GENPPARI Tawarkan Konsep Pariwisata ke Sultan Kasepuhan Cirebon

BAGIKAN :

JAKARTA – Dimensi pariwisata yang sangat luas akan membuka cakrawala pandang dalam memajukan Indonesia, termasuk potensi wisata sejarah seperti kerajaan, kesultanan dan keraton – keraton di Nusantara.

Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) sebagai gerakan kolektif dari kesadaran masyarakat untuk memajukan pariwisata Indonesia sangat intens dalam mengidentifikasi seluruh destinasi wisata dan potensi wisata.

Sejarah panjang bangsa Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia memiliki banyak kerajaan atau kesultanan yang luas kekuasaannya sebenarnya lebih dari batas – batas teritori Indonesia saat ini. Oleh karena, itu akan sangat menarik jika GENPPARI memberi ruang yang luas dalam mengembangkan wisata sejarah di Indonesia.

Ketua Umum Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) Dede Farhan Aulawi yang didampingi jajaran Pengurus DPP, DPW dan DPD bersilaturahmi dengan Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat, di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jum’at (20/9/2019).

Menurut Dede, silaturahmi ini dimaksudkan untuk mengenalkan Dasar Pemikiran, Visi dan Misi GENPPARI dalam memajukan Pariwisata Indonesia agar menjadi sektor unggulan dalam menunjang pendapatan negara dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan bangsa.

“Ini adalah bentuk nyata dari andil warga negara dalam mencintai negeri tercinta. Pariwisata dicintai oleh setiap umat manusia tanpa mengenal sekat perbedaan. Semua bersatu dan berkomitmen majukan pariwisata untuk meningkatkan kecintaan pada negara”, ujar Dede.

Dede menjelaskan, bahwa pembangunan harus terus berjalan dan setiap warga negara berkewajiban juga untuk turut serta menjaga kesiambungan pembangunan melalui berbagai terobosan – terobosan kreatif sesuai dengan keunggulan kompetitif yang dimiliki. Dan perlu diketahui bahwa medan kompetisi bangsa ada di bidang kepariwisataan.

“Dari sekian banyak medan juang dan peluang yang dimiliki saat ini, maka bidang pariwisata memiliki peluang yang sangat besar”, tuturnya.

Lebih lanjut, Dede mengatakan, jika 1% saja pulau – pulau Indonesia dinyatakan sebagai pulau tujuan wisata, maka akan mampu mempercepat kemakmuran. Tinggal difikirkan bagaimana strategi pemasaran dalam menembuh cluster pasar kepariwisataan yang sangat beragam.

“Cara dan metodenya pasti berbeda, namun memiliki satu tujuan untuk maukan pariwisata. Termasuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat agar turut serta menjaga kebersihan. Sampah – sampah plastik yang sering nampak berserakan di berbagai objek wisata seringkali menjadi subjek keluhan dari banyak turis manca negara”, ungkap Dede.

Menanggapi paparan Tim GENPPARI yang disampaikan oleh Dede Farhan Aulawi, Sultan Sepuh Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat menyambut positif dan memiliki fikiran yang sama untuk bersatu memajukan pariwisata.

“Terlebih wisata sejarah menjadi salah satu fokus pengembangan wisata GENPPARI”, pungkasnya.

Kanjeng Sultan juga menyampaikan terima kasih atas kunjungan silaturahmi dan berharap untuk terus menjaga silaturahmi agar Indonesia yang maju dan sejahtera bisa dirasakan bersama oleh seluruh anak bangsa.(***)

Publikasi : 22 September 2019 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami