Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Rekomendasikan, Hiburan Malam di Riau Ditutup, Terkait Meningkatnya Penambahan Kasus Covid-19

NKRI POST.RIAU | Pekanbaru – Sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tak diberlakukan di Kota Pekanbaru Provinsi Riau, tempat hiburan malam serta taman–taman mulai buka kembali. Saban hari, khususnya jelang akhir pekan, taman dan tempat hiburan malam seperti karaoke, pub ataupun diskotik menjadi tempat kerumunan,Selasa (14/9/2020).

Sebagaimana diberitakan media massa, bahwa dari razia pendisiplinan protokol kesehatan oleh Polda Riau dan Polresta Pekanbaru, akhir pekan lalu. Dari sejumlah tempat karaoke dan diskotek, petugas menemukan puluhan orang berkerumun di lantai dansa.

Hal ini menjadi perhatian dari dokter spesialis paru, Dr. Indra Yovi, yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Riau. Secara pribadi, dan mewakili organisasi profesi tempat dirinya bernaung (Ikatan Dokter Indonesia), Dr. Indra menyarankan agar tempat hiburan malam dan taman kota ditutup.

Alasannya sangat jelas, salah satunya, Riau saat ini menjadi daerah lima besar penambahan konfirmasi Covid–19 setiap hari. Sudah dua hari, Riau berada di bawah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Tempat–tempat kerumunan seperti hiburan malam itu seharusnya tutup saja, itu pendapat pribadi dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sudah lama menyarankan ini,” terang Indra, seperti dikutip merdeka.

Ditambah lagi Kota Pekanbaru sebagai ibu kota, selalu menjadi daerah penyumbang terbanyak. Bahkan kota berjuluk Madani Bertuah ini, sudah menyatakan kekurangan tenaga medis, kurang ruang perawatan dan berencana menambah tenaga kesehatan kontrak.

Loading...

“Menurut saya, itu bukanlah solusi untuk mengurangi, yang penting itu, menghadang laju penyebaran,” kata Indra.

Dia menjelaskan, memperlambat laju Covid–19 sudah menjadi kampanye sejak kasus ini pertama kali menghampiri Indonesia. Yaitu memakai masker, menghindari kerumunan, menjaga kebersihan ataupun menjaga jarak dengan yang lain.

Di sisi lain, pengelola tempat hiburan selalu mengumbar pemberlakuan protokol kesehatan saat mulai beroperasi. Pengunjung diwajibkan pakai masker dan menjaga jarak ketika berada di diskotek ataupun ruangan karaoke.

Loading...

“Bagaimana ceritanya, orang di diskotik itu selalu memakai masker dan menjaga jarak, mungkin gak,” tegas Indra.

Menurut Indra, anak – anak muda masuk ke diskotik dan karaoke sangat berisiko terkait penularkan Covid–19 kepada orangtuanya, ataupun keluarga di rumah. Anak muda lebih bisa bertahan karena imunnya yang kuat.

“Lihat saja pasien di rumah sakit itu, rata – rata berusia 40 tahun ke atas, kalau anak muda tinggal isolasi mandiri saja,” kata Indra.

Sejauh ini belum ditemukan adanya kluster dari tempat hiburan malam, hanya saja, sebagian besar pasien Covid–19 di Riau terinfeksi, tanpa pernah melakukan perjalanan ke luar negeri atau tidak diketahui terinfeksi dari mana.

Sebagai informasi, total konfirmasi Covid–19 di Riau hingga 11 September 2020 mencapai 3.343 kasus. Dari jumlah itu ada 1.559 pasien sembuh dan 58 orang meninggal dunia.

Hingga Jumat malam, masih ada 651 pasien Covid–19 di Riau dirawat di rumah sakit dan 1.075 orang isolasi mandiri.

Editor     : Budiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *