NKRI POST.

Berita Seputar NKRI

Jaga Jarak, Hindari Kerumunan Massa, Putus Matarantai Covid-19, Insya Allah Kita Menang

SHARE ya:

Jaga Jarak, Hindari Kerumunan Massa, Putus Mata rantai Covid-19, Insya Allah Kita Menang.
Penulis: Muhammad Taqwa

NKRI POST, NTB – Dalam rangka menghambat laju Corona Virus Disiase (Covid-19) di Indonesia diharapkan kepada masyarakat patuhi himbauan pemerintah Pusat maupun Daerah. Jaga jarak. Cuci tangan. Cuci kaki. jangan keluar rumah jika kurang penting. Insya Allah pasti kita menang, Perang melawan Virus Corona.

Beri motivas dan dukungan kepada pemerintah pusat maupun daerah, petugas kesehatan, Dokter, Perawat, TNI,Polri,Pol.PP.Satgas Gugus percepatan penanggulangan Corona Virus termasuk kepada rekan-rekan tercinta wartawan yang tidak mengenal lelah mengabdikan dirinya, jiwa raganya, dipertaruhkan untuk bangsa dan negara tercinta dalam rangka melawan Corona Virus. Mereka adalah pasukan terdepan. Ayo kita beri motivasi kepada mereka dan berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara.

Jangan menyalahkan siapa- siapa, tidak memancing di air keru. Ini musibah yang harus kita semua bekerjasama mendukung pemerintah dalam rangka melawan Corona Virus.

Loading...

Insya Allah, jika kita semua di Republik ini mematuhi segala komando dari pemerintah yang tengah bekerja keras melawan Conona Virus, tentu tidak lama situasi akan normal kembali.

Masjid dan rumah ibadah lainnya, kampus, dan sekolah akan dibuka secara normal jika pemerintah menilai situasi sudah pulih. Demikian pula Pedagang-pedagang kecil dipinggir jalan akan kembali disinggahi oleh pelanggan- pelanggan pembeli. Dan juga Pasar-pasar tradisionil akan kembali menggeliat seperti biasanya. Pesta-pesta di rumah dan di hotel akan kembali ramai bersenandung jika kita bekerjasama sama melawan Corona Virus dengan mematuhi segala petunjuk dari pemerintah.

Penulis menyatakan ini bukan tanpa alasan. Pemenang hadiah Nobel, penghargaan karya tertinggi yang diterima manusia, Michael Levitt yang ahli Biofisika sudah memprediksi bahwa wabah ini akan berakhir dalam waktu yang tidak lama. Prediksinya tentang wabah di China sangat akurat. Dia menyebut epidemi di daerah itu berakhir sesuai dengan prediksinya.

Cara yang paling sederhana adalah kekompakan dan keteraturan dalam menekan pergerakan penyebaran virus. Semua kita anggota masyarakat harus bertekat kuat, berparitispasi untuk menerapkannya. Mematuhi semua petunjuk pemerintah. Jika kita semua masyarakat patuh untuk menjaga jarak dan tidak bandel untuk mengada kan atau mengikuti acara keramaian, Insya Allah pasti pergerakan Corona virus akan tertekan, melambat dan dampaknya jumlah kasus baru akan menurun. Menurut pemenang Nobel itu, saat kasus baru sudah menurun, itu tentunya pertanda keberhasilan.

Bahwa untuk mempercepat kemenangan, perang melawan Corona Virus, mulai saat ini, mari berhenti mengirim berita- berita yang menakutkan tentang virus ini. Jangan mengirim berita Hoax. Mari berhenti mengirim berita berita yang membuat kepanikan. Mari berhenti mengirim video kematian orang yang sebenar nya belum tentu meninggal karena corona virus.

Dari sekarang, mari kita menghapus semua berita, video, gambar yang dianggap bisa melemahkan optimisme kita. Media tidak mengaduk berita yang memperkeruh suasana kejiwaan masyarakat. Mari memblok berita media yang merusak suasana hati. Anak-anak muda dan para mahasiswa, mari kira semua membantu pemerintah untuk sukseskan gerakan ‘physical distancing’ bukan menjadi bagian dari kelompok kerumunan yang selalu dibubarkan aparat.

Ayo kita dukung pemerintah pusat dan daerah, TNI.Polri. petugas kesehatan,dokter, perawat termasuk rekan rekan wartawan tercinta yang tidak mengenal lelah mengabdikan dirinya, jiwa raganya dipertaruh kan untuk bangsa dan negara kita. Beri motivasi kepada mereka berjuang melawan corona virus.

Bahwa untuk mempercepat kemenangan kita, mematikan virus ini, bagi yang merasakan gejalanya jangan sembunyikan, dan yang positif terkena, jangan tutupi. Ikuti cara beberapa tokoh yang secara terbuka mengakui terinfeksi, karena itu bagian dari cara untuk mengidentifikasi pergerakan virus ini dan sekaligus untuk menutup penyebarannya.Mereka itu adalah pahlawan bangsa.

Kita akan menang, kita optimis akan memasuki bulan puasa dengan kemenangan.Shoalat di rumah saja. Satu syarat utama kita secara bersama tembakkan peluru senjata ampuh kita jaga jarak aman minimal 1meter, hindari keramain. Diam di rumah saja jika tidak perlu dan bagi yang keluar pakai alat pelindung dan tetap waspada,tidak panik sembari berdoa semoga kita semua terhindar dari bencana dan Tuhan Yang Maha Kuasa melindungi kita. (Taqwa).

SHARE ya:
Loading...
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading...
error: Content is protected !!