Dua Perempuan Hebat Di Balik Kemenangan SN-KT Untuk Malaka.

Maria Martina Nahak – Cecilia Bere Buti

Seorang istri dan suami itu bagaikan dua sayap seekor burung rajawali. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali”, Bung Karno dalam buku Sarinah

Nkripost, Malaka – Dibalik kesuksesan seorang suami pastilah ada sosok istri kuat dan tangguh. Selalu mendampingi suami di saat suka maupun duka. Dia juga harus mampu berperan sebagai ibu pengayom dan pendidik bagi putra putrinya.
Sebagai teman diskusi tatkala terbentur sebuah masalah.
Pemberi semangat tatkala gundah dan putus asa. Penyejuk jiwa disaat amarah merasuk dada.

“Juga diatas pundak perempuanlah terletak kewajiban untuk tidak ketinggalan di dalam perjuangan ini, dalam mana diperjuangkan kemerdekaan mereka dan pembebasan mereka. Mereka sendirilah harus membuktikan, bahwa mereka mengerti benar-benar tempat mereka dalam perjuangan sekarang yang mengejar masa depan yang lebih baik itu”, Bung Karno Halaman 332, Sarinah.

Begitupun juga dalam pesta demokrasi Jamak kita mendengar di balik pria-pria sukses ada perempuan – perempuan hebat.

Kemenangan paket SN-KT, Simon Nahak dan Kim Taolin, tidak terlepas dari dua perempuan tangguh yang teguh mendampingi mereka berdua.

Loading...

Mungkin ada yang merasa berlebihan saya memanggil kedua perempuan ini sebagai kaka dan adik, terlepas dari mereka berdua adalah ibu bupati dan ibu wakil bupati terpilih Kabupaten Malaka.

Mereka berdua adalah saudara karena memperlakukan setiap orang termasuk saya sebagai saudara.

Teringat saya ketika kami sibuk melakukan rekonsiliasi data hasil Pilkada sebelum pengumuman, Kaka Maria, yang telah menyiapkan makanan sendiri datang dan berbisik, “Adik, halamak uit lai!” karena memang kami lapar tetapi lebih bekerja mengejar target.

Loading...

Begitupun, adik Lia. Ketika setelah kemenangan versi real quick count, Adik Kim Taolin datang bersama beliau ke sekretariat.

Semua bergegas menyalami mereka berdua. Saat saya berjabatan tangan, beliau katakan, “Ini harus cium pipi, kaka!” Itulah ekspresi persaudaraan kedua perempuan hebat ini.

Cecilia Bere Buti, itulah nama lengkap Ibu Kim Taolin. Perempuan energik inilah yang menjadi figur sentral SIS Relawan SN-KT, salah satu kelompok fenomenal dalam politik pilkada Malaka.

Dua puluh ribuan anggota SIS Relawan SN-KT merupakan kekuatan nyata yang menghantarkan kemenangan kepada SN-KT.

Adik Lia selalu hadir di tengah-tengah mereka dan terkadang melibatkan Video Call dengan Kaka Maria.

SIS Relawan SN-KT adalah adalah fenomena partisipasi aktif perempuan dalam politik pilkada.

Awalnya diinisiasi PSI tetapi kemudian dirawat dan ditumbuh kembangkan dengan baik oleh Ibu Kim Taolin.

Dengan latar belakang suaminya politisi dan mertuanya adalah politisi senior, Adik Lia menikmati kebersamaan dengan para perempuan sebelum dan selama kampanye.

Loading...

Sangat jauh berbeda dengan Maria Martina Nahak. Perempuan ini adalah seorang dosen yang lebih menikmati hidup sebagai profesional.

Tetapi terakhir memutuskan untuk menyokong suaminya masuk dalam konstestasi politik.

Sejatinya, Kaka Maria lebih menikmati keadaan suaminya yang bekerja sebagai seorang yang visioner, profesional, dan tekun. Ia terkadang kesal karena suaminya merasa tidak puas dengan yang telah ada.

Simon Nahak memiliki banyak cita-cita. Dia bersama anak-anak merasa kehilangan kebersamaan karena keputusan suami untuk terjun ke dunia politik.

Loading...

Tetapi akhirnya, Kaka Maria memutuskan untuk berdiri di belakang suaminya, dengan mengambil cuti di luar tanggungan negara.

Ketika tiba di Malaka, dengan gesit langsung terlibat dalam konsolidasi SIS Relawan SN-KT dan terlibat dalam orasi politik saat kampanye.

Kehadirannya, memberi warna tersendiri dalam kampanye, yang didominasi oleh orator pria. Kaka Maria termasuk orator yang memberi motivasi dan ide-ide yang orisinil.

Kehadirannya, seperti energi tambahan bagi gerakan politik perempuan di Malaka.

Loading...

Kini Pak Simon Nahak dan Pak Kim Taolin telah terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Malaka. Sambil menunggu restu Tuhan untuk pelantikan, mereka berdua akan terus berada disamping kedua pria ini untuk memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat Malaka.

Mereka sering menyimpan banyak hal di dalam hati demi pengabdian bagi keluarga dan visi besar para suami mereka.

Banyak yang tidak tahu, ketika datang ke Malaka untuk mendukung suami, mobil Kaka Maria sempat dilempar orang tak dikenal saat memasuki Malaka, kampungnya sendiri. Tetapi dia menyimpan semua itu di dalam hati dan tak ciut sedikitpun karenanya.

Ya, mereka berdua adalah contoh nyata perempuan-perempuan hebat yang berdiri di balik kedua pria yang terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Malaka.

Karena kontribusi penting mereka berdua, Pak Simon Nahak dan Pak Kim Taolin menjadi sesuatu (something). Dan kiranya, karena dorongan mereka berdua, Dr. Simon Nahak, SH,MH dan Louise Lucky Taolin, SSos, pada akhirnya bergerak dari zero to hero di akhir pengabdian mereka.

Di balik pria-pria sukses selalu ada perempuan-perempuan hebat! Kaka Maria dan Adik Lia, kalianlah kedua perempuan hebat itu. Terima kasih untuk merelahkan mereka untuk bekerja bagi rakyat Malaka.

Penulis; Herman Seran (Ketua Diaspora NTT Untuk SN-KT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *