Ingat Jenderal Kivlan Zen? Eks Kepala Staf Kostrad, Begini Kabarnya Sekarang

SIAPA yang tak kenal dengan Kivlan Zen.

Dia adalah mantan Kepala Staf Kostrad (Kas Kostrad) ABRI yang pernah terjerat kasus kepemilikan senjata ilegal.

Kivlan Zen pun sudah meluncurkan buku otobiografi yang berjudul “Kivlan Zen: Personal Memoranda. Dari Fitnah ke Fitnah”.

Dia menceritakan mulai masa kecilnya hingga kehidupannya di tahun 2020, ia menuturkan berbagai pengalaman pribadinya dalam peristiwa-peristiwa besar nasional.

Beberapa di antaranya seperti penyerbuan kantor PKI tahun 1965, pengamanan Gedung MPR tahun 1998, hingga kerusuhan Mei 2019 di mana Kivlan diduga terlibat di dalamnya.

Dia kerap difitnah bersalah atas tindakan-tindakan yang tidak ia lakukan.

Loading...

Salah satunya, kata dia, yaitu tuduhan yang menyebutnya sebagai dalang kerusuhan 21-22 Mei 2019 lalu sama seperti saat ia dituduh sebagai provokator konflik Ambon ataupun sebagai dalang dalang kerusuhan lainnya.

Dalam buku yang ia tulis tangan selama di tahanan dan diketik oleh istrinya sendiri itu, ujar Kivlan, banyak berisi pengalaman pribadinya yang berkaitan dengan tokoh-tokoh negara.

Seperti saat ia dipanggil oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk diangkat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat, untuk menangani situasi darurat.

Tetapi kemudian ia tidak jadi diangkat karena alasan tertentu.

Loading...

Terlibat Pembebasan WNI

Pada 2016, Kivlan Zein juga turut serta membebaskan Warga Negara Indonesia (WNI) dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

Mengutip dari Kompas.com, pada waktu itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebutkan jika keberhasilan pembebasan empat sandera WNI dibantu Mayor Kivlan Zen.

“Pak Kivlan Zen kan pernah bertugas di Filipina, misi perdamaian keamanan. Dia kenal dengan Nur Misuari,” ujar Ryamizard di Istana, Jakarta, saat dikutip dari Kompas.com pada Kamis (9/5/2019) malam.

Dilansir Kompas.com, catatan karier Kivlan Zen juga menyebutkan jika saat berpangkat kolonel (1990), Kivlan memimpin Kontingen Garuda XVII.

Pasukan itu kemudian berperan menjadi pengawas gencatan senjata antara MNLF dengan Pemerintah Filipina.

Saat itulah Kivlan dekat dengan Misuari.

Melalui Misuari pun Kivlan bernegosiasi dengan Abu Sayyaf untuk membebaskan para WNI yang jadi sandera.

Kivlan Zein masuk dalam Akmil atau Akademi Militer setelah lulus SMA pada tahun 1965.

Ia lulus dari Akmil pada tahun 1971.

Perjalanan karier Kivlan terbilang mulus, untuk naik ke brigadir jenderal dari posisi kolonel, dia hanya butuh waktu 18 bulan.

Loading...

Meski begitu, Karier Kivaln Zein sempat tersendat.

Pangkat mayor sempat disandangnya selama enam tahun dan letnan kolonel baru dia dapatkan setelah tujuh tahun saat dia bertugas di Timor Timur.

Sedangkan pangkat kolonel baru didapatnya pada tahun 1994.

Karier puncak Kivlan Zein, didapatkan sampai jabatan Kepala Staf Kostrad dengan pangkat mayor jenderal dimasa peralihan dari Orde Baru ke Orde Reformasi.

Loading...

Pendidikan Umum

– SD Negeri 43 Medan (1959)

– SMP Taman Siswa Medan (1962)

– SMA Negeri 2 Medan (1965)

Loading...

– S1 Sospol UT (1995)

– S2 Social Development UI (2002)

Pendidikan Militer

– Akabri Magelang (1971)

– Advance Georgia USA (1982)

– Seskoad Bandung (1990)

– Lemhanas Jakarta (2000)

Kursus/diklat

– Sussar Para Cimahi (1969)

– Kursus Bahasa Inggris Bandung (1969)

– Sus Dan Kiban Cimahi (1975)

– Sus Guru Militer Jakarta (1978)

Riwayat Organisasi

– Pelajar Islam Indonesia (PII) Cabang Medan (3 Th)

– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan (3 Th)

– KAHMI Dewan Pakar Presedium Jakarta (10 Th)

– LPMI Pusat Jakarta (10 Th)

– Yannesa Pusat (8 Th)

– Sus Danyon Bandung (1985)

Riwayat jabatan Militer

– Danton Akabri darat

– Danton KI-B Yon-753 Dam XVII

– Danki Secata Dam XVII/Cen

– Dan Kiban Yonif-753 Dam XVII

– Danki Secaba Dam XVII/Cen

– Danki-A Yonif-753 DamXVII/Cen

– Pasi UM Dodik XX Dam XVII/Cen

– Dan Latsus Dodik XX

– Karo Binpers

– Danden Banmin Brigif Linud-18

– Kasi-2/Ops Brigif Linud-18

– Wadan Yonif Brigif Linud-18

– Danyonif-303 Brigif-13/Kostrad

– Pabadya Binkar Spers Kostrad

– Pamen Kostrad (Dik Seskoad)

– Pabadya-1/Renev PBN-V Srenad

– Dan Brigif-6

– Danmen Candra Dimuka Akmil

– Kasdivif-1 Kostrad

– Dan Kontingen Garuda/Filipina

– Kasdam VII/Wirabuana

– Pang Divif-2/Kostrad

– Kaskostrad

– Pati Mabes TNI-AD (Karya)

– Koorsahli Kasad

Riwayat jabatan non Militer

– Komut PT. Truba (Holding)

– Ketum LPMI

– Komut PT. Citayam

– Ketua Dewan Pembina Yanesa

– Komut PT. TME

Tanda jasa yang di anugerahakan kepada Kivlan Zein

– Bintang Yudha Dharma Nararya

– Bintang Kartika Eka Pakci

– S.L. Kesetiaan VIII Tahun

– S.L. Kesetiaan XVI Tahun

– S.L. Kesetiaan XXIV Tahun

– S.L. Gom IX/Raksaka Dharma

– S.L. Santi Dharma

– S.L. Seroja

– S.L. Dwija Sistha

– Filipina Fridentialbath

– Okimedal

– Outstanding Achievement Medal

Riwayat perjuangan Kivlan Zein

– Penegak Kedaulatan NKRI Irian Jaya (1972-1983)

– Penegak Kedaulatan NKRI Timor Timur (1985-1988)

– Perdamaian Filipina Selatan (1995-1996)

– Negosiator Pembebasan Warga Negara Indonesia Dari Penyanderaan Yang Dilakukan oleh Milisi Abu Sayyaf Filipina (2016)

Seperti diketahui, Kivlan dilaporkan ke Bareskrim Polri dengan dugaan penyebaran berita bohong dan makar.

Laporan terhadap Kivlan dilakukan oleh seorang wiraswasta bernama Jalaludin. Laporan tersebut telah diterima dengan nomor LP/B/0442/V/2019/BARESKRIM tertanggal 7 Mei 2019.

Pasal yang disangkakan adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 an/atau Pasal 15, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 bis jo Pasal 107.

(NKRIPOST/Tribunnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *