Indonesia Timur Darurat dengan Pekerja TKA Cina.

BAGIKAN :

Publikasi : 19 Juli 2019 by admin

Palu, NKRI Post.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) bakal mempekerjakan ribuan TKA China sesuai perintah Pusat (Presiden) di tambang nikel seluas 1.896 hektare di Bahodopi Utara, Kabupaten Morowali. Tapi masih ada sedikit kendala.

Antam dan PT Pembangunan Sulteng, perusahaan daerah (Perusda) yang dikelola Pemprov Sulteng tertarik mengelola tambang tersebut. Blok tambang tersebut merupakan wilayah pengelolaan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan status Kontrak Karya dalam periode 2015 – 2020

Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan nantinya penetapan wilayah izin usaha pertambangan khusus (WIUPK) dilakukan setelah diperoleh Kompensasi Data dan Informasi (KDI). KDI sendiri masih dihitung.

“Nanti ditetapkan Ribuan TKA China dan Kompensasi Data Informasi (KDI), lagi diproses, lagi dihitung,” kata Bambang di Four Points Hotel, Manado, seperti ditulis Jumat (20/7/2019).

Penawaran ribuan pekerja TKA China
dan cara pengelolaan blok tambang,
kata Bambang, juga belum bisa dilakukan sebelum hasil KDI.

“Nggak bisa sebelum KDI dulu, sebelum WIUPK ditetapkan dengan KDInya belum bisa ditawarkan,” ujar Bambang.

Proses KDI dilakukan secepatnya mengingat tak mudahnya mendapatkan data tersebut. Proses KDI juga membutuhkan dana yang tidak sedikit.

“Sesegera mungkin karena datanya susah dapatnya,” kata Bambang.

Direktur Utama PT Pembangunan Sulteng Suaib Djafar mengatakan beberapa waktu lalu ada keanehan dalam proses tender. Pada Maret 2018 Perusda mendapatkan dokumen tender untuk WIUPK Produksi Bohodopi berikut nilai Kompensasi Data dan Informasi (KDI) WIUPK Produksi sebesar Rp 32 miliar.

Namun, sterjadi perubahan status menjadi WIUPK Eksplorasi dan juga kenaikan KDI menjadi Rp 184,8 miliar.

“Ini membingungkan perusda karena status WIUPK yang turun namun harga KDI menjadi hampir enam kali lipat harga sebelumnya,” tambahnya.

Editor : Faramita
COPYRIGHT@NKRIpost.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami