NKRIPOST.COM

Berita Seputar NKRI

SELAMAT DATANG DI NKRI POST
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI KAMI
SAMPAI JUMPA LAGI

Dinilai Gagal Dalam Protokoler Covid 19, Satgas Covid 19 PMKRI Desak Kapolda Metro Jaya Dicopot

BAGIKAN :

NKRIPOST, Jakarta – Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) melalui Divisi Advokasi Tim Satgas COVID-19 meminta Kapolri Idham Azis untuk mengevaluasi Kapolda Metro Jaya Nana Sudjana terkait kegagalan penerapan protokoler COVID-19 pada acara pemusnahan barang bukti obat terlarang di Polda Metro Jaya.

Felix Martuah Purba mengatakan Kapolda Metro Jaya Nana Sudjana mengabaikan protokol COVID-19 karena kegiatan tersebut membuat kerumunan masa pada acara tersebut.

“Kami kira ini sudah sangat melanggar protokoler kesehatan. Banyak yang berkerumun dalam acara tersebut. Aktivitas orang-orang dalam acara tersebut juga sepertinya mengabaikan protokoler COVID-19, ” ungkapnya.

Felix menilai kegiatan Polda Metro Jaya yang mengabaikan protokoler COVID-19 dianggap sangat serius, di tengah terjadi peningkatan pasien positif COVID-19.

“Di Jakarta kan kita tahu sendiri. Hampir setiap hari penambahan pasien COVID-19 meningkat. Kalau institusi polisi saja abaikan protokoler seperti begini bagaimana mungkin kita mau meredam COVID-19 di Jakarta,” imbuhnya.

Selain perkembangan COVID-19 di DKI Jakarta, Felix menambahkan, pengabaian protokoler kesehatan Covid-19 ini juga melanggar aturan yang ditetapkan oleh lembaga kesehatan dunia WHO dalam hal usaha pencegahan COVID-19.

Loading...

Dengan kejadian tersebut, sambung Felix, Kapolri Idham Asiz harus turun tangan untuk menegur Kapolda Metro Jaya, sekaligus mencopot Polda Metro Jaya.

Pencopotan Metro Jaya, lanjutnya, dianggap hal terpuji karena seorang pemimpin perlu menjadi panutan bagi masyarakat di bawahnya. Untuk itu, Felix berharap agar pencopotan Kapolda Metro Jaya dilakukan segera mungkin.

“Segera evaluasi Kapolda Metro Jaya. Ambil tindakan yang tegas biar jadi pembelajaran bagi Polda lainnya, ” tutup Felix.

Seperti diketahui, Pihak Polda Metro Jaya mengabaikan peraturan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dalam hal  menjaga jarak ketika melakukan pemusnahan barang bukti hasil tangkapan 1,2 ton sabu, 35 ribu butir ekstasi, dan 410 kilogram ganja di Lapangan Parkit Dilantas Polda Metro Jaya, Kamis (2/7).

Pemusnahan barang haram yang dipimpin Kapolri Jenderal Idham Azis, dihadiri Ketua MPR Bambang Suesatyo, Ketua Komisi III DPR Herman Herry, Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, Kejaksaan dan Kehakiman telah mengundang kerumunan massa.

Walaupun kerumunan orang itu menggunakan masker, namun mengabaikan jaga jarak sehingga mendatangkan kritikan dari berbagai masyarakat. Kerumunan massa terlihat khususnya warga yang hendak membayar pajak kendaraannya di gedung Samsat Polda Metro Jaya itu hendak melihat pemusnahan barang haram tersebut.

Terbitkan Pada: 4 Juli 2020 by NKRI POST

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami