Ini Dasar Pemikiran, Kenapa Jembatan ATJ Dan Jalan Bung Karno-Kubar Dibuat, Ismail Thomas : Semata Ingin Sejahterakan Masyarakat

Nkripost, Kutai Barat – Mantan bupati Kutai Barat dua periode (2006-2016) Ismail Thomas SH.M.Si kini angkat bicara mengapa dirinya membangun jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ) dan jalan Simpang Ombau – Juaq Asa – Linggang Amer dan Mencelew kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur.

Pria kelahiran Linggah Melapeh, 31 Januari 1955 ini menuturkan sepenggal cerita saat diwawancarai media ini di Kutai Barat, 13/11/2020.
“Pertama kalau kita membangun itu harus ada dasar pemikiran kenapa perlu dibangunnya jembatan ATJ, tujuannya ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat Mook Manaar Bulant (MMB)”,jelas Thomas.

Anggota Komisi VII DPR RI ini menyebut jika ada jembatan maka warga dari kecamatan MMB yang akan ke Ibu kota kabupaten lebih cepat.
“Ada asas manfaatnya kalau ada urusan ke ibu kota ada yang sakit, mau melahirkan menuju ke Rumah Sakit tidak lagi menunggu kapal atau Veri penyeberangan, kan lebih mudah kalau ada jembatan”,ungkap pria yang pernah menjadi Anggota DPRD Kutai Barat tahun 2000-2001 ini.

Jembatan penyeberangan sungai Mahakam ini juga memperpendek jarak dari Kutai barat ke Kabupaten Kutai Kartanegara bahkan Kota Samarinda.
“Setelah di hitung ternyata kalau lewat jembatan Melak menuju ke kampung/desa Abit, Abit berbatasan dengan Kutai Kartanegara (Kukar), Kukar ke Kahala lanjut ke Samarinda itu 127 kilo meter (KM) lebih dekat. Kan bisa menghemat biaya, seperti anak sekolah, yang berjualan, mau ke Tenggarong, ke kota Samarinda itu lebih dekat, murah, hemat dan lebih cepat dengan begitu bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,”kata mantan wakil bupati Kubar 2001-2006 ini.

Atas dasar pertimbangan itu Thomas memprioritaskan pembangunan jembatan saat dirinya terpilih jadi bupati Kubar tahun 2006. Namun ATJ baru bisa dibangun tahun 2011 dengan skema multi years mulai 2011-2015. Namun hingga akhir masa jabatan Ismail Thomas dan H.Didiek Effendi belum bisa selesaikan mega proyek tersebut.

“Saya berakhir 2016 tetapi 2015 akhir saya anggarkan lagi untuk ATJ sebesar 100 Milyar lebih dan APBD nya sudah ditetapkan oleh DPRD Kubar,”jelas suami Lucia Mayo tersebut.
Dalam dokumen anggaran APBD Nomor : 170/7578/DPRD-KB/XI/2015 tanggal 24 November 2015 itu ditandatangani ketua DPRD (almarhum) Jackson John Tawi, wakil ketua Arkadius Elly dan Paul Vius.

Loading...

Sementara untuk jalan Bung Karno dari simpang Ombau – Juaq Asa -Linggang Amer tembus Mencelew juga di anggarkan bersamaan proyek ATJ senilai 114 milyar lebih.
“Pemikiran saya bikin jalan ini bukan untuk gagah-gagahan, dengan adanya jalan lurus dari Mencelew hingga simpang Ombau maka masyarakat dari Linggang Bigung, Long Iram bahkan dari Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) kalau mau ke Ibu Kota lebih dekat. Logikanya kalau lebih dekat semuanya lebih ekonomis,”ujar mantan ketua DPC PDIP Kubar 2001-2018.

Dengan adanya jalan sepanjang 13,7 Km ini tidak hanya membuka akses tetapi membuka pemukiman baru.
“Kalau saya buka jalan ini berarti ada pemukim baru, orang bakal bikin rumah di pinggir jalan beraspal yang mulus itu, karena ini kan membelah kampung ibu kota ini sendiri membelah kampung daerah Ombau, Juaq, Amer dan Mencelew tentu masyarakat akan berbondong-bondong bikin rumah artinya meningkatkan lagi taraf hidup ekonomi masyarakat,”beber dia.
“Selain jarak tempuh menjadi lebih dekat, kesempatan untuk keluarga-keluarga baru membangun rumah itu pasti,”lanjut Thomas anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi Energi, Riset dan Teknologi.

Sayangnya menurut Thomas anggaran yang sudah disiapkan baik untuk kelanjutan ATJ maupun jalan Bung Karno tak digunakan pemerintah setelahnya.
“Kalau bicara soal mana jalan yang prioritas dan tidak ya itu tidak bisa, semua akses jalan itu sangat di butuhkan oleh masyarakat kita, kan kasihan masyarakat yang ada di Mook MMB selama ini menggunakan kapal penyeberangan/veri kalau mau ke ibu kota.

Loading...

Thomas juga menyangsikan jika pembangunan jembatan itu tertunda karena ada kasus. Sebab kasus korupsi baru diungkap lembaga anti rasuah (KPK) akhir tahun 2018. Sedangkan anggaran sudah disiapkan sejak 2016.
“Jadi sangat di sayangkan kenapa tidak di pakai anggaran itu, kemudian malah bikin issue di masyarakat seolah-olah jembatan ATJ ini ada kasus.

“Melalui kesempatan ini saya sampaikan bahwa itu tidak benar, itu bohong, karena yang ada kasus itu adalah oknum di PT Waskita Karya (WK). Dimana pejabat di PT WK membuat 14 proyek fiktif di seluruh Indonesia termasuk di jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ),”pungkas Ismail Thomas, SH.,M.Si politisi PDI Perjuangan.

NKRIPOST KALTIM – JOHANSYAH.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *