Hadapi Pilkada, PDIP NTT Siapkan 100% Saksi Di Semua TPS

PDIP NTT

Nkripost. Kupang – Dalam Rangka Pemantapan Konsolidasi Pemenangan Calon Kepala Daerah Yang Diusung PDI Perjuangan di 9 Kabupaten, Provinsi Nusa Tenggara Timur Yang Terlibat Dalam Pilkada Serentak 2020.

Bernard S. Brewon, selaku Kepala BSPN Provinsi Nusa Tenggara Timur kepada media ini, Senin, 07/12/2020, bahwa
Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN)
Daerah PDI Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menyiapkan 9281 orang saksi untuk mengawal dan mengamankan perolehan suara calon dari
tingkat TPS hingga KPU Kabupaten.

“9281 Saksi ini sudah dibekali secara berjenjang oleh BSPN Daerah melalui BSPN Cabang masing-masing yang terlibat dalam pilkada 2020”.

Lanjutnya, Total saksi ini terdiri dari
9 kabupaten yang terlibat pilkada 2020 yakni,

  1. Kabupaten Belu 925 Saksi
  2. Kabupaten Malaka 929 Saksi
  3. Kabupaten Manggarai 1575 Saksi
  4. Kabupaten Manggarai Barat 1353 Saksi
  5. Kabupaten Ngada 877 Saksi
  6. Kabupaten Sabu Raijua 429 Saksi
  7. Kabupaten Sumba Barat 614 Saksi
  8. Kabupaten Sumba Timur 1326 Saksi
  9. Kabupaten Timor Tengah Utara 1253 Saksi.

“Jadi total secara keseluruhan ada 9281 saksi yang akan bertugas mengawal suara
calon di 3998 TPS yang terlibat dalam pilkada serentak 2020″.

“Kami memiliki 100 % Saksi artinya disetiap TPS ada saksi dari PDI Perjuangan untuk mengawal dan mengamankan suara calon yang diusung. Para saksi ini, telah dibekali kemampuan yang diadaptasikan dengan situasi Pandemi covid-19 yang membutuhkan cara-cara baru sesuai protokol kesehatan. Ungkap, Bernard S. Brewon,

Loading...

Selain dibekali skill mumpuni terkait kepemiluan dan merupakan anggota partai, karena Saksi adalah tantara partai yang menjadi ujung tombak kemenangan partai
sesuai arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Hj. Megawati Soekarnoputri.

Selain saksi kita juga menyiapkan guraklih (regu penggerak pemilih) 3 kali lipat
dari jumlah saksi, agar bias menggerakkan pemilih untuk dapat berpartipasi di TPS
pada tanggal 9 desember 2020. Jelasnya

Kami memprediksi tingkat apatisme masyarakat atas pilkada serentak 2020 akan meningkat. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, ujarnya, masyarakat cenderung lebih peduli dengan upaya meningkatkan kemampuan ekonominya.

Loading...

Di tengah partisipasi masyarakat yang merosot akibat apatisme dan kepentingan ekonomi, maka, memang perlu digerakkan. Kalau parpolnya diam dan tidur saja, pasti partisipasi masyarakat akan anjlok.

PDI Perjuangan memang selalu serius dalam menghadapi setiap ajang demokrasi seperti pilkada serentak 2020. Ini komitmen serius kami memenangkan pilkada di 9 kabupaten pada 9 Desember 2020. Tutupnya

Nkripost. Agustinus Tamelab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *