Gegara Mabuk 4 Orang Pemuda Aniaya Yeheskial Selan Di Depan Istri Hingga Luka

Video cerita Yeheskial Selan

Nkripost,SoE,TTS – Empat (4) orang pemuda di Desa Nekmese,Kecamatan Ki’e,Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang berpesta di pinggir jalan pada saat ibadah Natal,dan mengkonsumsi minuman keras (miras) hingga mabuk-mabukan, akhirnya membuat ribut dan menganiaya Yeheskial Selan warga desa Bele di depan istri dan anak-anaknya ketika mereka melewati jalan tersebut.

Seruan para tokoh agama sebagai suara gembala Natal membawa Damai, umat Kristen harus menjadi teladan, pemuda adalah ujung tombak gereja dan sebagai generasi muda bangsa., Pohon natal yang identik dengan warna hijau dan putih artinya umat tumbuh dalam kesucian,

Hingga pemerintah mengeluarkan himbauan dengan tegas untuk perayaan Natal kali ini harus dengan kesederhanaan, mengingat situasi pandemik,jangan berpesta pora dalam merayakan natal, jangan konsumsi miras saat merayakan natal.

Tetapi ada juga masyarakat yang masih keras kepala, seperti 4 orang dari Desa Nekmese yang masih keras kepala dan berpesta minuman keras di pinggir jalan,dan membuat keributan hingga akhirnya menciptakan konflik antar kampung.

Tulisan chating watshaap dari salah satu anggota TNI dari Kodim 1621 TTS bahwa Mereka berpesta minuman keras (miras) jenis sopi lokal di pinggir jalan, Sabtu (26/12/20) disaat umat Kristiani merayakan natal di gereja.tulisnya

Yeheskial Selan

Mereka para pemabuk jalanan merusak kedamaian umat yang merayakan Natal, mereka mengganggu setiap pengguna jalan, naas seorang pemuda dari desa Bele Kec. Kie bernama Yeheskial Selan yang lewat bersama istri anaknya, keempat pemuda tersebut mengeroyak Yeskial Selan ramai ramai didepan istri dan anaknya, mereka para pemabuk menggunakan batu dan kayu untuk memukul Yeheskial,

Loading...

Akhirnya Istri Yejeskial dan anaknya berteriak minta tolong sambil menangis histeris untuk meminta bantuan dari warga sekitar untuk membantu mereka, dan pada akhirnya Yeheskial terjatuh dipangkuan istri dan anaknya, dan Istri Yeheskial mengahampiri pertolongan dari desa Bele untuk menyelamatkan Yeheskial tetapi para pemabuk melarikan diri entah kemana.

Aparat keamanan dari Polsek Kie dan Koramil 1621-02/Amanuban Tengah yang sementara siaga pengamanan Natal dan pendisiplinan warga atas Pandemi Covid segera berangkat menuju TKP.

Kapolsek Kie Iptu Sunaryo, Kasium Aipda Yulius Don B Asa dan Danpos Ramil Kie Serka Apris Mada beserta para Babinsa Remaja turun lokasi, Minggu 27/12/20 sekitar pukul 14.30 Wita.

Loading...

Setibanya DI TKP, Aparat Keamanan dari Polsek Kie dan Koramil 02/ Amanuban Tengah cepat Kumpulkan kedua pihak, kedua belah pihak dihadiri tokoh masyarakat dan Aparat pemerintah desa, kedua pihak bersepakat untuk damai dan tidak melakukan aksi turunkan masa, namun kasus penganiayaan terhadap sdr. Yeheskial Selan tetap harus lewat jalur Hukum.

Saat ini masalah tersebut telah ditangani Polsek Kie kedua belah pihak diminta melapor ke Polsek,dan berita selantutnya akan diikuti pada esok hari,untuk mengetahui bagaiaman proses lanjutannya.

Rhey Natonis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *