Hujan Sambut Kampanye SN-KT di Tanah Bani-Bani

Kampanye Dr. Simon Nahak, SH, MH dan Louise Lucky Taolin, S. Sos di Desa Tunmat

Nkripost, Malaka- Alam merestui dan hujan turun dalam menyambut kampanye pasangan calon (paslon) Bupati, Dr. Simon Nahak, SH, MH dan Louise Lucky Taolin, S. Sos yang akrab dikenal Kim Taolin dengan tagline Paket SN-KT, di Desa Tunmat Kecamatan Io Kufeu, Selasa (6/10/20) siang.

Awan tebal mulai bergelayut di atas perbukitan tanah leluhur Bani-Bani, pusat Kerajaan Io Kufeu dengan pemangku adat, Raja Amanas Tuan. Tanda alam ini memberi isyarat pertarungan kursi panas Pilkada Malaka, SN-KT melawan SBS-WT.

Di Kecamatan Io Kufeu, pertarungan cukup “panas” karena dua calon wakil bupati di Pilkada Malaka, Louise Lucky Taolin, S. Sos yang akrab Kim Taolin yang berpasangan dengan Dr. Simon Nahak, SH, MH melawan calon wakil bupati, Wendelinus Taolin yang berpasangan dengan dr. Stefanus Bria Seran, MPH.

Cuaca alam itu memberi pertanda, “panasnya” tarung politik di tanah Bani-Bani Kecamatan Io Kufeu tidak boleh memicu perpecahan di tengah kehidupan masyarakat. Hujan yang mendera bumi seketika membuat suasana kampanye Paket SN-KT menjadi sejuk dan dingin.

Alam seolah-olah mengajak insan penghuni Bani-Bani, tanah leluhur dan peninggalan warisan berbudaya agar bertarung politik di Pilkada Malaka dengan kepala dingin. Karena, masyarakat adat Io Kufeu berbudaya dan beradab.

Kampanye dilakukan, jurkam satu ke jurkam lain menyampaikan orasi politik untuk menggelorakan semangat dan kerja sama membangun Malaka dalam spirit budaya saling menghargai, hakneter no haktaek.

Loading...

Simon dalam membuka orasinya mengatakan hujan turun membasahi tanah beradab, Bani-Bani menandakan warga Kecamatan Io Kufeu membuka pintu bagi kehadiran Paket SN-KT.

Itulah sebabnya, Simon mengajak hadirin untuk mengheningkan cipta dalam rangka mengenang jasa para leluhur yang telah mengabdikan diri untuk nama besar Malaka umumnya dan Bani-Bani, khususnya.

Selain pendahulu di tanah Bani-Bani, Simon menyebut penjasa Kabupaten Malaka yang berpulang di antaranya Taolin Ludovikus, pemangku adat Raja Amanas Tuan, Ina Mako, penjasa pemekaran Kabupaten Malaka dan Drs Daniel Asa yang pernah menjawab Wakil Bupati Malaka.

Loading...

Selanjutnya, Simon menyampaikan orasi politik dan mengkampanyekan visi-misi dan program kerja kepemimpinan SN-KT lima tahun ke depan yang disebut Program SAKTI.

Tanda alam lain pun menyusul. Ayam terus berkokok saat Simon dan Kim memulai orasi politiknya. Entah apa artinya tanda alam itu. Tetapi kepercayaan di tanah warisan Bani-Bani menegaskan leluhur merestui kehadiran dan perjuangan SN-KT untuk memenangkan Pilkada Malaka.

Kim Taolin memulai orasinya dengan disambut kokok ayam. Demikian saat mengemukakan isi hatinya bahwa dirinya tidak melawan Wendelinus Taolin. “Karena situasi, saya maju untuk mempertahankan harkat dan martabat masyarakat adat dan budaya,” kata Kim Taolin disahuti kokok ayam.(Redop)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *