Heboh! Puluhan Warga Aceh Hancurkan Lokasi Vaksinasi, Petugas Lari Selamatkan Diri

Heboh! Puluhan Warga Aceh Hancurkan Lokasi Vaksinasi, Petugas Lari Selamatkan Diri

29 September 2021 0 By Tim Redaksi

VIRAL di media sosial sebuah video yang memperlihatkan puluhan warga menghancurkan sebuah lokasi vaksinasi.

Salah satu akun Instagram yang mengunggah video tersebut, @aceh.viral, menuliskan keterangan bahwa peristiwa itu terjadi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, Selasa (28/9/2021).

Dalam keterangan video juga disebutkan kericuhan terjadi karena petugas memaksa warga untuk divaksinasi.

Loading...

Hal itu membuat warga kesal hingga kericuhan terjadi.

Terkait peristiwa itu, Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution menjelaskan, keributan yang terjadi akibat warga yang menolak kegiatan vaksinasi di lokasi tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

“Sekilas informasi yang didapat, kegiatan vaksinasi ini kalau versi mereka, menghambat mereka untuk mencari ekonomi nafkah,” ujar Nasution, dikutip dari Serambinews, Selasa.

Nasution mengatakan, ada sebagian masyarakat yang belum tercerahkan tentang pentingnya vaksinasi, sehingga timbul hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sebenarnya, kegiatan ini sudah berlangsung beberapa hari dan alhamdulillah ada warga yang mau divaksin, dan tadi ada belasan warga sudah ada yang divaksin,” ungkapnya.

Nasution juga membantah terkait informasi yang menyebut kericuhan terjadi karena petugas memaksa warga untuk divaksin.

“Tidak benar kita paksa, buktinya ada warga yang hadir di situ, tidak kita vaksin,” ujar dia.

Pasca kejadian, beberapa fasilitas rusak, seperti alat suntik, meja, kursi, dokumen dan seratusan dosis vaksin.

Seorang warga Kecamatan Susih, Syahril mengatakan, keributan terjadi karena kedatangan petugas membuat dagangan pedagang sepi pembeli.

“Akibat ada petugas vaksin itu, warga takut datang ke PPI Ujung Serangga dan ikan mereka tidak habis terjual,” ujar Syahril.

(NKRIPOST/Kompas)