FUIB: Merasa Terhina dan Keberatan Kepada PPKI Terkait Pelanggaran Cara Berpakaian Adat Bili’u

BAGIKAN :

Jakarta. NKRIPost.com – Aktivis Nasional juga Ketua FUIB Rahmat Himran menyatakan keberatan kepada pihak Panitia Putera-Puteri Kebudayaan Indonesia (PPKI), terkait kesalahan pakaian adat Gorontalo yang dikenakan salah satu kontestan ini merupakan penghinaan kepada daerah kami.

Acktivis Nasional asal Gorontalo ini sangat menyayangkan dan sangat keberatan viralnya foto pakaian adat Gorontalo yang diunggah di salah satu akun instagram itu, Sabtu (24/8/2019).

Dalam unggahan akun milik @puteraputeribudayaindo, menampilkan seorang peserta PPKI yang mewakili Gorontalo menggunakan pakaian menyerupai pakaian adat ‘biliu yang sudah melanggar norma – norma adat Yang Sudah memperlihatkan Aurat, ini sangat memalukan bagi kami selaku Putra putri Gorontalo di jakarta

Keberatan tersebut karena kontestan hanya menggunakan celana mini yang dipadu rok, sedangkan pakaian aslinya itu adalah rok panjang hingga ke mata kaki

Rahmat menjelaskan bahwa ajang tersebut tidak diketahui dan melibatkan pemerintah daerah Provinsi Gorontalo

Dia menyebut ajang yang digelar oleh Yayasan Putera Puteri Kebudayaan Indonesia murni digelar oleh pihak
agensi dan sangat memalukan

“Sampai saat ini tidak ada surat pemberitahuan atau surat permintaan keikutsertaan dari pihak yayasan maupun panitia. Jadi kami tegaskan kami tidak pernah mengutus atau merekomendasi peserta dan pakaian adat Gorontalo di ajang itu,” pungkasnya

Dia ikut menyayangkan adanya foto pakaian adat Gorontalo yang tidak sesuai tersebut, terlebih lagi setiap peserta mewakili atau mengatasnamakan setiap daerah di Indonesia padahal kegiatan itu ilegal apalagi membawah nama daerah kami Provinsi Gorontalo.

“padaghal Pemprov Gorontalo setiap tahun menggelar pemilihan No’u dan Uti sebagai ajang pemilihan putera puteri Gorontalo berprestasi. Kalau menyurat tentu kami akan kirim perwakilan. Pesertanya kami bekali dulu soal adat istiadat, pariwisata termasuk soal pakaian adat dan makna yang melekat di pakaian tersebut,” jelasnya.

Rahmat mengatakan pihaknya akan mengajukan surat protes kepada panitia agar ke depan hal-hal seperti ini tidak terulang.

Dia meminta setiap penyelenggara atau agensi model lebih hati-hati ketika mengatasnamakan utusan daerah.

Paling tidak, utusan harus mengantongi rekomendasi sebagai syarat mutlak keikutsertaan mewakili Gorontalo.

Pada insta story model Margaretha Hutagalung @sm_margarethaa atas kesalahannya yang sudah modifikasi adat Gorontalo dengan gaya terbuka.

Sekali lagi kami sangat merasa terhina dan keberatan dalam kasus pelanggaran
Cara berpakaian pakaian adat Bili’u tersebut jika tidak ada permintaan
maaf dari pihak panitia penyelanggara kami akan melaporkan dan memprosesnya secara hukum yang berlaku mengenai pelanggaran pakian adat istiadat tutup Rahmat Himran saat di wawancarai oleh awak media Zulhas . Sabtu malam di Cofee aceh Jakarta Timur 24/08/2019**

Editor : Zulkarnain.

COPYRIGHT@2019NKRIPost.com
Indonesia – Jakarta

Publikasi : 25 Agustus 2019 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami