Jebolan PB IPMIL Raya, Orasi Di Morowali Terkait Penolakkan UU Omnibus Law

NKRIPost.com, Morowali – Aliansi Serikat dan Kerukunan Bersatu unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Morowali (14/10/2020).

Dalam aksi tersebut, Aliansi Serikat dan Kerukunan Bersatu menuntut agar DPRD Kab.Morowali menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja.

Selain ada tiga serikat yang tergabung di dalam aksi, juga ada beberapa kerukunan juga nampak hadir pada aksi yang di helat pada tanggal 14/10/2020 lalu.

Satu di antaranya berasal dari tanah Luwu, Sulawesi Selatan yang di sebut Kerukunan Pekerja Luwu Raya ( KPL- Raya) yang di wakili.

Baca Juga: Pekerja Kaum Perempuan Merasa Sangat Dirugikan Jiika UU Di Omnibus Law di Sahkan

Dalam aksi tersebut, KPL- Raya mendorong perwakilannya orasi di hadapan ribuan massa untuk menyampaikan tuntunannya yang di wakili Asriyatmo Hakma

Ia menyampaikan dalam pesan orasinya, Mendesak DPRD Kab.Morowali untuk sekiranya menyampaikan aspirasi masyarakat Kab.Morowali terhadap Penolakan RUU Omnibus Law utamanya Klaster Ketenagakerjaan ini.

Loading...

“Sebaiknya pemerintah dan DPRD Morowali Secepatnya menyampaikan Aspirasi Buruh Di Morowali melalui surat penolakan,” kata Jebolan Aktivis PB IPMIL Luwu yang saat bekerja sebagai salah karyawan di kawasan PT.IMIP, Asriyatmo Hamka, Jumat 16/10/2020).

Ia menambahkan bahwa apa yang menjadi teriakkan kami pada tanggal 14/10/2020 sebagai wujud bahwa kami menolak dan alamdullillah DPRD Morowali juga welcome menerima kami dengan hasil DPRD Siap meneruskan aspirasi ketingkat lebih lanjut,Tuturnya.

Tammo salah satu aktivis muda yang berasal dari Tanah Luwu, tepatnya di Desa Tanariggela, Kec.Bua, dengan lulusan dari Kampus UVRI Makassar, pernah menjadi salah satu Pengurus Besar IPMIL Raya dan Kader HMI Cabang Makassar dan saat ini salah satu pengurus juga di KPLR sebagi Kabid Kerohanian (Rhm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *