Forum Pemerhati Lingkungan Desak Kapolda Tertibkan Tambang Liar di Gowa

BAGIKAN :

GOWA, NKRIPOST.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Pemerhati Lingkungan Kabupaten Gowa mendesak Kapolda Sulsel Selatan (Sulsel) segera menertibkan para penambang liar.

Khususnya tambang liar yang merajalela di Parangloe, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa.

Ketua DPD Forum Pemerhati Lingkungan Kabupaten Gowa, Muh. Nur Alghifari mengaku sangat prihatin dan geram terhadap aktivitas tambang liar yang kian marak dan meresahkan warga.

Tambang ilegal di Parangloe kecamatan Tinggimoncong kabupaten Gowa, meliputi  tambang galian C sepanjang sungai Jenneberang dari Parangloe hingga Parigi kecamatan Tinggimoncong.

Warga Parangloe, Tinggimoncong serta penambang legal yang memiliki izin resmi meminta Kapolda Sulsel segera menertibkan penambang liar di  sepanjang sungai Jeneberang yang yang berada di SP1, SP3, KD1 dan KD2 dan semua yang dibangun oleh negara sebagai tanggul  penghambat arus deras air.

Menurut Muh. Nur Alghifari, sebagian besar penambang di Gowa tidak mengantongi izin yang  seharusnya dikeluarkan oleh Dinas Pertambangan dan Perijinan Satu Atap Poovinsi Sulsel. Mereka hanya mendapat izin dari oknum mengatasnamakan izin Polda Sulsel.

“Penambang liar tersebut harus ditindak tegas agar mereka tidak kebal hukum karena dilindungi oleh oknum yang mengatasnamakan izin Polda,” katanya di Gowa, Sabtu (17/10/2020).

Ia berharap agar Kapolda Sulsel bertindak tegas dan cepat dalam menangani seluruh penambang ilegal karena aktivitas tambang liar sangat merugikan masyarakat karena merusak lingkungan dan masa depan bangsa. Terlebih aktivitas penambangan mereka yang berlangsung selama 24 jam.

Muh. Nur Alghifari menekankan jika dalam waktu dekat, Kapolda Sulsel
tidak bertindak dalam menangani penambang liar tersebut, maka pihaknya bersama warga dan pengusaha tambang legal akan melakukan aksi demonstrasi di kantor Polda Sulsel.

“Apabila Kapolda Sulsel tidak secepatnya menindak penambang liar tersebut, maka kami bersama warga dan penambang legal akan melakukan aksi demonstrasi di kantor Polda Sulsel,” pungkasnya.

Khususnya tambang liar yang merajalela di Parangloe, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa.

Ketua DPD Forum Pemerhati Lingkungan Kabupaten Gowa, Muh. Nur Alghifari mengaku sangat prihatin dan geram terhadap aktivitas tambang liar yang kian marak dan meresahkan warga.

Tambang ilegal di Parangloe kecamatan Tinggimoncong kabupaten Gowa, meliputi  tambang galian C sepanjang sungai Jenneberang dari Parangloe hingga Parigi kecamatan Tinggimoncong.

Warga Parangloe, Tinggimoncong serta penambang legal yang memiliki izin resmi meminta Kapolda Sulsel segera menertibkan penambang liar di  sepanjang sungai Jeneberang yang yang berada di SP1, SP3, KD1 dan KD2 dan semua yang dibangun oleh negara sebagai tanggul  penghambat arus deras air.

Menurut Muh. Nur Alghifari, sebagian besar penambang di Gowa tidak mengantongi izin yang  seharusnya dikeluarkan oleh Dinas Pertambangan dan Perijinan Satu Atap Poovinsi Sulsel. Mereka hanya mendapat izin dari oknum mengatasnamakan izin Polda Sulsel.

“Penambang liar tersebut harus ditindak tegas agar mereka tidak kebal hukum karena dilindungi oleh oknum yang mengatasnamakan izin Polda,” cetus dia.

Ia berharap agar Kapolda Sulsel bertindak tegas dan cepat dalam menangani seluruh penambang ilegal karena aktivitas tambang liar sangat merugikan masyarakat karena merusak lingkungan dan masa depan bangsa. Terlebih aktivitas penambangan mereka yang berlangsung selama 24 jam.

Muh. Nur Alghifari menekankan jika dalam waktu dekat, Kapolda Sulsel
tidak bertindak dalam menangani penambang liar tersebut, maka pihaknya bersama warga dan pengusaha tambang legal akan melakukan aksi demonstrasi di kantor Polda Sulsel.

“Apabila Kapolda Sulsel tidak secepatnya menindak penambang liar tersebut, maka kami bersama warga dan penambang legal akan melakukan aksi demonstrasi di kantor Polda Sulsel,” pungkasnya.

Publikasi : 18 Oktober 2020 by admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami