Ini 5 Alasan Jenderal Napoleon Hajar M Kece di Tahanan

Ini 5 Alasan Jenderal Napoleon Hajar M Kece di Tahanan

20 September 2021 0 By Tim Redaksi

IRJEN Pol Napoleon Bonaparte melalui kuasa hukumnya, Haposan Batubara menyampaikan lima alasan terkait penganiayaan terhadap tersangka penistaan agama Muhammad Kosman alias Muhammad Kece di tahanan Mabes Polri.

Salah satu poin yang disampaikan yakni tindakan yang dilakukan Kece dianggapnya membahayakan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Kelima alasan tersebut dibuat dalam bentuk surat terbuka yang beredar luas di kalangan jurnalis, Minggu (19/9/2021).

Loading...

Berikut isi surat yang berisi lima poin tersebut:

Surat Terbuka. Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air. Sebenarnya saya ingin berbicara langsung dengan saudara-saudara semua, namun saat ini saya tidak dapat melakukannya.

Terkait simpang-siurnya informasi tentang penganiayaan terhadap Kece, dapat saya jelaskan sebagai berikut:

  1. Alhamdulillah YRA, bahwa saya dilahirkan sebagai seorang muslim dan dibesarkan dalam ketaatan agama Islam yang rahmatan Lil ‘alamin.
  2. Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allah-ku, Al-qur’an, Rasululloh SAW, dan akidah Islam-ku. Karenanya, saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya.
  3. Selain itu, perbuatan Kece dan beberapa orang tertentu telah sangat membahayakan persatuan, kesatuan dan kerukunan umat beragama di Indonesia.
  4. Saya sangat menyayangkan bahwa sampai saat ini pemerintah belum juga menghapus semua konten di media, yang telah dibuat dan dipublikasikan oleh manusia-manusia tak beradab itu
  5. Akhirnya, saya akan mempertanggung jawabkan semua tindakan saya terhadap Kace. Apapun resikonya semoga kita semua selalu berada dalam perlindungan Allah SWT, dan hidup rukun sebagaimana yang ditauladani oleh para pendiri bangsa kita.

PROFIL IRJEN NAPOLEON

IRJEN Napoleon Bonaparte juga merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988, kelahiran 26 November 1965.

Karirnya mulai moncer usai menjabat pertama kali sebagai Kapolres Ogan Komering Ulu Polda Sumatera Selatan pada 2006 silam.

Dua tahun setelahnya, karirnya melejit hingga menjabat sebagai wakil direktur Reskrim Polda Sumatera Selatan pada 2008.

Hanya setahun berselang, ia langsung didapuk sebagai direktur Reskrim Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2009.

Pada 2011, barulah Irjen Napoleon dipanggil untuk mulai berkarir di Mabes Polri.

Ia memulai menjabat sebagai Kasubdit III Dittipidum Bareskrim Polri.

Setahun setelahnya ia menjabat Kabagbinlat Korwas PPNS Bareskrim Polri pada 2012 dan menjabat sebagai Kabag Bindik Dit Akademik Akpol pada 2015.

Irjen Napoleon memulai karir sebagai bagian dari interpol pada 2016.

Pertama kali ia menjabat sebagai Kabagkonvinter Set NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri hingga menjadi ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri pada 2017.

Tiga tahun setelahnya, ia kemudian menjabat sebagai Kadiv Hubinter Polri menggantikan Irjen Pol (Purn) Saiful Maltha pada 3 Februari 2020.

Namun baru lima bulan menjabat, dia dimutasi karena diduga lalai mengawasi bawahannya hingga terbitnya penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Dia kini menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama Itwasum Polri terhitung sejak 17 Juli 2020.

Biodata

Dilansiir dari wikipedia, Irjen. Pol. Drs. Napoleon Bonaparte lahir 26 November 1965 (umur 54 tahun).

Seorang perwira tinggi Polri yang sejak 17 Juli 2020 mengemban amanat sebagai Analis Kebijakan Utama Itwasum Polri.

Napoleon Bonaparte, lulusan Akpol 1988 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri.

Riwayat Jabatan:

  • Kapolres Ogan Komering Ulu Polda Sumsel (2006)
  • Wadir Reskrim Polda Sumsel
  • Dir Reskrim Polda DIY
  • Kasubdit III Dittipidum Bareskrim Polri
  • Kabagbinlat Korwas PPNS Bareskrim Polri (2012)
  • Kabag Bindik Dit Akademik Akpol (2015)
  • Kabagkonvinter Set NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri (2016)
  • Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri (2017)
  • Kadiv Hubinter Polri (2020)
  • Analis Kebijakan Utama Itwasum Polri (2020.

(NKRIPOST/Inews)