Kapolri Listyo Turun Tangan, Masalah Besar Ini Langsung Tuntas


KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan kesempatan kepada Rafael Malalangi untuk menjadi calon siswa (casis) Bintara Polri.

Seperti diketahui, sosok Rafael Malalangi sempat viral lantaran namanya dicoret dari casis Bintara Polri. Padahal, seminggu sebelumnya, namanya muncul.

Melihat nama Rafael Malalangi muncul di pengumuman online lulus casis Bintara Polri, keluarganya pun menggelar syukuran.

Namun, 7 hari kemudian namanya tiba-tiab raib. Hilang. Tanpa diketahui sebabnya.

Orang tua Rafael Malalangi hanya diberi sepucuk surat dari Polda Sulut. Isinya, Rafael Malalangi tak lulus.

Setelah nama Rafael Malalangi viral, Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana, mengajukan satu kursi lagi untuk casis Bintara kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Loading...

Pengajuan tersebut pun disetujui hingga akhirnya, Rafael Malalangi diberi kesempatan untuk masuk Bintara Polri.

Kini, Rafael Malalangi bisa tersenyum karena telah dinyatakan lulus seleksi.

Rafael kini diikutkan pada gelombang kedua yang akan memulai pendidikan calon Bintara Polri pada tahun 2022.

“Kapolda Sulut, Irjen Pol Nana Sudjana telah mengajukan usulan agar calon siswa Rafael Malalangi, kepada Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan telah disetujui,” kata Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast dalam jumpa pers, Jumat (30/7/2021).

Loading...

Kombes Pol Jules mengatakan Kapolri telah menyetujui dan mengakomodir penambahan kuota satu orang atas nama Rafael Malalangi.

Ia pun meminta agar Rafael Malalangi menjaga kondisi sampai pelaksanaan pendidikan pada tahun 2022.

Rafael Malalangi pun sangat bangga dan berterima kasih kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

“Saya berterima kasih kepada bapak Kapolri yang sudah menerima saya menjadi anggota Polri,” kata Rafael.

Mengaku bangga menjadi anggota Polri, Rafael menegaskan dirinya akan terus melatih fisiknya.

“Ke depannya saya akan tetap latihan, belajar, fisik dan tidak melakukan hal-hal yang buruk,” tutupnya.

Sementara itu, Ayah Rafael bernama Kenly Malalangi sangat senang anaknya boleh diakomodir lagi melanjutkan pendidikan

“Terima kasih Kapolri, Kapolda, Sandra Rondonuwu anggota DPRD provinsi Sulut dan Hillary Brigita Lasut anggota DPR RI dan semuanya terima kasih,” kata Kenly.

Kenly sampaikan masalah ini sudah selesai, jadi tidak perlu lagi diperpanjang.

Diketahui, nama Rafael Malalangi mendadak viral setelah ia gagal menjadi calon Bintara Polri karena namanya mendadak hilang dari daftar kelulusan.

Rafael Malalangi (18) merupakan pemuda yang tinggal di Desa Pinapalangkow, Kecamatan Suluun Tareran, Minahasa Selatan.

Loading...

Viralnya nama Rafael Malalangi pertama kali diketahui dari akun Facebook, Christofel Tumalun.

Awalnya, keluarga menggelar syukuran di desa karena Rafael Malalangi dinyatakan lulus tes seleksi Nasional Bintara Polri tahun 2021.

Sejumlah warga desa lantas memberikan ucapan selamat. Termasuk teman-teman Rafael Malalangi yang memberikan ucapan lewa media sosial.

Mereka berucap ucapan selamat atas kelulusan Rafael Malalangi dalam tes Bintara Polri.

Loading...

“Saat teman-teman tahu nama saya ada dalam daftar pengumuman kelulusan secara online, mereka sudah menyampaikan ucapan selamat.”

“Banyak yang menyampaikannya melalui media sosial,” ucap Rafael Malalangi.

Hal senada juga disampaikan ayah Rafael, Kenly Malalangi.

“Saat tahu anak kami lulus, kami sangat bersukacita. Perjuangan selama berbulan-bulan akhirnya membuahkan hasil,” ucapnya.

Namun, kebahagiaan Rafael tak berlangsung lama.

Sebab, tujuh hari setelah pengumuman via siaran langsung, muncul pengumuman susulan dari Polda Sulut.

Dalam pengumuman yang dirilis pada Kamis (29/7/2021), nama Rafael Malalangi mendadak hilang dari daftar kelulusan.

Loading...

Bahkan namanya sudah digantikan dengan nama orang lain.

“Padahal, saat pengumuman online pada 22 Juli, nama saya ada di nomor urut 22. Kami semua menyaksikan pengumuman secara online itu,” ungkap Rafael dengan terbata-bata sambil menunduk, Kamis (29/7/2021).

Rafael Malalangi menangis karena malu, kecewa dan bingung mengapa namanya bisa hilang di daftar pengumuman susulan.

“Saya menangis saat lihat nama saya tidak ada lagi pada daftar pengumuman kedua,” kata Rafael Malalangi.

Sebelumnya, sehari setelah pengumuman via siaran langsung, ayah Rafael Malalangi, Kenly Malalangi mendapat panggilan dari Polda Sulut.

Pada Jumat (23/7/2021), Kenly Malalangi mendatangi Polda Sulut. Ia diberitahu seorang anggota polisi, pengumuman penetapan sang anak lulus tes casis Bintara Polri karena terjadi error.

“Waktu saya menghadap, mereka bilang ada error. Jadi, anak saya sebenarnya tidak lulus. Mereka pun mulai mengemukakan alasan, tetapi saya tidak gubris lagi apa yang mereka katakan,” kata Kenly, dikutip dari Tribun Manado.

Bahkan, mereka meminta Kenly menandatangani satu dokumen yang tidak tahu apa isinya.

“Saya menolak menandatangani dokumen itu, sebab saya yakin akan berakibat buruk pada anak saya,” ungkapnya.

“Mereka berupaya agar saya menandatangani dokumen yang disodorkan, tetapi saya tolak. Bahkan, saat saya mau pulang dan menuruni tangga Polda Sulut, saya masih diminta untuk tanda tangan,” papar Kenly.

Kekhawatiran Kenly akhirnya terjadi. Saat pengumuman susulan, nama anaknya Rafael Malalangi sudah tidak ada lagi dalam daftar.

“Saya kecewa, sedih, mengapa ini bisa terjadi?” katanya.

(NKRIPOST/ Tribunnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *