Ini Daftar Terbaru Orang Terkaya di Indonesia, Nomor 1 dan 2 Bikin Kaget

DETIK orang terkaya di Indonesia kembali diperbaharui majalah Forbes lewat ‘The World’s Real-Time Billionaires’.

Forbes pun melakukan pembaharuan pada data orang terkaya ini setiap hari.
Nama-nama besar sudah tidak asing menempati posisi ini.

Hartono bersaudara salah satunya. Kedua bersaudara yang merupakan pemilik bank swasta besar BCA sekaligus pemilik perusahaan rokok Djarum masih memimpin daftar crazy rich di Indonesia.

Meski begitu, secara statistik, Robert Budi Hartono hartanya mengalami penurunan US$ 129 juta atau sekitar Rp 1,87 triliun per hari ini Rabu (28/7/2021).

Meski begitu, total kekayaannya masih sebanyak US$ 18,2 miliar atau sekitar Rp 263 triliun.

Sedangkan saudaranya, Michael Hartono hartanya tercatat US$ 17,5 miliar atau sekitar Rp 253 triliun.

Loading...

Sama seperti Robert Budi, Michael mengalami penurunan harta secara harian juga, sekitar US$ 124 juta atau sekitar Rp 1,79 triliun.

Namun dalam 10 orang terkaya di Indonesia, ada nama Jerry Ng yang merupakan bos Bank Jago, mengalami kenaikan harta yang cukup besar dari nama lainnya dalam daftar.

Jerry sendiri berhasil menembus 10 besar dalam hitungan bulan setelah dirinya mengawali debut masuk daftar dalam 50 besar orang terkaya di akhir tahun 2020.

Loading...

Hartanya naik sekitar US$ 296 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun, total harta Jerry NG mencapai US$ 4,7 miliar atau sekitar Rp 68 triliun.

Berikut ini daftar 10 orang terkaya di Indonesia paling baru:
1. Robert Budi Hartono – US$ 18,2 miliar atau Rp 263 triliun
2. Michael Hartono – Us$ 17,5 miliar atau Rp 253 triliun
3. Sri Prakash Lohia – US$ 6,2 miliar atau Rp 89 triliun
4. Prajogo Pangestu – US$ 5,5 miliar atau Rp 79 triliun
5. Jerry NG – US$ 4,7 miliar atau Rp 68 triliun
6. Chairul Tanjung – US$ 4 miliar atau Rp 58 triliun
7. Eddy Kusnadi Sariaatmadja – US$ 3,6 miliar atau Rp 52 triliun
8. Tahir – US$ 3,4 miliar atau Rp 49 triliun
9. Djoko Susanto – US$ 2,4 miliar atau Rp 34 triliun
10. Mochtar Riady – US$ 2 miliar atau Rp 29 triliun.

PROFIL Budi Hartono Orang Terkaya di Indonesia

Profil Budi Hartono baru-baru ini menjadi sorotan setelah dirinya mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi.

Surat tersebut merupakan bentuk ketidaksetujuan pemilik Grup Djarum ini atas keputusan pemerintah dalam memberlakukan PSBB kembali.

Nama Budi Hartono memang sudah tidak asing lagi didengar. Sosoknya selalu dikenal sebagai orang terkaya di Indonesia.

Lantas, seperti apa sebenarnya sosok seorang Budi Hartono? Simak profil Budi Hartono berikut ini.

Loading...

Latar Belakang

Robert Budi Hartono atau Oei Hwie Tjhong lahir di Semarang, 28 April 1940. Beliau adalah seorang pengusaha keturunan Tionghoa-Indonesia dan anak kedua dari pendiri perusahaan Djarum, yaitu Oei Wie Gwan.

Budi Hartono memiliki seorang kakak bernama Michael Bambang Hartono alias Oei Hwie Siang.

Dirinya menikah dengan Widowati Hartono atau yang lebih akrab disapa Giok Hartono.

Loading...

Dari pernikahan ini, keduanya dikaruniai tiga orang putra, yakni Victor Hartono, Martin Hartono, dan Armand Hartono.

Bisnis dan Kekayaan Budi Hartono

Perjalanan bisnis seorang Budi Hartono tak terlepas dari sang kakak, Bambang Hartono.

Awalnya, kakak beradik ini dihadapkan dengan perusahaan sang ayah, Djarum, yang sedang mati suri.

Loading...

Melalui tangan dingin keduanya, Djarum kembali bangkit dan berhasil merebut pangsa pasar.

Pada tahun 1972, perusahaan tersebut bahkan tidak hanya memasarkan produknya di dalam negeri, tetapi juga mengekspor ke luar negeri.

Permintaan pasar yang semakin meningkat kemudian membuat keduanya melakukan modernisasi peralatan pabrik.

Salah satu produk hasil modernisasi yang menjadi andalan perusahaan ini adalah Djarum Filter. Rokok ini menjadi salah satu rokok paling laris di pasaran.

Kesuksesan Djarum kemudian membuat Budi Hartono dan sang kakak mulai mengembangkan perusahaan tersebut menjadi sebuah grup bisnis.

Dari sinilah mereka melebarkan sayap dengan berinvestasi di berbagai industri bisnis lain, seperti perbankan, elektronik, dan kini e-commerce.

Robert dan Michael tercatat sebagai pemegang saham terbesar di Bank Central Asia (BCA). Melalui PT. Dwimuria Investama Andalan, keduanya menguasai 54.94% saham bank swasta tersebut.

Sejak tahun 2008, mereka juga memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 65.000 hektar di Kalimantan Barat.

Keduanya juga memiliki sejumlah properti lain, seperti Grand Indonesia dan Polytron.

Grup Djarum kini juga melebarkan sayap di industri digital dengan membangun perusahaan e-commerce, yakni Global Digital Niaga (Blibli.com) dan membeli situs online populer Kaskus.

Budi Hartono juga merupakan pendiri yayasan PB Djarum sejak 1969 silam. Yayasan tersebut berhasil melahirkan pebulutangkis legendaris Indonesia, seperti Liem Swie King, Alan Budi Kusuma, dan Icuk Sugiarto.

Pada 2020, total kekayaan Budi Hartono yang dicatat Forbes mencapai US$ 13.6 miliar. Angka tersebut kembali menempatkan Budi Hartono sebagai orang terkaya di Indonesia.

Namun, jika dilihat kebelakang angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Banyak analis yang mengungkapkan bahwa kekayaan Budi Hartono mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19.

Kontroversi Budi Hartono

Pada 2019, Budi Hartono dan yayasan PB Djarum miliknya menjadi sorotan media.

Saat itu, PB Djarum memutuskan untuk menghentikan beasiswa umum bulu tangkis yang telah digelar sejak tahun 2006 silam.

Keputusan tersebut dibuat atas permintaan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), kementerian, serta lembaga terkait lainnya.

Pasalnya, KPAI menganggap Djarum Foundation selama ini telah melakukan eksploitasi anak sebagai citra brand dagang rokok Djarum.

Keputusan ini tentu sangat disayangkan karena banyak atlet bulutangkis berbakat Indonesia yang ditemukan melalui program audisi umum PB Djarum ini.

Baru-baru ini, Budi Hartono juga menjadi sorotan setelah dikabarkan menyurati presiden Joko Widodo. Surat tersebut dibuat menyusul kabar pemberlakuan kembali PSBB di DKI Jakarta.

Dalam surat tersebut, beliau menyatakan bahwa PSBB bukan merupakan solusi terbaik dari meningkatnya angka masyarakat yang terinfeksi Covid-19.

Ketimbang PSBB, Budi Hartono menyarankan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas tempat isolasi masyarakat serta pemberian sanksi atau hukuman kepada masyarakat yang melanggar aturan.

PROFIL Michael Bambang Hartono

Beberapa waktu yang lalu, jagat dunia maya dihebohkan dengan foto Bambang Hartono sedang makan di warung sederhana yang menjual tahu pong.

Michael Hartono merupakan pemilik PT Djarum yang dinobatkan forbes sebagai orang terkaya di Indonesia.

PT Djarum adalah salah satu perusahaan besar milik keluarga Hartono yang memproduksi rokok.

Saat ini perusahaan tersebut dimiliki oleh dua orang bersaudara bernama Michael Bambang Hartono dan adiknya Robert Budi Hartono.

Michael dan adiknya, Robert Budi Hartono, mewarisi Djarum setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, meninggal pada tahun 1963.

Oei Wie Gwan meninggal tidak lama setelah pabrik rokok Djarum terbakar habis.

Michael dan Robert bekerjasama mengibarkan bendera Djarum hingga ke luar negeri.

Saat ini Djarum mendominasi pasar rokok kretek di Amerika Serikat, jauh melebihi Gudang Garam dan Sampoerna.

Selain sebagai pemilik dari PT.Djarum. Bambang hartono juga menjadi pemilik saham terbesar di Bank BCA dan memiliki berbagai bisnis lainnya seperti bisnis digital, elektronik dan pemilik Djarum Foundation.

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah biografi lengkap Michael Bambang Hartono.

Biografi singkat Michael Bambang Hartono

Michael Hartono merupakan pengusaha kelahiran Semarang, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939, memiliki nama lengkap Michael Bambang Hartono dan nama mandarin Oei Hwie Siang.

Michael Hartono merupakan pemilik perusahaan rokok kretek Indonesia, PT Djarum.

Ia bersama adiknya Robert Budi Hartono mewarisi PT Djarum setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, meninggal pada tahun 1963, dan ibunya bernama Goei Tjoe Nio.

Sepeninggal ayahnya, Michael Hartono dan Robert Hartono bahu-membahu meneruskan bisnis rokok dan perlahan tapi pasti, Djarum mulai berkembang pesat.


Karir di PT Djarum

PT Djarum adalah perusahaan yang memproduksi rokok kretek lintingan tangan dan rokok lintingan mesin yang sangat populer dan diproduksi dalam skala besar.

Awalnya, perusahaan ini hanya membuat rokok kretek lintingan tangan namun pada awal tahun 1970 rokok klintingan mesin mulai diperkenalkan ke pasaran, meskipun rokok kretek lintingan tangan tetap dikerjakan secara manual oleh buruh terampil.

Setelah mewariskan Djarum, Michael Hartono memulai karir menjadi direktur PT Djarum.

Bersama adiknya, ia berambisi untuk membesarkan Djarum di kancah bisnis dunia.

Hingga akhirnya, Michael Hartono dan Robert Hartono berhasil membuat pabrik rokok Djarum semakin berkembang dan menjadi perusahaan yang mapan.

Hingga pada tahun 1972, ditengah besarnya pasar domestik untuk rokok kretek, Djarum mulai mengekspor kretek lintingan tangan dan lintingan mesin ke pengecer tembakau di seluruh dunia, diantaranya ke Republik Rakyat Tiongkok, Korea, Jepang, Belanda, dan Amerika Serikat.

Lalu Djarum Super diperkenalkan tahun 1981 dan diikuti Djarum Special diperkenalkan di Amerika Serikat pada tahun 1983.

Hingga saat ini, beberapa merk Djarum untuk pasar internasional, seperti Djarum Cherry, LA Menthol Lights, Djarum Menthol, LA Lights, Djarum Vanilla, Djarum Black Supersmooth, dan Djarum Black Menthol Supersmooth telah menguasai tujuh puluh persen pasar rokok kretek internasional.

Selain berkarir di industri rokok, saat ini Michael dan Robert merupakan pemegang saham terbesar dari Bank Central Asia (BCA).

Mereka berdua melalui Farindo Holding Ltd. menguasai 51 persen saham BCA.

Selain itu, mereka juga memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak tahun 2008, serta sejumlah properti di antaranya pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik.

Beberapa Bisnis Grup Djarum
Melalui PT Dwimuria Investama Andalan (anak usaha Djarum Group), Michael dan Robert membeli saham Bank Central Asia (BCA).

BCA merupakan bank swasta terbesar di Indonesia yang sebelumnya bagian dari Grup Salim yang saat ini saham mayoritas bank (54,94%) dikendalikan oleh Djarum.

Tidak hanya berkarir di dunia perbankan, beberapa sektor usaha grup djarum salah satunya bisnis Sawit.

Lewat PT Hartono Plantation Indonesia, Grup Djarum mengelola hampir 30.000 hektar kebun sawit yang mengambil lokasi di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Tahun 1978, Michael dan Robert mulai mencoba bisnis di industri elektronik dengan memproduksi barang elektronik yang dikenal dengan merek Polytron.

Mereka juga memiliki bisnis properti, diantaranya WTC Mangga Dua, Grand Indonesia, Apartemen Kempinski Residences.

Tidak hanya sukses dalam dunia bisnis, pada Asian Games 2018 Michael Hartono juga berkontribusi dalam sektor olahraga.

Ia sukses memenangkan medali perunggu di cabang olahraga bridge di Asian Games 2018.

Dan Michael Hartono memberikan bonus yang didapatkan dari Asian Games akan “dikembalikan” untuk dimanfaatkan sebagai modal pengembangan olahraga banting kartu itu.

Hingga pada 2019, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Robert Budi Hartono dan Michael Hartono menduduki peringkat pertama dengan total kekayaan 38 miliar dollar AS.

Michael Hartono sendiri menduduki peringkat ke 56 dengam total kekayaan 18.5 milliar dollar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *