Digugat Warganya, Kades Noemuke: Saya Ikuti Proses Hukum Hingga Ada Keputusan PTUN

BAGIKAN :
Kepala Desa Noemuke Semrys Oryanti Lette

Nkripost, TTS – Pengadilan tata usaha negara (PTUN) Kupang mengembalikan 15 materi gugatan yang di ajukan dua warga desa Noemuke, kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan(TTS), yakni Decky E.Baker dan Sandri Be’is, untuk merevisi materi gugatan yang di ajukan dikarenakan pada materi gugatan tersebut belum terdapat dasar hukum yang kuat dan juga diminta untuk merubah 15 materi itu menjadi 6 materi gugatan.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Noemuke Semrys Oryanti Lette saat ditemui media ini di kediamannya,pada hari ini,rabu 14 oktober 2020.

Kepala desa Noemuke Semrys Oryanti Lette kepada awak media di jelaskan bahwa,
dirinya digugat untuk mencabut Surat Keputusan Nomor : 9/KEP/DS.NOEMUKE/2020 Tanggal 15 Agustus 2020 tentang Pengangkatan Perangkat Desa Noemuke Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan,

Lebih lanjut Kades menambahkan, Ia juga digugat agar menerbitkan Surat Keputusan (SK) baru untuk menetapkan Para penggugat sebagai Perangkat Desa Noemuke Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, masing-masing dalam jabatan penggugat yakni sebagai Sekretaris Desa/Kepala Urusan/Kepala Seksi dan PENGGUGAT II sebagai Kepala Dusun sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan; serta Menghukum TERGUGAT untuk membayar biaya yang timbul dalam Perkara tersebut.

Tetapi selaku kepala Desa dirinya tidak mau menerima gugatan tersebut, karena menurutnya, Ia melantik para perangkat desa sesuai dengan undang-undang nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, permendagri nomor 83 tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, beserta Perbup 38 tahun 2018 tentang ketentuan teknis pelaksaan perangkat desa,

Baca juga : Dugaan Pengangkatan Perangkat Desa Bermasalah Keputusan Kades Noemuke di Gugat

dikonfirmasi oleh awak media terkait dua calon perangkat desa yang tidak diakomodir sekalipun mereka memperoleh nilai tertinggi, tetapi dengan tegas kades menanggapi bahwa dirinya siap menghadapi proses yang sedang berjalan saat ini, sekalipun ia tidak didampingi oleh siapa-siapa,dirinya tetap maju dengan mengikuti jalur hukum yang ada saat ini.

Masih dalam tuturnya, Kades juga mengatakan bahwa sebagai seorang perempuan dirinya akan tetap mengikuti proses hukum saat ini, hingga ada keputusan akhir dari Pengadilan Tinggi Usaha Negara(PTUN) Kupang.

“Sebagai seorang peremupuan yang juga sebagai Kepala desa, saya akan mengikuti proses hukum di PTUN hingga ada keputusan akhir dari Pengadilan Tinggi Usaha Negara Kupang.”pungkasnya. (rey)

Publikasi : 14 Oktober 2020 by admin

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Untuk Informasi Silahkan Hubungi Kami
Untuk Informasi Seputar NKRIpost Bisa Hubungi Kami