Kapolda Tak Beri Ampun, Bharatu DAM Dipecat Secara Tidak Hormat

KAPOLDA Gorontalo Irjen Pol Akhmad Wiyagus menjatuhkan sanksi tegas berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap seorang oknum polisi berinisial DAM.

Sanksi tersebut dijatuhkan kepada oknum anggota Polairud Polda Gorontalo yang berpangkat Bhayangkara Satu (Bharatu) itu, karena melanggar kode etik Polri.

“Dia (DAM) dipecat karena terbukti melakukan pelanggaran berat dan kode etik kepolisian,” kata Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono, S.I.K, Kamis (2/9).

Wahyu mengatakan, pemecatan terhadap DAM dilakukan berdasarkan surat keputusan Kapolda Gorontalo Nomor: Kep/ 203/VIII/2021 tanggal 25 Agustus 2021.

ADVERTISEMENT

“Dirinya terbukti melanggar Pasal 11 Huruf (c) Perkap nomor 14 tahun 2011 tentang kode etik profesi Polri Jo pasal 13 Ayat (1) PPRI Nomor 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri,” terang Wahyu.

Loading...

Dikatakannya, keputusan PTDH terhadap salah seorang personel Polda Gorontalo itu merupakan bukti bahwa Polri dalam hal ini Polda Gorontalo sangat tegas dalam pembinaan personel dan tidak melakukan diskriminasi terhadap penanganan kasus-kasus yang melibatkan anggota Polri.

“Ini bagian komitmen dari Bapak Kapolda dalam menegakkan aturan serta perwujudan dari transparansi berkeadilan selain itu juga komitmen dalam menerapkan reward dan punishment secara seimbang.”

“Terhadap anggota yang berprestasi akan diberikan penghargaan, namun sebaliknya bagi anggota Polri yang melakukan pelanggaran dan atau tindak pidana maka baginya sanksi tegas, sehingga menjadi pembelajaran bagi personel lainnya,” jelas Wahyu.

Loading...

(NKRIPOST/JPNN/gorontalopost)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *