NKRIPOST.COM – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palembang sedang mempercepat proses aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2022.
Namun, saat ini sedang marak modus penipuan terkait aktivasi IKD yang menjadi perhatian dan peringatan dari Ditjen Dukcapil Kemendagri.
Kepala Disdukcapil Palembang, Dewi Isnaini, mengimbau masyarakat untuk melakukan aktivasi hanya di kantor Disdukcapil Demang Lebar Daun guna meminimalisir penipuan.
Modus penipuan dilakukan oleh oknum yang menghubungi korban melalui WhatsApp, SMS, atau telepon, mengaku sebagai petugas Disdukcapil, dan menawarkan bantuan aktivasi IKD.
Pelaku kemudian meminta data pribadi seperti NIK, KK, foto e-KTP, dan OTP dengan alasan verifikasi.
Data yang diberikan itu disalahgunakan untuk pinjaman ilegal, pencurian identitas, dan pembobolan rekening.
Disdukcapil menegaskan bahwa aktivasi IKD hanya dilakukan langsung di kantor, tidak melalui WhatsApp, telepon, SMS, barcode, maupun link apapun yang tidak resmi.
Masyarakat dihimbau agar tidak memberikan data pribadi kepada nomor tidak dikenal dan segera melaporkan pesan mencurigakan ke call center 168.
Selamat pagi. Sampai saat ini belum ada komentar, semua baik baik saja. Terima kasih
Bertahun tahun pemerintah kemana saja ojol ada yg gacor ada yg anyep, ada yg kesuspend ada yg PM
Aplikasi IKD yg Baru AMAT SANGAT JELEK, buatan KEMENDAGRI, lbh BAIK yg Model LAMA, bisa bertahan ber tahun2. Yang model BARU, MODEL KAMERA perkamannya yg SANGAT JELEK, sy sdh Ferifikasi di di DUKCAPIL, ehhh, baru kurang 1 minggu hasil FERIFIKASI WAJAH nya yang SUDAH SUPER SULIT, dan hasil ferifikasi tidak bertahan LAMA, paling lama 1 minggu SDH HILANG dan HARUS FERIFIKASI ULANG LAGI yg SANGAT SULIT, coba tolong JERITAN INI di dengar DIRJEN DUKCAPIL Kemendagri ya….🤣🤣🤣
Nm saya Sukri dari serang keramat watu desa Pejaten kp kejayan tolong saya ini orang bener bener ga mampuh tolong saya ini usaha padagang asongan penghasalin blm tertntu kadang dapat kadang ga dapet tolong di komentarkan..
Saya bayar token sangat tertekan sekali..