Ini Jumlah Baliho Terbanyak Paslon Pilkada Malaka Yang Terpasang Sepanjang Ruas Jalan Rusak Nanin-Nanebot

Nkripost,Malaka- Diselingi baliho Paslon SN-KT, banyak baliho Paslon SBS-WT terpasang di ruas jalan yang rusak yang melintasi wilayah Desa Nanin menuju Desa Nanebot di Kecamatan Rinhat Kabupaten Malaka kurang lebih sepanjang 10 kilometer. Jumlah baliho dan spanduk Paket SBS-WT sebanyak 13 lembar. Sedangkan, jumlah baliho Paket SN-KT sebanyak 2 lembar.

Ini pengalaman yang dirasakan ketika Paket SN-KT dan rombongan berangkat menuju lokasi kampanye di Desa Nanebot Kecamatan Rinhat. Paket SN-KT dan rombongan kayak bergoyang ria tanpa iringan musik. Kondisi ruas jalan sepanjang Desa Nanin-Nanebot rusak parah karena tidak diperbaiki hingga saat ini. Kondisi jalan itu tidak jauh berbeda dengan sebagian besar ruas jalan di wilayah daerah pemilihan tiga Kabupaten Malaka.

Juru kampanye (jurkam) asal PSI, Lambertus Seran begitu memprihatinkan ruas jalan sepanjang wilayah Desa Nanin dan Desa Nanebot. “Tadi kami datang goyang-goyang,” ujar Lambertus dalam orasi saat kampanye Paslon SN-KT di Desa Nanebot Kecamatan, Selasa (10/11/20).

Sesuai pantauan, memang banyak baliho pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Malaka yang dipasang baik itu di pinggir jalan maupun pekarangan rumah warga. Nampak warga begitu antusias menghadapi hajatan Pilkada Malaka.

Jumlah baliho Paslon SBS-WT lebih banyak Paslon SN-KT. Kondisi jalan demikian menandakan masyarakat dan kondisi wilayah dua desa tersebut masih udik dan terisolir. Warga hidup dalam suasana keterbatasan.

Ironis memang, aparat pemerintah Desa Nanebot menekan dan membatasi warga untuk tidak boleh mengikuti kampanye Paslon SN-KT. Padahal, kampenye itu perlu didengar semua orang karena berkaitan dengan visi-misi membangun daerah dalam rangka mengubah nasib dan kondisi hidup masyarakat.

Loading...

Aparat Desa Nanebot membatasi warga untuk tidak ikut kampanye SN-KT dengan menggelar kerja bakti pembersihan lingkungan sekitar Danau Nanebot. Karena aparat Desa Nanebot tersebut, dua warga diaspora asal Nanebot masing-masing Siprianus Klau dan Fredy Tahadi Bria bertemu aparat Desa Nanebot untuk meminta klarifikasi.

Ternyata, klarifikasi itu membuahkan hasil. Kepala Desa Nanebot, Metriana Hoar Seran membubarkan warga yang sebelumnya diperintahkan untuk membersihkan lingkungan sekitar Dana Nanebot.

Warga Diaspora asal Nanebot, Siprianus Klau merasa terpanggil untuk pembangunan dan keadilan di kampung halaman. “Saya seorang wartawan, terus menulis, menulis, menulis. Karena ingat kampung halaman. Saya merasakan ketidakadilan di sini,” kata Ipy, demikian akrab disapa.

Loading...

Warga Diaspora lain, Fredy Tahadi Bria mengatakan masyarakat Desa Nanebot tidak boleh dibatasi untuk mendengar kampanye visi-misi program paslon Pilkada Malaka. Kampanye visi-misi program sangat penting agar diketahui untuk memilih pemimpin yang tepat dan berguna dalam rangka mensejahterakan kehidupan masyarakat.

Jadi, masyarakat jangan takut berpolitik dan perlu hadir dalam kampanye paslon untuk menentukan pemimpin yang memiliki dan memperjuangkan kepentingan pro rakyat. Masyarakat perlu melawan kepentingan yang tidak pro rakyat. SN-KT, pemimpin yang tepat untuk membangun Malaka termasuk wilayah dan masyarakat Desa Nanebot. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *