“Jangan Asal Tuding”, Kata Juni Lurah Opas Indah Siap Besinergi dan Basmi Peredaran Narkoba bersama BNN serta Element Masyarakat

BAGIKAN :

NKRIPOST, PANGKALPINANG – Setelah membaca pemberitaan salah satu media Online terkemuka di Bangka Belitung, Sabtu (08/02/2020) saat dimintai keterangan oleh awak media melalui pesan singkat (What’sApp), Juni selaku Lurah Opas Angkat bicara “Jangan Asal Tuding” dan siap bersinergi dengan pihak BNN Kota Pangkalpinang seputaran Kelurahan Opas yang terbilang masuk dalam daftar merah atau rawan akan peredaran gelap narkotika seperti yang dilansirkan dalam pemberitaan beberapa waktu lalu.

Seperti kutipan dalam media tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pangkalpinang sebut Kelurahan Opas Indah Kecamatan Tamansari rawan akan peredaran gelap narkotika.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BNN Kota Pangkalpinang, Ichas Gunawan saat di konfirmasi, Kamis (6/2/2020) usai acara Musrenbang Kecamatan Taman Sari di Hotel Jati Wisata Pangkalpinang

“Sebenarnya setiap daerah pasti akan dimasuki narkoba, hanya saja untuk wilayah Taman Sari, khususnya Opas Indah merupakan suatu wilayah yang diibaratkan bom waktu yang tinggal menunggu waktu untuk meledak,” ungkapnya.

Dengan tegas, Juni selaku lurah Opas Indah yang juga mantan alumni STIE Pertiba Pangkalpinang menjelaskan bahwa pihak kelurahan opas indah setiap mengadakan pertemuan dengan para rt/rw selalu mensosialisasikan mengingatkan akan bahayanya narkoba. Karena selama ini kita selalu memberitahu rt/rw untuk memberi informasi sekecil apapun kepada pihak kelurahan terhadap kejadian – kejadian luar biasa terkait halnya seperti narkoba.

Sementara saat disinggung mengenai keterkait 6 org juru parkir (jurkir) LIAR transmart termasuk warga opas yang terjaring razia beberapa lalu dan beberapa jurkir positif test urien mengkonsumsi narkoba bahwa juni mengaku belum dapat laporan dari RT/RW setempat dan kepolisian, makanya dari pihak kecamatan taman sari mengundang BNN untuk melakukan sosialisasi tentang narkoba di musrenbang tingkat kecamatan 2020.

“Rencananya dalam waktu dekat ini pihak kelurahan opas indah juga akan mengundang BNN untuk memberikan sosialisasi outdoor langsung di tengah-tengah masyarakat yang wilayah RT nya rawan peredaran narkoba. Kami mengharapkan Peran seluruh elemen dalam penanganan narkoba yaitu: Pertama, adanya komitmen diri dimana seluruh elemen bertanggung jawab dan berkomitmen menjaga diri, keluarga, komunitas dan lingkungan dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Kedua, adanya regulasi anti narkoba. Penerbitan regulasi pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap. Ketiga, konsolidasi kekuatan. Seluruh elemen (pemerintah, swasta dan masyarakat) berkontribusi dalam P4GN. Keempat, bersih narkoba. Mewujudkan lingkungan masyarakat, pemerintahan, tempat kerja, sekolah bersih narkoba. Kelima, deteksi dini. Penyelenggaraan tes urine secara berkala di lingkungan instansi, organisasi, sekolah dan lingkungan masyarakat”, pertegas Juni kepada awak media melalui pesan singkat whatsApp.

Juni menambahkan kembali, tanpa komitmen yang kuat dan konsisten dalam memperbaiki diri, jangan berharap kehidupan kita hari ini dan besok bisa lebih baik dari hari kemarin. Banyak orang gagal bukan karena mereka tidak mampu, melainkan karena mereka tidak memiliki komitmen. Kelurahan opas indah siap perangi narkoba dengan sebuah komitmen.

“Nah siapa dalam hal ini yg disalahkan ??? Bukan pihak kelurahan atau perangkat rt/rw , tokoh masyarakat, tokoh agama nya atau babin. BNN juga jangan asal tuding kalo dari pihak kelurahan kurangnya partisipasi untuk mensosialisasikan anti narkoba. Karena selama ini pihak kelurahan opas indah tetap berkomitmen anti narkoba.Sekarang ini adalah tergantung kesadaran masyarakat itu sendiri tentang bahayanya narkoba tersebut.Intinya semua jgn saling menyalahkan. Mari kita saling bersinergi dalam memberantas peredaran narkoba. Karena kolaborasi adalah solusi”,Singgung Juni dengan tegas berharap sinergisitas tercipta nantinya demi kemajuan Kelurahan Opas Bersih dari peredaran gelap Narkotika, hingga berita ini diterbitkan Kepala BNN Kota belum bisa dihubungi dan dimintai keterangan seputaran hal tersebut. (Sumarwan)

Publikasi : 8 Februari 2020 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami