NKRIPOST.COM

Berita Seputar NKRI

SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Jentang, Buronan kejati Sulsel Dibekuk di Jakarta

BAGIKAN :

MAKASSAR – Buronan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Soedirjo Aliman alias Jentang ditangkap di Jakarta, Kamis (17/10/2019) 00.15 Wib.

Jentang, buronan Kejati Sulsel sejak awal tahun 2018 ini ditangkap oleh tim Intelejen Kejaksaan Agung (Kejagung) di Senayan.

Informasinya, Jentang ditangkap saat dia sedang nginap disebuah hotel berbintang di daerah Senayan City, Jakarta Selatan.

Wakajati Sulsel Gery Yasid menyebutkan, dia tidak tahu pasti Jentang ditangkap tim Intelejen Kejagung dilokasi atau hotel apa.

“Itu kerja intelejen, saya tidak tahu yang bersangkutan ditangkap dimana,” ungkap Gery saat beri keterangan pers, petang.

Untuk mengamankan Jentang, pengusaha asal Makassar ini. Tim Kejati Sulsel harus minta bantuan Intelejen Kejaksaan Agung.

Loading...

“Soal dimana dia ditangkap kami belum tahu, Itu kerja intelejen. Tapi kita memang minta bantuan tim Kejagung,” jelas Gery.

Pasalnya, sejak Jentang berstatus sebagai tersangka pada 1 November 2017. Awal 2018, ia lalu ditetapkan sebagai buronan.

Selama 2018, pihak Kejati Sulsel dengan berbagai cara cari dan mengendus buron Jentang. Tapi tetap saja belum ketangkap.

Dalam catatan tim Intelejen Kejagung, Jen Tan merupakan buronan Kejati sudah dua tahun, tercatat sejak 1 November 2017.

Hal tersebut merupakan Buron ke 345 sejak program tabur 31.1 dilincurkan oleh Kejaksaan Agung, pada tahun 2018 lalu.

“Kejagung punya sarana dan prasarana, ada Adiaksa Monitoring center imelacak keberadaan orang yang kita cari,” ujarnya.

Buronan atas nama Jentang, merupakan tersangka kasus dugaan tindak Pidana korupsi penggunaan sewa tanah Negara.

Lahan atau tanah itu di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar tahun 2015 dengan Kerugian Negara Rp.500 juta.

Sesuai ditetapkan berdasar Surat Perintah Penyidikan Kejati Sulawesi Selatan dalam Nomor : PRINT-509/R.4/Fd.1/11/2018.

Jentang, buronan Kejati ini pun langsung dijemput Kajati Firdaus Dewilmar setelah dia ditangkap di Jakarta, dinihari tadi.

Setelah tiba di Bandara Hasanuddin di Mandai Maros. Tim Kejati dan buronan Jen Tan akan dibawa ke kantor Kejati Sulsel.

Tiba di kantor Kejati, kemungkinan Jentang akan menjalani pemeriksaan oleh tim Jaksa lalu dilakukan penahanannya.

Jentang, buronan Kejati Sulsel langsung dijemput Kajati Firdaus Dewilmar setelah dia ditangkap di Jakarta, dini hari tadi.

Hal tersebut diungkapkan Wakajati Gery Yasid, saat memberikan keterangan pers di kantor Kejati, Jl Urip Sumoharjo, petang.

“Tim yang menjemput Jentang dipimpin langsung Kajati (Firdaus) bersama asisten pidana khusus dan tim jaksa,” ungkapnya.

Setelah tiba di Bandara Hasanuddin di Mandai Maros. Tim Kejati dan buronan Jentang lalu dibawa ke kantor Kejati.

Tiba di Kejati pukul 21.36 Wita, Jentang langsung menuju ke lantai 5, ruang Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus).

Hingga pukul 22.30 Wita, pelaku Jentang masih diperiksa tim Jaksa penyidik. Dia terlihat mengenakan rompi Pink.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel harus minta bantuan Intelejen Kejaksaan Agung untuk membekuk Sudirjo Aliman alias Jentang.

Hal tersebut diungkapkan Wakajati Sulsel, Gery Yasid, saat memberi keterangan pers di kantornya, Kamis (17/10/2019) sore.

Gery mengatakan butuh dua tahun untuk menangkap Jentang.

“Soal dimana dia ditangkap kami belum tahu, itu kerja intelejen. Tapi kita memang minta bantuan tim Kejagung,” jelas Gery.

Jentang berstatus sebagai tersangka pada 1 November 2017. Awal 2018, ia ditetapkan sebagai buronan kasus penyewaan lahan milik negara di Buloa, Kecamatan Tallo.

Jentang merupakan buron ke 345 sejak program tabur 31.1 diluncurkan Kejaksaan Agung pada tahun 2018 lalu.

“Kejagung punya sarana dan prasarana, ada Adhyaksa Monitoring center melacak keberadaan orang yang kita cari,” ujarnya.

Jentang telah ditangkap tim Intelejen Kejaksaan Agung (Kejagung) di Jakarta Pusat, Kamis (17/10) dinihari.

Setelah tiba di Bandara Hasanuddin di Mandai Maros. Tim Kejati dan buronan Jen Tan akan dibawa ke kantor Kejati Sulsel.

Tiba di kantor Kejati, kemungkinan buron Jen Tan akan menjalani pemeriksaan oleh tim Jaksa lalu dilakukan penahanan.

Tersangka Soedirjo Aliman alias Jentang tiba di kantor Kejaksaan Negeri (Kejati) Sulsel, Kamis (17/10/2019) malam ini.

Jentang, buronan Kejati yang diamankan tim Intelejen Kejaksaan Agung (Kejagung). Tiba pukul 21.36 di kantor Kejati Sulsel.

Tersangka kasus penyalagunaan lahan negara di Kelurahan Buloa, Kota Makassar ini langsung dibawa menuju ke lantai lima.

Dilantai lima gedung Kejati Sulsel di Jl Urip Sumoharjo, Panakkukang, Kota Makassar itu, adalah ruang Pidana Khusus (Pidsus).

Buronan Kejati sejak awal tahun 2018 ini, tiba dengan pesawat Citylink di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros.

Diberitakan, Jentang diamankan Intelejen Kejagung RI di sebuah hotel berbintang di Senayan City, Jakarta Selatan, dinihari.

Dalam catatan Intelejen, Jentang adalah buronan Kejati sudah dua tahun, setelah ditersangkakan sejak 1 November 2017.

Hal tersebut merupakan Buron ke 345 sejak program tabur 31.1 dilincurkan oleh Kejaksaan Agung, pada tahun 2018 lalu.

Buronan atas nama Jentang, merupakan tersangka kasus dugaan tindak Pidana korupsi penggunaan sewa tanah Negara.

Lahan atau tanah itu di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar tahun 2015 dengan Kerugian Negara Rp.500 juta.

Sesuai ditetapkan berdasar Surat Perintah Penyidikan Kejati Sulawesi Selatan Nomor : PRINT-509/R.4/Fd.1/11/2018.

Buronan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Soedirjo Aliman alias Jentang dipastikan di tahan di Rumah Tahan (Rutan) Makassar.

Hal tersebut diungkapkan Wakajati Sulsel, Gery Yasid saat ditemui di Kejati Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kamis (17/10/2019) sore.

“Iya, yang bersangkutan (Jentang) ditahan di Rutan Makassar, malam ini juga,” ungkap Wakajati Geri, saat memberi keterangan.

Lanjut Gery, saat ini Jentang  Masih berada di Jakarta. Dipastikan pukul 18.00 Wib, Jen Tan dan Tim akan berangkat ke Makassar.

“Jadi kemungkinan dia (Jen Tan) bersama tim tiba di Makassar pukul sekitar 20.30 Wita di bandara,” tambah Wakajati Gery.

Setelah tiba di Bandara Hasanuddin di Mandai Maros. Tim Kejati dan buronan Jentang akan dibawa ke kantor Kejati Sulsel.

Wakajati Sulsel, Geri Yasid saat beri keterangan pers di halaman kantor Kejati Sulsel, Jl Urip Sumoharjo.
Wakajati Sulsel, Geri Yasid saat beri keterangan pers di halaman kantor Kejati Sulsel, Jl Urip Sumoharjo. (darul/tribun-timur.com)

Tiba di kantor Kejati, kemungkinan buron Jentang  akan menjalani pemeriksaan oleh tim Jaksa lalu dilakukan penahanannya.

Diberitakan, buronan Jentang ditangkap tim Intelejen Kejaksaan Agung (Kejagung) di Jakarta Pusat, Kamis (17/10) dinihari.

Jentang  merupakan buronan Kejati Sulsel sejak dia ditetapkan sebagai tersangka, 1 November tahun 2017, dua tahun silam.

Dalam catatan tim Intelejen Kejagung, Jentang merupakan buronan Kejati sudah dua tahun, tercatat sejak 1 November 2017.

Hal tersebut merupakan Buron ke 345 sejak program tabur 31.1 dilincurkan oleh Kejaksaan Agung, pada tahun 2018 lalu.

Buronan atas nama Jen Tan, merupakan tersangka kasus dugaan tindak Pidana korupsi penggunaan sewa tanah Negara.

Lahan atau tanah itu di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar tahun 2015 dengan Kerugian Negara Rp500 juta.

Sesuai ditetapkan berdasar Surat Perintah Penyidikan Kejati Sulawesi Selatan dalam Nomor : PRINT-509/R.4/Fd.1/11/2018. (TRIBUN-TIMUR)

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami