Dugaan Penyelewengan BST Oleh Mantan Sekdes, Korban Marta Tamonob: Harus Di Tindaklanjuti

Marta Tamonob

Nkripost, TTS – Pemerintah RI melalui Kementerian Sosial telah mengeluarkan kebijakan berupa program-program bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat miskin dan masyarakat yang berdampak sosial ekonomi dari pandemi corona. Salah satu program yang diluncurkan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial adalah Program Bantuan Sosial Tunai atau Bansos Tunai. Bantuan Sosial Tunai adalah bantuan yang berupa uang yang diberikan kepada keluarga miskin, tidak mampu, dan/atau rentan yang terkena dampak dari Wabah Covid-19

Sebuah program mulia yang di lakukan oleh pemerintah untuk membantu mengurangi permasalahan yang di alami oleh masyarakat, namun pada prakteknya kebijakan pemerintah pusat tersebut terkesan sia – sia karena ada oknum – oknum yang memanfaatkan dan menyalahgunakan Bansos tersebut untuk kepentingan lain.

Seperti halnya yang di alami Marta Tamonob, salah satu warga RT/09 RW/05 desa Tesi Ayofanu, Kecamatan Kie, Kabupaten,Timor Tengah Selatan (TTS ), akhirnya harus memilih untuk mempertanyakan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang seharusnya wajib untuk ia dapatkan tetapi ada dugaan permainan antara mantan sekdes dengan Inisial KEO, sehingga bantuan tesebut diberikan kepada orang lain.

Marta menceritakan kronologis kejadian tersebut ketika ditemui media ini pada hari ini,Selasa,13/10/2020 bahwa : bantuan Sosial Tunai ( BST ) hingga hari ini sudah dibayar terhitung 6 tahap, tetapi Marta tidak pernah merasakan bantuan tersebut dari tahap ke 1 sampai 5, padahal setiap kali pembayaran namanya di sebut terus-menerus.

Tetapi mantan Sekdes Tesi Ayofanu malah memakai orang lain untuk mengambil bantuan tersebut. Akhirnya Tamonob memutuskan untuk mempertanyakan hal tersebut pada pembayaran tahap ke 6, dan ketika ia bertanya kepada mantan sekdes Tesi Ayofanu menjawab bahwa, uang yang di dapatkan Marta Tamonob dari tahap 1 itu sudah dikembalikan atau hangus.

Akhirnya salah satu pengemudi ojek yang bernama YT, datang dan menceritakan kejadian tersebut bahwa, dirinya pernah disuruh oleh mantan sekdes untuk mengambil bantuan tersebut,
Setelah itu Mantan Sekdes ini memberikan uang sebesar Rp.100.000 kepadanya sebagai jasa ojek.”

Loading...

Mantan sekdes Tesi Ayofanu ketika dikonfirmasi via telepon seluler, Ia mengatakan bahwa, dirinya mengakui kesalahan tersebut dan meminta untuk mengurus secara kekeluargaan, kalau bisa dirinya siap untuk menggantikan uang yang sudah di ambil olehnya.
Karena selama ini ia memang memakai 2 anak ojek yakni YT dan MM ,untuk mengambil bantuan tersebut.

Tetapi Marta Tamonob tidak mau menerima tawaran tersebut,Marta mengatakan bahwa perbuatan tersebut harus di tindak lanjuti kepada pihak berwajib.

“Hal ini harus ditindak lanjuti oleh pemerintah Terkait.”tegasnya

Loading...

Lanjut Marta bahwa,dirinya sudah menjadi korban dan harus ditindak lanjuti agar kedepan masyarkat-masyarakat lain tidak menjadi korban seperti yang di alami olehnya.(rey)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *