NKRIPOST.COM

Berita Seputar NKRI

SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Direktur LKBHMI Gowa Sebut “Hamdan Effect” Tidak Berlaku bagi Kader HMI

BAGIKAN :
Rakornas II MN KAHMI di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur

GOWA – Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI), Hamdan Zoelva kembali mengeluarkan statement kontroversial dalam pidatonya di acara pembukaan Rakornas II di Kota Balikpapan Kalimantan timur.

Dalam acara tersebut, Hamdan Zoelva menegaskan posisinya selaku Koordinator MN KAHMI dan memerintahkan secara organisasi untuk hanya mengakui kepemimpinan Arya Kharisma Hardy sebagai Pejabat Ketua Umum serta meminta kepada Presidium MW KAHMI dan MD KAHMI seluruh Indonesia untuk tidak mengindahkan hal-hal yang berkenaan dengan institusi PB HMI diluar Kepengurusan Pejabat Ketua Umum.

Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya, Muhaimin Malaba, menilai hal tersebut adalah sangat tendensius tanpa semangat mempersatukan.

“Ini seolah mempertegas de-legitimasi hasil Mandataris Kongres HMI ke-30 di Ambon yang diikuti oleh Cabang dan Badko seluruh Indonesia yang menetapkan R. Saddam Aljihad sebagai Formateur terpilih apalagi itu disampaikan dalam forum resmi Rakornas II MN KAHMI”, ujarnya.

Foto : Muhaimin Malaba, Direktur LKBHMI Cabang Gowa

Lebih Lanjut, Muhaimin melihat “Hamdan Effect” juga terlihat dalam perhelatan Munas KAHMI tahun 2017 lalu, namanya tidak ada dalam hasil perhitungan suara Majelis Wilayah dan Majelis Daerah KAHMI di seluruh indonesia yang menetapkan 9 Presidium KAHMI Nasional dan tiba-tiba saat ini menjadi Koordinator Presidium MN KAHMI

“Sikap tendensius Hamdan Zoelfa dan Arya Kharisma Hardy ini mengingatkan saya tentang idiom (bird of a feather flock together) burung dengan bulu yang sama akan berkumpul bersama”, ungkapnya, Minggu (1/9/2019).

Loading...

Persoalan lain pasca penetapan agenda kongres ke XXXI di Kota Palembang pada Pleno II PB HMI di Pulau Tidung, yang diikuti oleh Fungsionaris PB HMI dan hampir seluruh Badko HMI se-Indonesia, terdapat sejumlah oknum MN KAHMI yang ingin mencegal pelaksanaan kongres HMI tersebut padahal itu adalah tanggung jawab mandataris Kongres sebelumnya, dan kesepakatan Badko HMI se-Indonesia.

Menurutnya, sejumlah kader HMI protes atas intervensi ini melalui spanduk yang terpasang di Gedung KAHMI Centre bertuliskan ‘Kota Palembang Tuan Rumah Kongres HMI Ke XXXI, KAHMI harus panggil Kanda Hamddan Zoelva untuk mempertanyakan niat menggagalkan Kongres’.

“Hamdan Effect akan diuji di kalangan kader HMI terkait sikap arogansinya dalam menolak hasil penetapan Kongres di Palembang dan saya yakin Effect itu tidak akan berlaku sebab psikologi konstitusi senior terhadap juniornya itu tidak melekat dalam pribadi Hamdan Zoelfa”, tutup Alumni UIN Alauddin Makassar ini. (*)

Terbitkan Pada: 1 September 2019 by NKRI POST

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami