Kategori
DAERAH

IP: Pasien Yang Diduga Terpapar Covid 19 Kecewa Dengan Pemda TTS

Nkripost, TTS – Penderitaan IP pasien 05 yang diduga terpapar Covid 19 kini menjalani isolasi selama 14 hari tanpa kepedulian pemerintah kabupaten Timor Tengah Selatan,NTT hingga hari ini, Penderitaan yang dialami korban tersebut ternyata bukan seperti yang diduga ketua gugus covid 19,dirinya hanya mengalami diagnosa TBC dan gondok.

Hal ini membuat keluarga dari pasian terduga ini mendapatkan dampak sosial yang sangat besar seperti yang terjadi saat ini, mereka dijauhi masyarakat setempat,kesulitan dalam pokok kebutuhan sehari-hari,akhirnya membuat keluarga pasien terduga itu sangat kecewa dengan pemerintah yang hanya membiarkan pasien terduga covid 19 tunggang -tungging tanpa memberikan perhatian kepada mereka.

Tutur Jhon Dacosta sebagai perwakilan dari keluarga pada saat dijumpai awak media pada hari ini selasa (29/9/2020) menurut Jhon. Apabila IP atau pasien terduga ini dikatakan positif covid-19 maka,yang ingin kami tanyakan dasar ditetapkannya status adek kami sebagai pasien positif covid-19 apa? Tanpa disadari statement yang dituduhkan itu sangat memiliki dampak besar bagi kami, sudah keluarkan statement pemerintah tidak perhatikan kami,tegasnya.

Lanjutnya,selain perlakuan dari Pemda, untuk di desa Nule kami juga mendapatkan perlakuan dari pemerintah desa yang tanpa memiliki dasar yang kuat tentang statusnya adik kami, tapi dengan spontan membawa pengeras suara dan mengumumkan ke masyarakat bahwa adik kami positif covid-19 tanpa berkordinasi dengan pihak-pihak yang harusnya punya kapasitas untuk menyampaikan. Sebagai masyarakat Jhon Dacosta berharap kejadian seperti ini semoga tidak terjadi lagi.

Selain itu di tempat terpisah Matheos Dacosta B yang adalah keluarga pasien terduga ini pada kesempatan itu mengatakan bahwa,dengan adanya isu terhadap adik kami IP yang diduga terpapar covid 19 itu akhirnya kami juga di angkut untuk melakukan cek di rumah sakit umum soe dan setelah itu dipulangkan untuk ke 18 orang ini di karantina mandiri juga. sehingga hal ini membuat kami keluarga terkucil dari lingkungan dan kami dijauhi sampai-sampai ingin berbelanja saja tidak dilayani, dua hari kami makan nasi kosong saja, Jika kondisi seperti ini, kami mau makan apa. Keluhnya.

Matheos berharap, Pemerintah harus peka terhadap kondisi ini, sehingga tidak membuat masyarakatnya seperti diterlantarkan tanpa ada kepastian hidup.

Sedangkan ketua Rt. 23 Desa Nule Kecamatan Amanuban Barat Jhoakim Dosantos saat ditemui mengatakan bahwa kondisi ini tidak diketahuinya karena tidak ada kordinasi dari pihak desa tiba-tiba saja pemberitaan di media dengan itu membuatnya kaget.

Kepala desa Nule La’asar Selan s dalam ucapanya bersama kaur bahwa Terkait Pemberitaan Ini,selaku pemerintah dalam wilayah ,himbauan yang disampaikan oleh pihak desa tidak menuduh bahwa terduga telah berada dalam status sebagai pasien positif dan kami hanya menghimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Khusus untuk perhatian bagi terdampak, kami masih menunggu petunjuk.(rey)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *