Gerak Misi Geram Kasus Imtaq Dikonspirasikan

BAGIKAN :

GOWA, NKRIPOST.COM – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Indonesia (Gerak Misi) kembali mempertanyakan kasus dugaan korupsi alat peraga Iman dan Taqwa (Imtaq).

Pasalnya, proyek pengadaan Imtaq itu kuat dugaan terjadi konspirasi.

Sebelumnya, Gerak Misi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Gowa, Rabu,(08/01/2020).

Massa membentangkan spanduk yang bertuliskan beberapa tuntutan untuk di perlihatkan kepada seluruh masyarakat yang lewat di depan kantor Pemda Gowa.

Setelah aksi tersebut digelar, hal ini  mengundang berbagai kalangan ingin mengklarifikasi aksi tersebut. Mulai dari Kabag Protokoler Pemda Gowa hingga orang yang bersabgkutan, pada tanggal 09 Januari 2020.

Salah satu orang yang terlibat dalam kasus ini, Pimpo alias Dg Limpo meminta untuk bertemu dengan Ahmad Ando selaku Dewan Komando Gerak Misi di rumahnya, Jalan Poros Malino, Kabupaten Gowa.

Melalui pertemuan tersebut Dg Limpo meminta agar kasus tersebut tidak ditangani dengan serius oleh Gerak Misi.

“Bahwa kasus tersebut telah dilakukan loby dari pihak terlapor atas kasus imtaq ke Polda untuk bagaimana mengurangi barang bukti ataupun alat bukti agar kasus tersebut bisa dihentikan,” ujar Pimpo alias Dg Limpo.

Menanggapi hal itu, Dewan Komando Gerak Misi menyebut bahwa Dg Limpo telah mengakui Jika kasus Imtaq tersebut jelas pidananya.

“Namun sebelumnya, Dg Limpo mengakui bahwa kasus itu sudah jelas pidananya,” kata Ando kepada awak media, Minggu (12/01/2020) malam.

Menurut Ando, hal ini membuktikan bahwa pihak Polda Sulawesi Selatan sengaja mengulur waktu dalam penanganan kasus tersebut.

“Kami sangat geram, karena pihak Polda Sulsel sengaja ulur waktu tangani kasus ini,” tegasnya.

Olehnya itu, Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Indonesi (Gerak Misi) akan kembali menggelar aksi unjuk rasa pada Selasa, 14 Januari 2020.

Aksi unjuk rasa ini ditargetkan berlokasi di dua titik, yaitu depan Kantor Penda Gowa dan juga depan Kantor Polda Sulsel.

“Kami akan kembali aksi besar-besaran dengan tututan medesak Polda Sulsel untuk segera menuntaskan kasus pengadaan alat peraga Imtaq di Kabupten Gowa,” pungkas Ando.

Publikasi : 12 Januari 2020 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami