SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Kapolres Kebumen Terapkan Metode Hipnoterapi: Pelaku Penganiaya Ibu Kandung Ungkapkan Penyesalanya

BAGIKAN :
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan Terapkan Metode Hipnoterapi

Nkripost,Kebumen – Untuk kesekian kalinya, Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan kembali menggunakan metode hipnoterapi. Hal itu dilakukan guna menyadarkan para pelaku tindak kejahatan agar mau bertuabat dan menyelasi perbuatanya.

Seperti pada Minggu 12 Juli 2020 kemarin, AKBP Rudy menunjukkan aksi hipnoterapinya kepada tahanan berinisial HA (37) warga Desa Karanggedang Kecamatan Sruweng. HA tersandung kasus penganiayaan terhadap ibu kandungnya hingga meninggal dunia.

Pada kesempatan itu, tersangka HA digiring ke ruang kerja Kapolres dan selanjutnya dilakukan hipnoterapi. HA yang menggunakan baju tahanan warna orange kemudian ditidurkan di atas sofa lalu ditutup matanya dengan tangan sambil dibisiki oleh AKBP Rudy.

Baca Juga: 39 Tahanan Polres Kebumen Dipindahkan: Dikawal Ketat Polisi Bersenjata

Tersangka saat itu dibuat nyaman berada di alam bawah sadar. Selanjutnya Rudy membisikkan tentang hal positif termasuk berjanji kepada tuhan dan meminta maaf atas segala perbuatan yang telah dilakukan kepada orang tuanya.

Beberapa menit kemudian, tersangka HA menangis dan menyesali perbuatanya. HA, mengungkapkan segala kesalahanya. Tidak kurang dari seperempat jam, tersangka lalu dibangunkan kembali dan diberikan air putih oleh Kapolres.

‘’ biyung nyong jaluk ngapura, Nyonk nyesel yung, nyong salah ( Saya minta maaf bu, saya menyesal, maarkan saya bu),’’ucap Tersangka HA didepan Kapolres.

Loading...

Dijelaskan Kapolres, sugesti ini dilakukan untuk membuka aura dan pikiran positif para pelaku kejatahan. Dengan begitu diharapkan tidak ada daya upaya untuk melakukan tindakan kejelekan maupun kejahatan di kemudian hari.

“Dengan sugesti ini kita munculkan aura dan energi serta pikiran positifnya juga kita buka, sehingga tidak ada daya upaya untuk melakukan tindakan kejelekan maupun kejahatan di kemudian hari,” jelas AKBP Rudy.

Seperti diketahui, sebelumnya tersangka HA telah menganiaya ibu kandungnya hingga meninggal dunia disebabkan persoalan harta warisan. Akibatnya, tersangka yang belum lama ini keluar dari Lembaga Pemasyarakatan harus kembali meringkuk di jeruji besi tahanan Polres Kebumen.

Peristiwa nahas yang dialami Sandiyah (83) terjadi di rumahnya sendiri Selasa 23 Juni 2020 lalu. Dimana kala itu tersangka yang baru keluar lapas karena program asimilasi memaksa ibunya untuk merubah surat warisan. Namun ibunya tidak mau merubah karena tersangka sendiri sudah mendapatkan jatahnya.

Atas perbuatanya, tersangka terancam Pasal 44 UU nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman 15 tahun karena korban meninggal dunia.

Nkripost kebumen
Rasimin

Terbitkan Pada: 13 Juli 2020 by NKRI POST

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami