Direktur PMP2H Soroti Pembatalan Tender Proyek Preservasi Jalan di Bone

BAGIKAN :
Direktur Pergerakan Mahasiswa Pemantau Pelanggaran Hukum (PMP2H), Muhammad Warakaf.

MAKASSAR, NKRIPOST.COM – Proses tender proyek preservasi jalan ruas Ujung Lamuru – Palattae – Bojo Kabupaten Bone senilai 32 miliar pada Satuan Kerja dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan dinilai ganjal dan tidak memenuhi rasa adil bagi peserta lelang.

Betapa tidak, setelah melalui proses lelang dan telah menghasilkan pemenang yaitu PT Kurnia Mulia Mandiri dan telah dimuat pada laman LPSE tiba-tiba hasil lelang tersebut dibatalkan.

Dibatalkannya pemenang tender tersebut diduga ada oknum yang melakukan intervensi sehingga yang seharusnya jadi pemenang tender dibatalkan.

Diketahui saat ini Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Sulsel saat ini dijabat oleh Sari Pujiastuti.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pergerakan Mahasiswa Pemantau Pelanggaran Hukum (PMP2H) Muhammad Warakaf menilai hal tersebut diduga ada intervensi dari pihak lain dan berbahaya bagi proses pembangunan di Sulawesi Selatan.

“Jika dugaan adanya intervensi dari luar itu benar, saya kira itu tidak baik bagi proses pembangunan karena bisa melahirkan ketidakpastian bagi kontraktor yang sudah melalui proses awal dan akhir lelang,” ungkap Muhammad Warakaf melalui keterangan tertulisnya, Jumat (20/3/2020).

Warakaf menegaskan bahwa dirinya akan menelusuri kasus pembatalan tender pada biro pembangunan tersebut sampai ke akar akarnya.

“Kami akan telusuri masalah tersebut, jika perlu kami akan melakukan demonstrasi untuk menanyakan hal tersebut,” tegasnya.

Publikasi : 20 Maret 2020 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami