Dukungan Program 100 Hari Kerja Bupati-Wabup Malaka Terpilih Mengalir

NKRIPOST, MALAKA- Dukungan terhadap Program 100 Hari Kerja pasangan calon (Paslon) Bupati Malaka terpilih, Dr. Simon Nahak, SH, MH dan Wakil Bupati, Louise Lucky Taolin, S. Sos yang akrab dikenal Kim Taolin dengan tagline SN-KT terus mengalir.

Mantan Sekda Belu, Drs. Petrus Bere, MM menyumbang gagasan pembangunan Program 100 Hari Kerja SN-KT dengan menawarkan sejumlah rencana kegiatan untuk mendukung program kerja 100 hari tersebut demi mewujudkan Kota Betun menjadi kota yang indah dan tata kelola pemerintahan yang cepat, tepat dan bersih.

Sumbang gagasan itu disampaikan Mantan Sekda Petrus kepada wartawan ketika dihubungi wartawan via pesan whatsApp dari ponselnya, Kamis (1/4/21) pagi.

Petrus mengusulkan beberapa kegiatan yang dilakukan dalam masa 100 hari kerja kepemimpinan SN-KT di Kabupaten Malaka pasca pelantikan. Disebutkan, kegiatan-kegiatan itu di antaranya, pertama, penataan Kota Betun sebagai pusat dan ibukota Kabupaten Malaka.

“Jadikan Kota Betun sebagai Kota Bersih, Indah, Rapih, Ulet. Saya sebut Kota BIRU. Kita tetapkan TPA (tempat pembuangan akhir) untuk singkirkan sampah-sampah di dalam Kota Betun. Kita juga
bersihkan rumput yang tumbuh sepanjang jalan protokol termasuk di Lapangan Misi Gereja Katolik Betun,” kata Petrus.

Selain itu, kata Petrus penertiban arus lalulintas dengan memaksimalkan pemanfaatan Terminal Betun. “Semua kenderaan penumpang umum, wajib parkir di terminal itu,” tambahnya dan menghendaki adanya zonasi parkir baik di pasar maupun pertokoan agar lebih rapih dan tertib.

Loading...

Di sisi lain, Kota Betun sebagai kota perbatasan diusahakan agar menampilkan wajahnya yang aman dan nyaman. Hal ini membutuhkan keuletan sikap masyarakat terhadap gangguan-gangguan keamanan dan ketertiban baik dari dalam maupun dari luar.

Untuk tata Kota Betun yang bersih, indah, rapih dan ulet serta pelayanan pemerintahan yang efektif dan efisien, Petrus menganjurkan adanya keterbukaan informasi yang disebutnya Malaka Quick Respons (MQR). “Ciptakan satu Chanel khusus untuk menerima dan merespon secara cepat semua keluhan dan saran masyarakat. Chanel tersebut dikendalikan Kantor lnspektorat Kabupaten Malaka,” jelas Petrus.

Langkah ini perlu dilakukan untuk mewujudkan pemerintahan Kabupaten Malaka yang bersih dan berwibawa menuju Malaka Clean Governance (MCG). “Dan itu saya setuju lakukan audit kinerja dan keuangan dari semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan Desa,” lanjut Petrus. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *