Hari Ke Empat Larangan Mudik, 200 Kendaraan Disuruh Putar Balik di Perbatasan Bekasi-Karawang

NKRI,POST TANGERANG – Hingga Selasa (26/4/2020) sore, sudah sebanyak sekitar 200 kendaraan bermotor diminta putar balik ketika hendak melintasi perbatasan Bekasi-Karawang melalui jalur arteri.

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi AKBP Rachmat Sumekar mengatakan bahwa jumlah itu terhitung sejak berlakunya larangan mudik pada Jumat (24/4/2020).

Loading...

“Dari Jumat mungkin sekitar sudah 200 kendaraan, itu (penyekatan) di tiga titik (perbatasan Bekasi-Karawang) Cibarusah, Kedungwaringin, dan Pebayuran,” kata Rachmat saat dikonfirmasi, Minggu (26/4/2020).

Rachmat menjelaskan bahwa mayoritas kendaraan bermotor yang diputarbalikkan ialah bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang membawa pemudik menuju Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Yang diputar balik itu, bus, travel sama kendaraan pribadi sama roda dua (sepeda motor). Paling banyak bus, hampir 80 persen,” ujar Rachmat.

Diketahui, larangan mudik lebaran untuk moda transportasi darat dimulai pada 24 April hingga 31 Mei 2020.

Aturan ini diberlakukan sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus corona penyebab Covid-19.

Tak hanya larangan, pemerintah juga sudah menerapkan sanksi bagi masyarakat yang tetap nekat meninggalkan Jakarta untuk mudik.

Loading...

Pada tahap awal, yakni dari 24 April hingga 7 Mei bentuk sanksi akan diminta untuk putar balik.Namun setelah itu, sanksi yang lebih tegas akan diberikan yang mengacu pada Undang-Undang Kekarantinaan, yakni berupa ancaman penjara selama satu tahun dan denda Rp 100 juta.”[shn].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *