Jangan Kaget, Ini Total Kekayaan Gatot Nurmantyo, Rakyat Wajib Tahu

SOSOK mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo kini kembali menjadi perbincangan hangat, setelah pernyataannya yang menyebut komunisme telah menyusup ke tubuh TNI viral.

Menurut purnawirawan TNI itu, adanya penyusupan tersebut setelah hilangnya patung Soeharto dkk di Markas Kostrad.

Usai masa jabatannya berakhir pada 31 Maret 2018, Gatot menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 9 Agustus 2018.

Lalu berapa kira-kira harta kekayaan mantan panglima TNI itu?

Diketahui, pada akhir masa jabatannya Gatot mengantongi harta Rp 26.683.257.860 (Rp 26,68 miliar). Ia memiliki tanah yang luas dari mulai pulau Jawa hingga Maluku.

Ia tercatat memiliki tanah dan atau bangunan di 17 titik senilai Rp 15.433.574.832. Lokasinya ada di Maluku Tengah, Bogor, Sukabumi, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Depok, Klungkung, dan Surakarta.

Loading...

Selain itu, sejumlah kendaraan mewah pun ia miliki. Seperti mobil Toyota Harrier Jeep tahun 2001 Rp 120 juta, mobil Toyota Alphard Minibus tahun 2006 Rp 385 juta, hingga mobil Toyota Kijang Super tahun 1996 Rp 40 juta.

Kemudian Gatot juga memiliki harta bergerak lain yang nilainya Rp 46 juta, kas dan setara kas Rp 10.658.683.02 dan tercatat tak memiliki hutang.

Sebelumnya, Gatot membuat pernyataan dengan mengatakan komunisme telah menyusup ke tubuh TNI karena hilangnya patung Soeharto dkk di Markas Kostrad.

Loading...

Sejumlah barang yang dihilangkan menurutnya berada di Museum Dharma Bakti, yaitu terkait dengan penumpasan komunisme di Tanah Air. Seperti diorama patung Soeharto, Sarwo Edhie, dan AH Nasution beserta tujuh pahlawan revolusi sudah hilang.

“Saya mendapat informasi walau bagaimanapun saya mantan Pangkostrad baru akhir-akhir ini disampaikan bahwa diorama bukan hanya patung Pak Harto, patung Pak Sarwo Edhie, sama Pak Nasution tapi juga tujuh pahlawan revolusi sudah tidak ada di sana,” kata Gatot pada acara webinar yang berjudul ‘TNI Vs PKI’ pada Minggu 26 September 2021.

“Dan khusus di ruangan Pak Harto mencerminkan penumpasan pemberontakan G30SPKI dikendalikan oleh Pak Harto di markasnya,” lanjutnya.

(NKRIPOST/REQnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *