NKRI POST.

Berita Seputar NKRI

KAIN TENUN IKAT SUKU KEMAK SEMAKIN DI GEMARI TURIS MANCANEGARA

SHARE ya:
MRS CLAUDIA MELIHAT KAIN TENUN IKAT SUKU KEMAK SADI DI DAMPINGI MAMA REGINA KETUA KSM MELATI

NKRIPOST, SADI – Masyarakat di Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang penuh budaya dan kaya akan keberagaman. Salah satunya ditandai dengan cara berpakaian. Salah satu hal yang paling berpengaruh terhadap cara berpakaian ialah bahan dasar berpakaian. Jika di masyarakat Jawa terdapat batik maka di masyarakat lainnya khususnya masyarakat Suku Kemak terdapat kain tenun. Beranekaragamnya suku menyebabkan tiap suku dan etnis memiliki bahasanya masing-masing yang mempunyai ratusan dialek lebih. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa terdapat beragamnya motif yang ada pada tenunan. Tiap wilayah dan suku masing-masing mempunyai keunikan yang khusus dibanding dengan daerah, contohnya seperti menampilkan legenda, mitos dan hewan masing-masing daerah. Ada juga yang bertujuan untuk menggambarkan penghayatan akan karya Tuhan yang besar

Kain tenun ikat Kemak bukan sekadar kain, tapi sebuah karya seni. Tiap helai kain dikerjakan dengan tangan selama berhari-hari. Kain tenunnya memakai bahan benang dari kapas dengan teknik pewarnaan alami. Masyarakat kemak khususnya di Sadi banyak tumbuh-tumbuhan yang bisa dipakai untuk bahan pewarna alam. Seperti kulit pohon kuning, kulit kayu ibu kapi, dan daun gala-gala yang ditempat lain dikenal dengan sebutan pohon bunga turi.

BERITA TERKAIT: Kain Tenun Ikat Suku Kemak Semakin Mendunia

Selain, mengembangkan teknik pewarnaan alami, kelompok penenun dari Desa Sadi juga sedang memperkaya corak dan motif tenunnya. Ada motif romiki yang diyakini motif tenun khas etnis Kemak. Kain tenun dengan motif ini biasa dipakai untuk balasan belis, atau mas kawin, yang dibawa oleh pengantin perempuan untuk dipakai oleh laki-laki dari pihak mempelai prianya.

Mrs Claudia Bersama Mama Regina dan Kelompok Kain Tenun Ikat

Keunikan serta keindahan kain tenun ikat suku kemak ini semakin digemari wisatawan bahkan pesona keindahan kain tenun ikat suku kemak ini sudah mampu menghipnotis wisatawan mancanegara  untuk datang melihat langsung.

Loading...

Hal ini terbukti dengan Mrs Claudia, wisatawan mancanegara asal Autralia yang datang langsung mengunjungi Ibu – ibu kompok tenun kain ikat suku kemak di Desa Sadi Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu NTT dengan ketua kelompoknya Mama Regina Soi Bere.Sabtu 8/2/2020.

Mrs Claudia di dampingi Robinson Mau Koi Saat Mengunjungi Kelompok Kain Tenun Ikat Suku Kemak Di Sadi

Kepada awak media Robinson Mau Koi yang mendampingi kunjungan Mrs Claudia ke kelompok kain tenun ikat di sadi mengungkapkan dengan kunjungan Mrs Claudia asal Autralia ke Kelompok tenun kain ikat suku kemak di sadi ini di harapkan agar kedepan dapat menjalin hubungan kerja sama sehingga tenun kain ikat suku kemak ini semakin mendunia.

“Kunjungan Mrs Claudia asal Australia ke Kelompok kain tenun ikat di sadi ini ke depan kita berharap agar dapat di bangun kerjasama antara Mrs Claudia bersama dengan kelompok tenun Mama Regina ini sehingga kain tenun Suku kemak semakin menjangkau mancanegara,” Ungkap Robinson.(**)

KEDATANGAN Mrs CLAUDIA DISAMBUT MAMA REGINA SOI BERE BERSAMA ANGGOTA KELOMPOK KAIN TENUN IKAT DI SADI
SHARE ya:
Loading...
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading...
error: Content is protected !!