Dugaan Cemarkan Nama Baik, Pinjaman Online Apk Gomany Dan Dompet Besar Di Polisikan

Dugaan Cemarkan Nama Baik, Pinjaman Online Apk Gomany Dan Dompet Besar Di Polisikan

Ilustrasi Jahatnya Pinjaman Online

Nkripost, Jakarta – Salah satu aplikasi pinjaman online atau Apk Gomany dan Dompet Besar yang diduga ilegal, dilaporkan terkait kasus dugaan pencemaran nama baik, ke Polsek Metro Mampang Prapatan.Jakarta Selatan, Minggu, 21/9/2020.

Laporan polisi itu tercatat dengan nomor: 403/K/IX/2020/SEK.MP tanggal 21 September 2020, terkait dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik, seperti yang diatur dalam Pasal 27 ayat (3) Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. Pelapornya berinisial SP, sementara terlapor masih lidik.

“Hari ini saya laporkan salah satu aplikasi Pinjaman Online atau pinjaman online Apk Gomany Dan Dompet Besar yang kami duga juga ilegal, melakukan tindakan pencemaran nama baik, disini sebenarnya ada puluhan orang yang sudah jadi korban yang terkait pencemaran nama baik. Jadi hari ini saya laporkan ke Polsek Mampang Prapatan,” ujar SP di temui usai melaporkan di Polsek Mampang Prapatan Minggu, (21/9/2020).

Dikatakan SP Oknum Apk Gomany dan Dompet Besar itu menyebarluaskan kalimat yang mengandung pencemaran nama baik ke seluruh nomor kontak di handphonenya, dan lainnya.

“Kata-katanya yang menyatakan bahwa saya menawarkan diri menjual ginjal untuk membayar hutang dengan dilengkapi Foto KTP Saya, di lengkapi juga dengan surat pernyataan berhutang saya pada Apk Gomany dan Dompet Besar. Sebenarnya itu kan sudah di luar dari konteks pinjaman yang sebenarnya. Sesuai hukum itu sudah melanggar,” ungkapnya.

Dikisahkan SP, “kejadian Berawal dari pinjaman ke aplilasi pinjaman Online, Rupiah Cepat sebesar 600 sedangkan yang harus dibayarkan 800, terus diiming – iming lagi ada sms dll dari aplikasi lain hingga saya mulai tergoda oleh iming- iming aplikasi lain tersebut, dari aplikasi ini sudah sebagian saya bayarkan, namun akibat dari pandemi covid ini sehingga sampai saat ini saya sedikit terlambat untuk membayarnya. dikarenakan dari awal saya sering terlambat membayar mulai bertubi tubi telphone dan wa masuk dari peringatan hingga ancaman dan yang terakhir ini mulai hingga penyabaran data yang berbau fitnah seperti jual ginjal. Aplikasinya masih ada tapi saya privasikan di karenakan untuk menghindari pembuatan group wa seperti yang mereka ancamkan ke saya.”.

Terakhir SP memberikan pesannya kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap pinjaman online dan lebih selektif terhadap rayuan dari aplikasi pinjaman online yang akan menawarkan berbagai kemudahan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami