Drs.TGH.Muchlis Ibrahim,M.Si: Nyawa Tidak Jual Di Toko

Nkripost, NTB – Covid-19 adalah virus yang berbahaya bisa menular kepada siapa saja, jika tidak memiliki ketahanan tubuh yang prima.

Demikian dikatakan Ketua Pengurus Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat (Lobar) Nusa Tenggara Barat (NTB) Drs TGH.Muchlis Ibrahim,M.Si dalam pidatonya tanpa teks saat menyambut kedatangan rombongan petugas Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP)Surabaya Jatim sebagai UPT Kemenkes RI pada Kamis (17/9/2020) bertempat di Masjid Ponpes Al-Ishlahuddiny Kediri Lobar NTB.

Rombongan dari BBTKLPP Surabaya Jatim yang turut hadir pada acara tersebut adalah Dr Yudied Agung Wirasa,SKM,MKes Ketua Tim sebagai Perwakilan Kementerian Kesehatan RI yang ditunjuk dalam pendampingan penguatan sistim kesehatan. Dr.Abdul Muhid,M.Si Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Psikologi dan Kesehatan sebagai wakil utusan dari UIN Sunan Ampel Surabaya dan Dr.Moch Irfan Hadi,M.KL.Wakil Dekan Bid. Kemahasiswaan dan Kerja sama Fakultas Psikologi dan Kesehatan serta dari Dikes Lobar NTB.

Muchlis menjelaskan dalam rangka mengantisipasi atau melawan Covid -19 pihaknya telah siapkan di Ponpes sejumlah Kran Air untuk Cuci tangan pakai sabun di air mengalir.

Maksud dan tujuannya siapkan Air untuk cuci tangan pakai sabun di air mengalir adalah untuk menjaga kesehatan para santri siswa/siswi dan guru serta staf dalam rangka menghambat pergerakan Covid-19 yang melanda dunia.

Selain itu lanjut Tuan Guru Kharismatik itu “para santri/siswa/siswi/mahasiswa/mahasiswi dan atau siapapun yang berkunjung di Ponpes ini wajib pakai masker dan jaga jarak serta hindari kerumunan massa.” Tuturnya.

Loading...

Muchlis mengingatkan kepada sejumlah Tahfis yang hadir pada acara tersebut bahwa untuk mengantisipasi covid-19 rajin-rajin cuci pakaian, jaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. Setiap keluar rumah wajib pakai masker.

Selain itu perlu olah raga ringan. Istrahat yang cukup, makan makanan yang bergizi seimbang. Minum air putih yang cukup. Kurangi makanan dan minum yang dingin.

Selain itu untuk menambah ketahanan tubuh rajin minum vitamin C.Vitamin E dan D secara teratur dan jangan lewat dosis.

Loading...

Bahwa warga sudah banyak yang terpapar Covid-19. Bahkan telah meninggal dunia. Jiwanya tidak bisa diselamat kan.Termasuk tenaga medis kita yang hebat- hebat itu banyak yang meninggal dunia akibat Covid-19 yang ganas itu kata Michlis yang juga sebagai Ketua STID Al- Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat NTB itu.

Oleh sebab itu kita harus taat Protokol kesehatan. Patuh terhadap himbauan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah tegas tuan guru yang memiliki puluhan ribu jamaah itu.

Termasuk Himbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Maklumat Kapolri. Taat aturan dan Undang-Undang yang berlaku karena nyawa tidak ada dijual ditoko kata Muchlis yang juga Ketua Baznas Kabupaten Lombok Barat ini.

Pada acara tersebut mantan anggota DPR RI itu menyampaikan ucapan Selamat Datang kepada rombongan BBTKLPP Surabaya Jatim dan dari Dikes Lombok Barat NTB serta mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada rombongan yang telah berkenan hadir memberikan penyuluhan terkait Covid-19 kepada tahafis 100 orang yang hadir dengan menggunakan masker.

Tak lupa pula mantan anggota DPRD Lobar itu menyampaikan permohonan maaf jika ada kekurangan atau kekeliruan dalam pelayanan. imbuhnya.

Ditempat sama Dr.Yudied Agung Mirasa,SKM,MKes dalam sambutan menyatakan kegiatan ini berlangsung dari tanggal,17 hingga tanggal 19 September 2020 di Wikayah NTB. khususnya di Pulau Lombok yang digelar di 10 Ponpes dan yang pertama di Ponpes Al-Ishlahuddiny Kediri Lobar NTB dalam rangka pendampingan penguatan tresing Covid-19.

Terutama dalam membangun situasi Ponpes yang lebih sehat dan bersih.

Maksud dan tujuannya adalah supaya Ponpes tidak menjadi penyakit atau klaster baru covid-19 sehingga Ponpes sangat penting untuk menjaga kesehatan agar kehidupan ini menjadi lebih baik.karena generasi muda harus kita lindungi.

Loading...

Oleh sebab itu lanjut Yudied untuk mencermati peningkatan kasus Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia pada akhir-akhir ini, Kementerian kesehatan melakukan penguatan PE dan kontak tracing di daerah- daerah yg memiliki potensi besar ledakan kasus.

Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP Surabaya) sebagai UPT Kemenkes RI menjalankan tugas dalam percepatan pengendalian kasus Covid-19 di wilayah layanan yaitu Jawa timur, Bali, NTT dan NTB.

Sebagai wujud nyata upaya percepatan pengendalian covid-19 di lapangan serta pencegahan terjadinya ledakan kasus maka perlu dilakukan penguatan sistem kesehatan di Pondok Pesantren khususnya terkait kesiapan pondok Pesantren dalam menjalankan sistem protokol kesehatan.

Dalam menjalankan tugas tersebut BBTKLPP Surabaya bekerja sama dengan Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Sunan Ampel Surabaya yang memiliki akses strategis dan jejaring dengan pondok pesantren di berbagai wilayah Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT.

Loading...

Dalam penguatan sistem kesehatan ini poin yang dilakukan meliputi antara lain,Memastikan bahwa pondok pesantren melakukan protokol kesehatan.

Memastikan adanya petugas kesehatan di pondok dan terbentuknya gugus tugas penanggulangan covid-19 di pondok pesantren.

Memastikan adanya sarana prasarana sanitasi serta berfungsi dengan baik.

Memastikan adanya komitmen dari pengurus pondok pesantren untuk selalu bersinergi menjalankan protokol kesehatan dan melaporkan ke dinas kesehatan setempat jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan sebagai wujud upaya pengendalian.

Loading...

Saat berita ini diterbitkan ponpes yang sudah dikunjungi
adalah Pondok pesantren Al-Islahuddiny Kediri Lombok Barat.Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri Lombok Barat. Pondok Pesantren Shaleh Hambali Bengkel Lombok Barat.

Tuan Guru/Pimpinan Pondok Pesantren dan seluruh pengurus kooperatif mendukung penuh menjalankan protokol kesehatan, serta siap bersinergi dengan dinas kesehatan Lombok barat.

Semoga hal yang tertata dengan baik dapat dipertahankan untuk membentuk generasi yang santri sehat lahir maupun batin. Kondisi seperti ini merupakan modal bangsa untuk keluar dari pandemi Civid-19. Tutupnya.

Taqwa NTB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *