Inhu; Tata Cara Penyaluran BBM Subsidi kepada Masyarakat Pengguna, SPBU 14. 293. 656 Rengat Barat Layani Ratusan Jeringen Dilansir Menggunakan Pick up

Video Investigasi Awak Media

NKRI post.RIAU | Inhu – Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) yang bernomor izin, 14. 293. 656 di Kelurahan Rengat Barat, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Melayani ratusan jerigen pada malam harinya, dan menjual kepada unit mobil perusahaan CPO. Setelah pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium dan Solar dari Pertamina sampai di SPBU tersebut, hal ini terpantau oleh awak media NKRIPOST.com pada hari Minggu (11/10/2020) pukul 22 : 40 wib.

Ratusan jerigen yang dilansir dengan menggunakan unit mobil pickup dari berbagai jenis yang bertutup dengan tarpal bahkan, mobil pribadi pun ada, diduga sudah di modifikasi. Aturan Pemerintah hanya tinggal aturansaja, seakan-akan tidak ada tindakan dari penegak hukum, sehingga merajalela.

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilarang melayani konsumen (Pembeli) Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan jerigen. Peraturan itu telah tertuang dalam Standard Operating Procedure (S O P), yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Sepertinya SPBU yang bernomor 14. 293. 656, tidak menghiraukan aturan Pemerintah tersebut, dalam prosedur penyaluran BBM kepada masyarakat pengguna, juga diduga terjadinya pembiaran di wilayah hukum Polisi Sektor (Polsek) Rengat Barat, jajaran Polres Inhu.

Berlangsung beberapa jam  kemudian, ketika dimintai keterangan tentang temuan tersebut oleh awak media via WhatsApp di nomor,  0813 7115 97xx, kepada petugas SPBU yang berwenang berinisial Yanto, ia mengatakan,” kenapa tidak kekantor tadi, saya ada di kantor sampai jam 12 malam, biasanya kalau media dari Pekanbaru yang lewat disini, mereka langsung kekantor aja, sambil meminta, jangan diterbitkan pemberitaan ini,” pungkas Yanto, petugas SPBU.

Sistem penyaluran BBM seperti ini, sudah jelas sangat merugikan masyarakat pengguna BBM, dan bisa mengakibatkan kelangkaan BBM di seputaran wilayah SPBU tersebut pada siang harinya, jelas melanggar Undang-Undang Migas dan Peraturan Presiden (PerPres), Nomor 15 tahun 2012. tentang harga jual eceran dan pengguna jenis BBM tertentu, larangan bagi SPBU, tidak boleh melayani konsumen dengan menggunakan jerigen dan menggunakan mobil yang sudah dimodifikasi.

Loading...

Dengan melayani pembelian menggunakan jerigen, SPBU di Kelurahan Rengat Barat ini, telah melanggar aturan dan juga tidak safety, apalagi jerigen terbuat dari plastik, bahan yang mudah terbakar karena panas, baik itu panas knalpot maupun udara.

Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2012, jelas telah diaturnya larangan dan keselamatan. Peraturan itu menerangkan secara detail tentang konsumen pengguna. SPBU tidak diperbolehkan melayani jerigen.

Namun SPBU yang bernomor 14. 293. 656 di Kabupaten Indragiri Hulu ini, tidak mengikuti semua aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah tersebut, dalam per undang-undangan, juga aturan yang sudah ditetapkan dalam Standard Operating Procedure (S O P) tentang penyaluran Bahan Bakar di seluruh SPBU Pertamina yang ada di Negara ini. ***[Budiman]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *