Gegara Buku Leter C, Di Sidangkan PN Praya

Proses Persidangan

NKRI POST, NTB – Setelah mendapatkan ijin untuk meliput aktivitas Pengadilan Negeri (PN) Praya Lombok Tengah (Loteng) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Perwakilan Media ini Muhammad Taqwa sempat melihat secara langsung sejumlah aktivitas PN Praya NTB.

Hasil pantauan wartawan media ini ternyata PN Praya NTB sangat patuh dan disiplin terhadap Protokol kesehatan covid-19.sesuau himbauan pemerintah.Maklumat Kapolri. Himbauan Majelis Ulama (MUI) dan lainnya.

Dihalaman kantor PN Praya terlihat ada terpasang kran air mengalir untuk cuci tangan lengkap dengan sabun.

Berikut disebelah barat kantor tersebut terpasang sejumlah baruga terbuka untuk duduk para pengunjung, dengan menjaga jarak sembari pengunjung menunggu giliran dipanggil sidang.

Demikian pula disebelah timur di emper Gedung PN Praya terdapat kursi tempat duduk lengkap meja tertata rapi, bersebelahan dengan kantin. Bagi pengunjung yang hendak makan atau minum kopi hangat mau pun dingin tersedia disana

Loading...

Didalam ruangan sebelah utara lantai 1 terlihat ada pula pengunjung duduk dikursi tamu dengan jaga jarak, memakai masker.

Didalan ruangan PN Praya terdapat sejumlah AC pendingin ruangan sehingga didalam gedung terasa nyaman dan sejuk.

Demikian pula disebelah Selatan kantor PN Praya itu terdapat sebuah Mushollah yang ditata rapi. Bersih hingga hingga dikamar mandi tidak luput dipantau wartawan media ini.

Loading...

Mushollah itu ternyata terbuka untuk siapa saja yang hendak melaksanakan ibadah. Berikut disebelah barat Mushollah terdapat tempat Parkir kendaraan yang cukup luas dan Tidak dipungut biaya parkir.

Semua pengunjung diwajibkan memakai masker, jaga jarak dan dilarang berkerumunan. Termasuk Para Hakim Yang Mulia itu ternyata sangat patuh terhadap protokol kesehatan covid-19 jaga jarak, rajin cuci tangan di air mengakir, tetap memakai masker. Demikian pula diatas meja pesidangan terlihat ada anti septic,anti kuman pembersih tangan.

Hal ini patut ditiru dan dicontoh oleh warga masyarakat pada umum nya dalam rangka melawan Covid-19 yang melanda dunia dengan harapan Covid-19 segera berakhir.

Bahwa dari sejumlah perkara yang digelar di Pengadilan Negeri Praya pada hari itu Kamis tanggal 1 Oktober 2020 ternyata ada sebuah perkara perdata Nomor: 46/Pdt.G/ 2020/PN. PYA yang menarik perhatian serius pengunjung Sidang dan sejumlah media massa.

Termasuk sejumlah mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi negeri terlihat turut masuk diruang sidang mengikuti jalannya persidangan di gelar dan duduk menjaga jarak.

Ketua majelis hakim membuka dan menyatakan sidang dibuka untuk umum. Wartawan media ini segera bergegas berdiri mohon ijin kepada ibu Ketua Majelis Hakim Persidangan yang mulia itu untuk mengambil gambar dan diijinkan “silahkan foto.” Tutur ketua majelis hakim dengan santun.

Seusai wartawan mengambil gambar sidang pun dilanjutkan dengan agenda penyerahan bukti surat-surat dari pihak penggugat.

Pada saat penyerahan bukti surat surat dari penggugat terlihat Kuasa Hukum penggugat maupun kuasa hukum tergugat berdiri dihadapan mejelis hakim yang lumayan lama.

Loading...

Pengunjung sidang termasuk wartawan media ini penasaran tidak dapat mendengar jelas apa yang menjadi keberatan kuasa hukum tergugat Yakub. SH.MH.

Para pemburu berita tetap bertahan hingga menunggu sidang ditutup Ketua Majelis Hakim persidangan dipimpin wakil ketua PN Praya Lombok Tengah Rosana Irawati SH, MH dengan anggota majelis Hakim muhammad Syauqi dan Farida Dwi Jayanthi, Emalia Pramita, SH.

Maksud dan tujuan para pemburu berita menunggu hingga sidang berakhir
agar dapat konfirmasi kepada para kuasa kuasa hukum penggugat maupun tergugat bahwa apa yang menjadi keberatan kuasa tergugat.

Seusai sidang berlangsung di PN Praya, Advokat Yakub,SH MH selaku kuasa hukum tergugat Zakaria dkk diserbu berbagai pertanyaan dari berbagai media massa yang sempat hadir pada sidang tersebut.

Loading...

Advokat senior itu menjatakan “Bukti Surat Leter C yang di ajukan penggugat Amaq Hamdani melalui kuasa hukumnya Perkara Perdata Nomor 46/Pdy.G/2020/PN. PYA tertanggal 1 Oktober 2020 adalah jelas bertentangan dengan surat edaran Kementerian Keuangan RI Dirjen Pajak nomor SE – 13/PJ.6/1993 Tentang Larangan Penerbitan Giri/Petuk D/Kekitir/Keterangan Objek Pajak atau sejenisnya.” tegas Yakub

Selain itu lembaran dalam leter C buku Stambul Sedahan Praya Barat 1 adalah dipegang oleh mantan Sedahan yang sudah tidak menjabat sebagai Sedahan dan bukti itu tidak boleh dipakai untuk kepentingan apapun.

Buktu leter C tersebut bagaikan mayat yang sudah mati.mana mungkin dapat hidup kembali. tapi anehnya kok masih gentayangan ya.

Bahwa dengan beredarnya
atau dihadikan bukti Leter C tersebut dipersidangan Pengadilan Negeri Praya maka pihaknya akan segera membuat laporan/pengaduan kepada yang berwajib.sebutnya

Loading...

Hal ini harus dilakukan
karena bukti leter C itu telah nyata-nyata dijadikan bukti di persidangan padahal telah dilarang oleh Dirjen Pajak Kementerian Keuangan RI tegasnya.

Ditempat sama kuasa hukum penggugat Lalu Wawan Adiyatma SR.SH.C.P.A.seusai sidang ditemui wartawan media ini menyatakan singkat buku leter C ini memang tidak boleh diterbitkan lagi.

Kami kata kuasa hukum penggugat sudah mengajukan berupa surat bukti leter C asli yang kami dapatkan dari sedahan. Rupa-rupanya kuasa hukum tergugat meragukan keaslian dari buku leter C yang kami bawa.tapi syah-syah saja.Minggu depan kami akan mengajujan juga.tuturnya.

Atas pertanyaan wartawan media ini kuasa hukum penggugat mempertanyakan buku leter C tersebut adalah benar karena kita dapatkan dari Sedahan.tegas Wawan.

Menjawab pertanyaan wartawan kuasa hukum penggugat menyatakan Insya Allah doakan saja semoga sedahan tersebut dapat dihadirkan sebagai saksi.tutup nya.

Ditempat terpisah Sedahan Praya Barat 1 Kabupaten Lombok Tengah nenyatakan buku Leter C tidak pernah saya pegang apa lagi untuk mengelurkan.

Yang memegang buku leter C itu adalah Lalu Darmawansyah mantan Sedahan bertempat tinggal di Penujak Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah.sebutnya.

Sedahan Praya barat 1 menjelaskan bahwa yang dipegang hingga saat ini oleh sedahan atau dirinya hanya hasil kelasiran tahun 1994- 1995 namanya Peta Belok.jelas
nya

Terkait buku leter C Sedahan yang syah ini menegaskan bahwa sejak adanya surat edaran Dirjen Pajak maka buku leter C tersebut sejak tahun 1993 tidak boleh diterbitkan. Tutupnya.

Ditempat terpisah mantan sedahan Lalu Darmawansah ditemui wartawan media ini membenarkan bahwa dirinya yang punya buku leter C tersebut dan tidak ada edaran itu untuk saya sebutnya

Darmawasyah menjelaskan kalau orang minta saya kasi buku itu karena buku itu hak saya.Buku itu adalah warisan dari kakek saya tuturnya.

Saya mengeluarkan buku itu atas nama pribadi. Saya tidak butuh wartawan.ketusnya.

Kalau wawancara oleh wartawan tulis saja. Kalau orang yang membutuhkan masih tetap berlaku buku leter C ini. Saya pinjamkan ke Pengadilan itu boleh sebutnya.

Kalau dinyatakan tidak berlaku maka tidak mungkin Pengadilan mau menerima.

Darnawansah mengaku menjabat sebagai sedahan sejak tahun 1973-2001. Kini saya sudah menjadi masyarakat biasa kata Darmawan tetapi bukun itu mutlak menjadi milik saya.akunya.

Saya memberikan buku itu karena diminta oleh orang yang bersangkutan yang membutuh kan buku itu di pengadilan yaitu yang bersangkutan yang berperkara.saya tidak mau hadir di Pengadilan sebutnya.

Taqwa NTB.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *