Gubernur Ancam Cabut Izin Perusahaan Tambang Di Lareh Sago Halaban, Wabup 50 Kota Angkat Bicara

Nkripost, Limapuluh Kota – Negara Republik Indonesia ini merupakan suatu negara yang sangat kaya akan sumber daya alam yang berupa tanah dan air sampai pada bahan galian atau biasa dikenal oleh para penguasaha sebagai bahan tambang, yang berupa emas, perak, tembaga, minyak dan gas bumi, batu bara dan batu gamping untuk industri semen, intan dan lain-lain tentu saja bahan galian tersebut dikuasai oleh negara.

Dalam rangka memasuki tahap industrialisasi di Indonesia sebagai bagian dari pelaksanaan pembangunan secara bertahap yang mempunyai tujuan diantaranya meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan seluruh rakyat serta meletakkan landasasan yang kuat untuk pembangunan dalam tahap berikutnya.

Loading...

Kaidah dasar yang melandasi Pembangunan dan Perlindungan Lingkungan Hidup Indonesia terdapat dalam Pembukaan Undang-undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 pada alenia ke-4 yang berbunyi :1

“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan kebangsaan
indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil
dan beradab, persatuan indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”

Menanggapi desakan Warga, akhirnya Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno di dampingi Wakil Ketua DPRD Sumbar, Irsyad Syafar bersama rombongan, hadir Kepala Dinas PUPR Sumbar, Kepala Dinas Perhubungan serta pejabat tinggi dilingkungan Pemprov Sumbar meninjau langsung kondisi ruas jalan yang babak belur dihantam truk pengangkut batu pecah tersebut di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat, Selasa (23/6) siang

Dihadapan sejumlah walinagari se Kecamatan Lareh Sago Halaban serta tokoh masyarakat setempat Gubernur Sumbar, Irwan Prayitono dengan tegas menyampaikan tidak segan-segan mencabut izin tambang bagi perusahaan yang melanggar aturan.

Terkait ketegasan Gubernur Sumbar tidak segan-segan mencabut izin tambang bagi perusahaan yang melanggar aturan tersebut, Wakil Bupati Lima Puluh Kota, H. Ferizal Ridwan angkat bicara.

“Sesuai kewenangan gubernur, alangkah bijaknya untuk mengevaluasi terkait perizinan tambang dan terkait ekplorasi dan ekplotasi harus sesuai prosedur yang berlaku.”Ujar H Ferizal Ridwan.

Lanjut Wakil Bupati Ferizal mengungkapkan sangat menyayangkan jika perusahaan – perusahaan tersebut akhirnya nanti di tutup, karena menurutya selama ini perusahaan – perusahaan tersebut telah banyak membuka lapangan kerja.

Loading...

“Sangat disayangkan kalau perusahaan tambang yang ada di beberapa daerah Kecamatan Lareh Sago Halaban harus di tutup. Karena selama ini perusahaan tambang yang ada sudah membuka lapangan pekerjaan dan membantu penghiupan warga disekitar sana.”Jelas Wakil Bupati Lima Puluh Kota.

Ditambahkan, menurut Wakil Bupati Lima Puluh Kota H. Ferizal Ridwan menyampaikan “Yang harus di tindak itu adalah batas tonase mobil yang lewat sesuai kapasitas jalan”

“Yang dilakukan ya mesti penertiban, bagimana usaha tersebut sesuai kaidah aturan dan pembatasan tonase muatan kendaraan yang sesuai standar,”Tambah Wabup.

Terakhir wabup menegaskan pada prinsipnya, Ia mendukung langkah tegas Gubernur untuk menindak perusahaan yang muatan kendaraannya melebihi tonase sesuai dengan kelas jalan.

“Kita mendukung sikap tegas pak Gubernur.”Tutup wabub H. Ferizal

Sebelumnya di lansir dari pemberitaan media http://maklumatnews.net yang berjudul dampak rusaknya jalan payakumbuh Lintau, Gubernur ancam cabut izin perusahaan tambang yang membandel

Kurang dari sepekan setelah didesak sejumlah warga di Kecamatan Lareh Sago Halaban terkait rusaknya ruas jalan yang membentang di kawasan tersebut akibat dihantam truk bertonase tinggi, akhirnya desakan warga  ditanggapi Gubernur Sumbar, Irwan Prayitono.

Selasa (23/6) siang, Irwan Prayitno mencek langsung kondisi ruas jalan yang babak belur dihantam truk pengangkut batu pecah tersebut. Bersama rombongan, hadir Kepala Dinas PUPR Sumbar, Kepala Dinas Perhubungan serta pejabat tinggi dilingkungan Pemprov Sumbar. Tak hanya itu saja, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Irsyad Syafar ikut mendampingi Irwan Prayitno.

“Kami lihat, jalannya rusak akibat dari mobil-mobil truk melewati batas tonase. Sehingga kami perlu memberikan suatu peringatan,”tegas Irwan Prayitno dihadapan sejumlah walinagari se Kecamatan Lareh Sago Halaban serta tokoh masyarakat setempat.

Karena itu, Gubernur Sumbar meminta agar perusahaan tambang tidak menggunakan kendaraan yang melebihi tonase sesuai dengan kelas jalan. Kemudian, Irwan Prayitno mengingatkan perusahaan tambang untuk menaaati aturan yang berlaku,  tidak melebihi muatan kendaraan yang dioperasionalkan sebagai bentuk pemeliharaan jalan.

“Setelah dicek ke lokasi, ada beberapa hal yang kita sepakati dengan para penambang, yakni selain tonase sesuai, mereka (tambang) juga memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki jalan,”tegas Irwan Prayitno lagi.

Kemudian,katanya,  Pemerintah Propinsi Sumbar juga ikut bertanggung jawab untuk ikut memperbaiki ruas jalan yang rusak. “Kami di propinsi , Insya Allah tahun depan akan menganggarkan untuk membuat ringgit aspalnya,”ucap Irwan Prayitno.

Selain itu, Gubernur Sumbar tidak segan-segan mencabut izin tambang bagi perusahaan yang melanggar aturan. “Penambang, kalau tidak mengikuti aturan, cabut izinnya. Tapi ini dicek dulu, kalau perusahaan memenuhi syarat, kewajibannya harus dipenuhi. Perusahaan juga harus memperhatikan kepentingan umum, yaitu jalan raya. Jangan dia (perusahaan) mencari untung tapi jalan rayanya rusak. Akhirnya masyarakat pengguna jalan raya sengsara karena  semua  jalan raya nya rusak,”tegas politis PKS tersebut.

Loading...

Sebelumnya, tokoh masyarakat Lareh Sago Halaban N Datuak Mangkuto prihatin dengan kondisi jalan yang membentang di kampung halamannya. Ruas jalan penghubung Payakumbuh-Lintau tersebut, rusak parah setelah dilindas truk-truk bertonase tinggi dengan muatan lebih dari 30 ton tiap harinya.

“Sejak dua tahun ini, jalan rusak parah. Ada puluhan truk-truk bertonase tinggi dengan muatan lebih dari 30 ton yang melintas tiap hari. Padahal kelas jalan bukan lintasan bagi truk-truk bertonase tinggi. Akibatnya, jalan rusak, hancur, berlobang dan bergelombang. Ini yang kita sesalkan,”ucap N Datuak Mangkuto.

Karena itu, pengurus LKAAM Limapuluh Kota berharap, ada tindakan tegas dari Pemprov Sumbar untuk menghentikan truk-truk bertonase tinggi pengangkut batu pecah dari perusahaan tambang yang beroperasi di selatan Limapuluh Kota itu. (Delfi)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *