagi pelaku usaha atau pengelola usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan maka diberikan teguran lisan, teguran tertulis, denda administrasi mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 5.000.000, pemberhentian sementara operasional usaha, karena instruksi Presiden bahwa ekonomi tidak boleh macet . Uang denda pelanggar protokol kesehatan itu akan dimasukan ke kas daerah Provinsi NTT.

Loading...

Penerapan gerakan menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan (4 M) ini untuk menekan angka peningkatan penyebaran covid-19 di Provinsi NTT terkhusus di Kota Kupang, sesuai Peraturan Gubernur nomor 49 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19. Dengan operasi masker di jalan dari angka 600 pasien covid di Kota Kupang sudah menurun menjadi 500 “karena mulut ke mulut jadi bisa menekan angka transmisi lokal”. Ungkap Kasat Pol PP Provinsi NTT.

Lanjut Kasad, saya merasa belum berhasil karena angka pasien covid-19 menurun tetapi angka denda tiap hari masih meningkat terus, logika liniernya masyarakat belum sadar. Muda-mudahan sudah ada pada penghujung tahun semoga masyarakat banyak yang sadar agar tiap hari angka ini bisa menurun, setiap hari kita lakukan operasi mulai dari pukul 16:00 hingga pukul 20:00 tapi masih sampai ratusan orang yang dapat rasia. Semoga pada tahun baru menurun hingga 10-20 orang per hari. Jelasnya.

Rencananya kami akan berkolaborasi dengan satuan tugas covid-19 Kota Kupang untuk bekerja sama sampai tingkat Rukun Tetangga (RT) agar mengontrol masyarakat tentunya lebih kuat lagi. Ungkap Wadu.

Loading...

NKRIPOST NTT- Y TAMONOB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *