Ingat Lutfiana Ulfa? Gadis yang Dinikahi Syekh Puji saat Berusia 12 Tahun, Begini Kabarnya Sekarang

Ingat Lutfiana Ulfa? Gadis yang Dinikahi Syekh Puji saat Berusia 12 Tahun, Begini Kabarnya Sekarang

15 September 2021 0 By Tim Redaksi

INGATKAH kalian dengan pasangan viral Syekh Puji dengan sosok wanita cantik yang masih berusia belia Lutfiana Ulfa?

Ya, tentu masih segar diingatan, beberapa tahun silam, mendadak nama Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji jadi sorotan.

Dulu lugu dan polos. Dialah Lutfiana Ulfa yang kini menjadi istri muda Syekh Puji.

Loading...

Pernikahannya pada 2008 lalu di usia 12 memicu kehebohan di tanah air.

Komnas Anak ikut mengkritisi, bahkan menentang pernikahan Lutfiana Ulfa dengan Syekh Puji kala itu.

Bagaimana tidak, Syekh Puji yang sudah berumur kala itu berani menikahi seorang gadis kecil bernama Ulfa.

Pasangan beda usia ini langsung viral serta sosok Lutfiana Ulfa ikut menjadi perbincangan.

Setelah pernikahannya dengan Ulfa gadis 12 tahun ramai diperbincangkan, ternyata Syekh Puji sempat mendekam di penjara.

Pada November 2010 lalu, Syekh Puji mendekam di penjara karena terbukti melanggar Pasal 81 UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Karena itu ia sempat berpisah sementara dengan Ulfa tetapi bukan untuk pembatalan pernikahan.

Kemudian pada 2012, Syekh Puji baru mendapatkan izin poligami ketika istri mudanya Ulfa berusia 16 tahun.

Sejak dirinya mendekam dalam penjara, kabar Syekh Puji dan istri mudanya tersebut tak lagi menjadi sorotan.

Kabar tentang keduanya lambat laun tenggelam dan tak lagi menjadi perhatian publik.

Rupanya pernikahan yang dulu sempat membuat ramai dan diragukan banyak orang karena jarak usia mereka.

Justru masih bertahan dengan penuh keharmonisan dan kasih sayang.

Lantas bagaimkana kabar Lutfiana Ulfa? Gadis 12 Tahun yang Dinikahi Syekh Puji Itu, berikut ulasannya.

Syekh Puji yang beda usia 28 tahun dengan Ulfa itu kini hidup harmonis tanpa ada kabar miring yang terdengar.

Sempat dicibir orang lantaran pernikahan keduanya terpaut jarak usia, namun kini rumah tangga Syekh Puji dan Ulfa malah harmonis.

Bahkan Syekh Puji dan Ulfa sudah dikaruniai 2 orang anak hasil pernikahan mereka.

Kini Ulfa sudah berbeda penampilan dari yang dulu, tampak dewasa, cantik dan modis usai menjadi ibu.

Tak heran jika banyak orang yang merasa pangling melihat perubahan dari Ulfa yang dulu masih terlihat bocah.

Aura keibuannya pun lebih terpancar setelah memiliki dua anak kandung dari Syekh Puji.

Tak hanya Ulfa yang mengalami banyak perubahan, kehidupan Syekh Puji sekarang pun jauh berbeda.

Lelaki yang dulunya hobi pamer, sekarang justru menyibukkan diri dan fokus pada usahanya melalui PT Sinar Lendoh Terang (Silenter).

Syekh Puji dikenal sebagai seorang yang kaya-raya dari usahanya berbisnis kerajinan dari kuningan melalui perusahaan PT Sinar Lendoh Terang (Silenter) yang dipimpinnya.

Perusahaan ini memproduksi kaligrafi berlapis kuningan yang diekspor dengan pendapatan bersih lebih dari Rp 300 juta per bulan.

Loading...

Syekh Puji juga pernah mencalonkan diri sebagai kandidat DPRD dari Partai Amanat Nasional pada Pemilu 2004, namun tidak terpilih.

Ia memang dikenal sebagai orang yang agak eksentrik.

Syekh Puji tercatat sebagai calon bupati Semarang terkaya tahun 2005 dengan kekayaan sebesar Rp. 70,6 miliar.

Masa Lalu Ulfa

Pada bulan Desember 2006 ia pernah dibacok seseorang ketika memimpin demonstrasi.

Lantas bagaimana kisah masa lalu Ulfa saat dulu dinikahi Syekh Puji?. Berikut ulasan lengkapnya.

Syekh Puji alias Pujiono Cahyo Widianto menikahi Lutfiana Ulfa 11 tahun silam.

Mereka menikah di tahun 2008 disaksikan orangtua, keluarga, kerabat, karyawan, santri dan tetangga yang berjumlah ratusan.

Pernikahan Syekh Puji dan Ulfa saat itu tanpa ada paksaan dan dengan restu orangtua Ulfa.

Pernikahan dilakukan dengan berdasarkan cinta dan atas kesepakatan dari Syekh Puji dan Ulfa, dimana keduanya ingin membentuk keluarga yang bahagia.

Kabar pernikahan Syekh Puji dan Ulfa memicu kecaman berbagai pihak, yang antara lain menilai Syekh Puji melanggar Undang-undang tentang Perkawinan dan memperlakukan seorang anak gadis kencur tak semestinya.

Bahkan sejumlah aktivis LSM pembela perempuan dan anak melaporkan pria berewokan tersebut ke Polda Jateng.

Setelah mencuatnya kasus pernikahan pasangan yang beda jauh usia itu, Kak Seto selaku Ketua Komnas Anak meminta agar pernikahan tersebut dibatalkan.

Permintaan ini disampaikan Kak Seto saat pertama kali bertemu Syekh Puji di rumahnya, Selasa (28/10), dan Puji menyatakan bersedia mengembalikan Ulfa ke orangtua.

Dalam kenyataannya, ternyata Syekh Puji tidak membatalkan perkawinannya, dengan alasan perkawinan ini disetujui oleh orang tua istri mudanya.

Akibatnya, polisi mengembangkan kasus ini dan Syekh Puji dianggap melanggar UU Perlindungan Anak.

Sejak pertengahan Maret 2009 ia dinyatakan oleh polisi sebagai tersangka.

Ulfa

Sah Secara Hukum Tahun 2011

Pada tahun 2011 Syekh Puji dan Ulfa telah mendapat izin untuk menikah berdasarkan penetapan dari Pengadilan Agama.

Dengan demikian, pernikahan mereka telah resmi tercatat sebagai suami istri yang sah di KUA setempat.

Karena usia Ulfa sudah sesuai dengan ketentuan UU perkawinan yaitu 16 tahun dan sudah ada izin poligami dari istri pertama.

Menurut sumber dari keluarga, berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA), Syekh Puji dinyatakan tidak terbukti melanggar UU Perlindungan Anak sehingga bisa bebas murni, bukan bebas bersyarat.

Mengutip Kompas.com, Syekh Puji mengawini Ulfa yang saat itu masih kelas 8 SMP dari Kecamatan Klepu, Kabupaten Semarang, sebagai istri kedua dengan alasan dijadikan direktur di perusahaannya.

Syekh Puji juga menjanjikan istrinya itu akan menjadi direktur termuda di Indonesia.

Syekh Puji diketahui memiliki bisnis kerajinan dari kuningan melalui perusahaan PT Sinar Lendoh Terang (Silenter) yang dipimpinnya

Syekh Puji juga seorang pimpinan pondok pesantren Muftahul Jannah di Semarang, Jawa Tengah.

Syekh Pujiono tercatat sebagai calon bupati Semarang terkaya tahun 2005 dengan kekayaan sebesar Rp 70,6 Miliar.

(NKRIPOST/Sriwijaya Post/Kompas)